
setelah dua bulan lama nya diparis mona kembali lagi keindonesia, sore ini el menjemput mona dibandara dan mengajak mona menginap dimansion milik nya untuk melepas rindu,, nia yang baru pulang dari kafe merasa kesal saat melihat mona dan el berciuman diruang tengah.
"bisa-bisa nya kalian melakukan hal yang menjijikan disini, apa kalian sudah tidak punya malu,atau otak kalian sudah ditukar sama otak binatang, sehingga kalian tidak bisa menghargai orang yang lebih tua dari pada kalian" ketus nia dengan sangat emosi sambil menunjuk kearah bik nani, el dan mona beranjak dari sofa saat mendengar kemarahan nia
"tutup mulut mu, apa kamu tidak diajarkan untuk berkata sopan santun?" bentak el
"yang tidak punya sopan santun disini aku apa kalian" teriak nia sambil menunjuk diri nya juga el dan mona
"berani sekali kamu berteriak didepan ku,kamu pikir kamu itu siapa? apa hak mu memarahi ku" el meninggikan suara nya dan menatap nia dengan mata elang seperti mau memangsa nia, mona tersenyum senang melihat el memarahi nia
"aku..aku istri mu, dan aku berhak marah pada mu"bentak nia
"dasar wanita tidak punya malu,seharus nya kamu itu tau diri kalau kamu itu cuma istri terpaksa" bentak mona
"lebih tepat nya wanita yang tidak punya malu itu adalah kamu mona, meskipun aku cuma istri terpaksa setatus ku lebih jelas dari pada wanita simpanan dan murahanan seperti kamu" tegas nia menunjuk mona,
el tidak terima wanita yang sangat ia cintai dihina seperti itu, el sangat marah kepada nia,ia tidak bisa mengontrol emosi sehingga menampar nia dengan sangat keras sampai membuat nia tersungkur kelantai,el merasa khawatir dan tidak tega melihat darah dibibir nia mengalir begitu banyak.lain hal nya dengan mona,ia tersenyum puas melihat nia ditampar.
"mampus,mangka nya jangan berani menghina ku,emang nya enak ditampar"batin mona
"nia kamu terluka" el ingin memegang bibir nia tapi nia menepiskan tangan el denga kasar
nia menangis,ia beranjak dari lantai dan berlari masuk kekamar nya, el ingin mengejar nia tapi dicegah oleh mona.
"sayang aku minum sebentar, tenggorokan ku kering" ucap el,
el kedapur menemui bik nani,ia minta bik nani untuk mengobati luka dibibir nia akibat tamparan nya, el begitu mencemaskan nia,sebenar nya el ingin ia sendiri yang mengobati nia tapi tidak bisa karena mona mencegah nya
"bik, bibik sekarang kekamar nia tolong obati luka dibibir nia"perintah el
"baik tuan" ucap bik nani, ia langsung pergi kekamar nia
"non...non ini bik nani buka pintu nya" ucap bik nani
nia duduk didepan meja hias,ia melihat pipi nya yang memar dan luka dibagian bibir nya,saat mendengar suara bik nani ia bangkit dari tempat duduk nya dan membuka pintu.
"ada apa bik" ucap nia didepan pintu, bik nani membelalakan mata nya melihat wajah nia
"astaga non,, segitu marah nya tuan kepada non sampai-sampai melukai non seperti ini" ucap bik nani sambil meneteskan air mata melihat wajah nia
"bibik obatin ya non" ucap bik nani
nia hanya menganggukan kepala, ia tidak bisa mengeluarkan suara karena tangisan nya.