adriel

adriel
bab 2



el kembali kekamar menemui mona


"sayang,kenapa lama sekali"ucap mona mengalungkan tangan nya ke leher el


"siapa wanita tadi, apa itu istri mu?" tanya mona dengan wajah sedih


"dia bukan istri ku sayang,aku tidak mencintai dia, aku juga tidak menginginkan pernikahan ini" ucap el membelai pipi mona


mona merasa senang mendengar ucapan el ia memeluk el dengan erat,el pun membalas pelukan mona,dan mereka kembali melanjutkan aktivitas mereka


"apa yang sudah mereka laku kan" guma nia tak habis pikir


"suami ku main dengan wanita lain, sungguh menjijikan"nia kesal


nia merasa lapar ia menuruni anak tangga, saat berada dibawah nia melihat el dan mona makan dimeja makan,


"hei.... mau kemana kamu"ucap mona melihat nia kembali menaiki tangga


"aku"ucap nia menunjuk diri nya sendiri


"ia kamu,lalu siapa lagi" ucap mona


nia berjalan kearah meja makan dan duduk disamping el


"aku mau makan malam dengan suami ku" ucap nia memberanikan diri


"jaga ucapan mu"bentak el menatap nia tajam


"apa ada yang salah dengan ucapan ku" nia balik menatap el dengan tajam


"sudah ku bilang jangan ikut campur urusan pribadi ku" ucap el dengan nada meninggi


"aku tidak ikut campur, aku disini mau makan,dan aku hanya menjawab pertanyaan dari wanita simpanan mu"bentak nia menunjuk mona


"berani sekali kamu bilang aku wanita simpanan"ucap nia berjalan mendekati nia dan menyiramkan minuman keatas kepala nia


mona dan nia berkelahi mereka saling jambak rambut,


"stop"teriak el melempar gelas kelantai, el sangat marah


mona dan nia kaget mendengar teriakan el, mona melepaskan jambakan nya dari rambut nia,ia langsung memeluk el


"sayang dia yang mulai nya duluan, dia bilang aku wanita simpanan" rengek mona


plak


el menampar nia, nia memegang pipi nya yang panas akibat tamparan el


"sekali lagi kamu berani bilang seperti itu, aku sendiri yang akan menghabisi mu" el begitu marah dengan nia, mona tersenyum kemenangan


nia menangis dan berlari menaiki tangga, bukan karena tamparan yang membuat dia menangis, dia menangis karena ucapan el yang membuat hati jauh lebih sakit dari sebuah tamparan.


nia merbahkan diri nya dikasur ia menangis sejadi-jadi nya ditumpukan bantal


"ya tuhan, aku memang tidak mencintai dia tapi kenapa saat mendengar ucapan seperti itu rasa nya sakit sekali, aku merasa gak iklas melihat suami mu makan dan tidur berdua dengan wanita lain" batin nia


el sudah tidak berselera makan, ia dan mona kembali kekamar


"sayang, seperti nya malam ini aku tidak menginap disini,aku masih trauma dengan kejadian tadi" mona membenamkan wajah nya didada bidang el


"maafkan aku sayang, tadi aku terbawa emosi, aku minta sayang jangan pulang,aku masih merindukan mu" el mengangkat daku mona menatap dengan wajah memelas


"maaf sayang aku harus pulang"mona membelai wajah el dengan lembut sehingga membuat bagian intim el menegang


el tidak tahan dengan belaian mona ia langsung mengecup bibir mona dengan lembut,mona membalas ciuman el mereka beredua kembali melakukan kegiatan mereka.


el tertidur karena kelelahan, mona memakai pakaian ia harus pulang keapartemen karena diapartement ada kekasih nya, selain el mona punya pacar lain, apartemen yang ditempati mona itu dibelikan oleh el atas nama mona sendiri, pacar mona sengaja menyuruh mona pacaran dengan el karena mereka ingin mendaparkan harta el.