adriel

adriel
bab 12



el dan mona sarapan dimeja makan, el menatap kearah nia yang sedang menuruni anak tangga, nia berjalan menuju pintu luar, ia tidak mau sarapan bersama el apa lagi ada mona, ia masih sangat kecewa dengan apa yang telah el laku kan kepada nya kemaren.


"nia apa kamu tidak sarapan dulu"ucap el dari meja makan


nia terus berjalan tanpa menjawab ucapan el,jangankan menjawab menoleh saja nia enggan


"apa dia masih marah sama aku"batin el


"sudah lah sayang untuk apa juga kamu menegur wanita tidak tau diri itu" ucap mona sambil menyendokan nasi goreng kemulut nya


entah mengapa el merasa kesal mendengar ucapan mona, pagi ini ia merasa tidak bersemangat tanpa ada nya nia, memang el dan nia selalu bertengkar setia bertemu, tetapi el merasakan nyaman dengan pertengkaran mereka, sehari saja tidak bertengkar dengan nia ia merasa ada yang hilang didiri nya.


"gak ada dia rasa nya sepi,,, gimana dengan wajah nya,apa masih sakit?,seharus nya aku tidak menampar dia apa lagi sampai membuat bibir nya berdarah,,aku memang pria pengecut bisa-bisa bya memukul wanita yang lemah" batin el, mona menatap kearah el yang lagi melamun


"sayang kamu kenapa" ucap mona menatap el, mona merasa kesal karena el tidak menjawab ucapan nya


"sayang"teriak mona yang membuyarkan lamunan el


"iya ada apa nia"ucap el yang membuat mona merasa tambah kesal


"siapa kata mu..kamu panggil aku dengan sebutan apa tadi" mona merajuk membantik sendok kepiring


"apa kamu memikirkan wanita tidak tau diri itu, sehingga kamu lupa kalau aku ada disamping mu" bentak mona menatap kearah el


"sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu,aku hanya merasa kasian kepada nia"rayu el sambil menggenggam tangan mona


"kasian?,,kamu kasian atau kamu mulai ada cinta sama dia" bentak mona meninggalkan el dimeja makan


"cinta?,, apa iya aku mulai mencintai nia," batin el yang masih duduk terdiam


"gak..mana mungkin aku mencintai wanita menyebalkan itu" batin el dan beranjak dari kursi nya untuk menyusul mona dikamar


"sayang kamu mau kemana?" ucap el yang melihat mona mengemasi pakaian nya


"aku akan pulang ke apartemen ku sekarang, biar kamu bebas berduaan dengan wanita tidak tau diri itu" ucap mona sambil melangkah keluar kamar


"sayang maafkan aku,,aku minta kamu jangan pergi dari sini aku masih merindukan mu" el menahan mona


el mengejar taksi yang ditumpangi mona ditengah diperjalanan el mendapat telpon dari sekretaris nya kalau pagi ini ada meeting penting dengan klien,


"aaaagr sial" el memukul mukul stir mobil dan putar arah untuk kembali ke perusahaan


mona sangat bahagia saat tiba diapartemen nya.


"morning honey" ucap mona,


riko terperangah melihat kedatanga mona tanpa memberi tahu nya terlebih dahulu.


"honey ada apa kamu kesini? mengapa kamu membawa semua barang-barang kamu? tanya riko


"aku kangen sama kamu"mona memeluk riko yang masih berbaring ditempat tidur


"honey kamu tau gak hari ini aku sangat kesal sama el,ia memanggil ku dengan sebutan nia, seperti nya el mulai mencintai wanita tidak tau diri itu...honey aku sudah bosan pura-pura mencintai el,aku ingin selalu tinggal berdua dengan mu"mona mencium bibir riko


"apa,el mulai mencintai nia"riko duduk ditempat tidur


"iya..emang nya kenapa? tanya dia duduk dihadapan riko


"ini gawat honey,,kalau el benar-benar jatuh cinta sama nia bisa-bisa el meninggalkan kamu, kalau el meninggalkan kamu bagaimana kita bisa mengambil harta kekayaan el" riko mulai kebingungan


"terus kita harus bagaimana honey"ucap mona


"nanti malam kamu kembali lagi kerumah el, kamu minta maaf kepada el, kamu desak terus el untuk menikahi mu" ucap riko


"kalau el tidak mau menikahi ku gimana? ucap mona


"kamu harus hamil supaya el mau menikahi mu, setelah anak mu lahir kamu ceraikan dia dan minta harta gono gini" riko menyunggingkan senyuman dibibir nya


"gak..aku gak mau melahirkan anak dari el..aku hanya ingin mempunyai anak dari kamu honey" tolak mona beranjak dari tempat tidur


"begini saja,, gimana kalau sekarang kita tinggal berdua,setelah kamu hamil kita jebak el, bilang sama dia kalau kamu mengandung anak nya" ucap riko menatap mona


"kamu benar sayang,,kebetulan minggu ini adalah masa subur ku,,semoga aku langsung hamil" ucap mona memegang pipi riko, mereka berdua tertawa bahagia seakan-akan visi mereka sudah berhasil