
pagi ini el dan nia sarapan bareng, tiba-tiba hape el berdering
"hallo sayang kamu kapan pulang,aku merindukan mu,sudah satu bulan kita tidak bertemu"ucap el didalam telpon
"aku juga merindukan mu sayang, seperti nya aku disini masih lama,sayang kan tau sendiri pekerjaan seorang model" jawab mona disebrang telpon
"iya sudah kamu jaga kesehatan mu disana, i love you sayang eemuah" ucap el
"i love you too sayang eemuah" balas mona menutup telpon
nia merasa jijik mendengar pecakapan mereka,
"alay"gumam nia kedengaran oleh el
"apa kamu bilang"ucap el
"aku gak bilang apa-apa" nia menyendokan makanan kemulut
"bukan nya tadi kamu bilang alay"el menatap nia
"itu kamu mendengar nya,kenapa kamu menanyakan nya lagi" ucap nia
"kamu___" ucapan el terpotong melihat nia meninggalkan meja makan
"hey mau kemana kamu,aku belum selesai makan"teriak el
"makan aja sendiri,alay" teriak nia sambil menaiki tangga
el menghentikan makan nya dan mengejar nia, ia tidak terima nia bilang dia alay, nia yang melihat el mengejar nya langsung berlari menaiki anak tangga dengan cepat, tapi lari nia kalah kencang dengan lari el, tepat dilantai atas el menangkap nia dan mendorong nia kesudut dinding
"aaw"ucap nia kesakitan karena punggung nya terbentur kedinding
el menekan kedua tangan nia kedinding dan mendekatkan wajah nya kewajah nia
"ternyata dia lebih cantik dari pada mona" batin el menatap nia lekat,
deg deg deg
jantung nia berdegup kencang meliwat wajah el yang semakin dekat dengan wajah nya
"apa yang akan ia lakukan"batin nia
nia tidak bisa melawan ia hanya memejamkan mata nya,karena tubuh nya sudah dihimpit oleh tubuh el,dan kedua tangan nya dikunci oleh tangan el. nia hanya bisa pasrah, el melepaskan ciuman nya,ia tau nia akan kehabisan napas kalau ia meneruskan ciuman nya.el tersenyum melihat nia yang masih memejamkan mata.
"buka mata mu"ucap el tersenyum senang
"kamu___"ucapan nia terpotong
"mau dilanjut?" bisik el ketelinga nia
nia merasa malu, ia mau masuk kekamar tapi tangan nya kembali ditarik el sehingga nia jatuh kepelukan el. jantung nia semakin bedegup kencang seperti orang habis lari maraton sehingga el bisa merasakan degup jantung nia
"seperti nya jantung mu bermasalah"bisik el ketelinga nia,ia kembali menggoda nia sehingga wajah nia merah menahan malu
"le..lepas"nia melepaskan tubuh nya dari pelukan el,
"kamu____"ucapan nia terputus
"apa kamu mau dicium lagi?,oooh aku tau kamu mau aku melakukan lebih dari ini kan" goda el mendekati nia
"bu..bukan"nia melangkah mundur
el menggendong nia kekamar, dan membaringkan nia ditempat tidur.
"el aku mohon jangan laku kan itu"ucap nia
"kenapa? bukan kah kita sudah menikah,dan sorang istri harus melakukan kewajiban melayani suami"el membelai pipi nia
"a..aku tidak mau kamu melakukan nya sebelum kamu mencintai ku"nia menatap wajah el
"apa kamu sudah mencintai ku? tanya el
"i..iya"ucap nia terbata,
"hahaha...nia nia kamu ternyata lucu juga" el tertawa dan bangkit tadi tubuh nia
nia berdiri dan keluar meninggalkan kamar el, nia nampak malu karena sudah mengungkap kan perasaan nya kepada el
"laki-laki menyebalkan,bisa-bisa nya aku mengakui kalau aku mencintai laki-laki brengsek itu" nia menangis karena malu
didalam kamar el senyum-senyum sendiri mengingat saat ia mencium nia, menatap wajah nia dengan begitu dekat.