A LOVE SO FREE

A LOVE SO FREE
09



...selamat membaca...


...•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••...


Keesokan harinya


Sekolah


Radit benar-benar melakukan apa yang ia inginkan, ia bahkan membuat grup khusus untuk para anak donatur di sekolah dan membuat berbagai petisi yang dimana disetujui oleh para anak donatur sekolah.


"Baru tau ternyata donatur sekolah lumayan banyak juga ya"ucapku ketika mengetahui grup ini berisi 46 murid.


"Cocok nih buat bikin 2 kelas baru"ucap radit


"Btw ya dit, kok lo tiba-tiba jadi turut andil soal hal ini sih? Gue pikir lo gak akan peduli"ucap ku


"Sekali-sekali bikin heboh sekolah"ucapnya sembari tertawa


"Pantesan"


Hingga tak lama guru pun masuk dan aku lalu mengeluarkan buku pelajaran untuk belajar.


*****


Istirahat


Aku membereskan buku pelajaranku dan memasukannya ke kolong meja, saat aku hendak mengajak radit ke kantin ia tiba-tiba memberiku sebuah kotak makan.


"Dari nyokap"ucap radit


"Hah? Buat gue?"tanyaku


"Iya. Makan ini aja cin"ucap radit yang ku angguki


Aku lantas membuka kotak makan tersebut dan melihat panseared salmon dengan sauce garlic kesukaanku.


"Bilangin nyokap lo ya, makasih"ucapku yang di angguki radit.


Hingga tak lama muncullah gilang dengan membawa sebuah makanan ke tempat duduk ku dan radit.


"Loh udah makan? Padahal aku mau ngasih makanan"ucap gilang sembari duduk di hadapanku


"Kamu makan aja, itu kan makanan kamu"ucapku


"Aku udah makan yang lain, aku sengaja gak makan ini karena buat kamu"ucap gilang


"Makan aja gilang gpp. Nyokapnya radit bawain makan buat aku"ucapku yang membuat gilang mengernyitkan dahi pada radit


"Tumben, kenapa? Apa karena cathering kemarin?"tanya gilang


"Aku juga gamau kok sebenernya makan cathering gitu, aku lebih mau makan di kantin"sambung gilang menatapku


"Ini tuh bukan salah lo gilang, salah kepsek aja karena cuma ngasih lo dan sonya hal hal spesial padahal cuma untuk olimpiade"ucap radit


"Dit, udahlah"ucapku pada radit


"Oke oke fine"ucap radit mengalah


"Kamu makan aja gilang, bareng disini"ucapku yang di angguki gilang


Radit lebih dahulu menyelesaikan makanannya dan mulai metelakan kotak makannya di kolong mejanya. Ia lalu hendak beranjak untuk pergi


"Gilang, belajar yang bener ya menangin olimpiadenya. Sampe lo ga menang, donatur pasti kecewa"ucap radit lalu pergi meninggalkan ku dan gilang


Aku melihat wajah gilang yang sedikit kesal mendengarnya.


"Gausah di dengerin"ucapku mencoba menenangkan gilang


"Ada apa sih sebenarnya?"tanya gilang bingung


"Dia kan emang gitu gilang, kaya gatau dia aja"ucapku


"Sini dong duduk di sebelah aku"sambungku yang di angguki gilang


Ia lalu berjalan menuju kursi di sebelahku dan mulai duduk disebelahku, aku memperdekat jarakku dengannya dan mulai bergelayut manja padanya.


"Kangen"ucapku yang dibalas senyuman oleh gilang


"Di sekolah jarang liat kamu terus di rumah kamu justru sibuk belajar juga, kapan kita romantis-romatisan nya dong?"Tanyaku


"Hari minggu kita jalan, mau?"tanya gilang


"Mau dong!"jawabku antusias


"Oke kalau gitu hari minggu kita jalan"ucap gilang


"Gimana tugas kamu? Di kerjain kan?"tanya gilang


"Susah tauu kalau gak di bantu kamu"ucapku


"Biar mandiri nantinya"ucap gilang


"Mmm aku makan di kantin tadi"jawab gilang


"Ohhh gitu"ucapku hanya mengiyakan


*****


Sekolah


Bel pulang


15:35 WIB


Aku berniat untuk menghampiri gilang di kelasnya dan mengajaknya untuk pulang bersama karena sudah lama aku tidak pulang bersama dengannya.


"Mau langsung balik?"tanya radit


"Mau ke kelas gilang dulu, ikut yuk"ucapku yang di angguki radit


Kami pun langsung menggendong tas kami dan berjalan menuju kelas gilang yang memang terletak cukup jauh dari kelas kami.


Sesampainya di kelas gilang, aku mengintip terlebih dahulu di kaca jendela karena takut akan mengganggunya yang tengah belajar.


Aku dan radit sama-sama saling mengintip dan sama-sama saling membulatkan mata melihat tingkah gilang dan sonya di kelas.


Aku melihat sonya yang terus saja duduk berdekatan dengan gilang dan saling tertawa bersama, ck! Memangnya apa sih yang lucu?


Selain itu mereka juga saling bercanda ketika sedang makan juga dengan adegan suapan dari sonya untuk gilang. Aku berdecak kesal melihatnya, gilang pun tidak menghindar.


"Waduh perang dunia nih"sindir radit padaku


Aku lalu memukul pundak radit dengan keras sebagai bentuk pelampiasanku


"Aduh sakit!! Kenapa gue yg di pukul sih?"tanya radit sembari meringis


"Kesell!!!"ucapku dengan nada kesal


"Yaudah ayo masuk"ucap radit


"Gamau! Gue kesel!"ucapku lalu memilih untuk duduk di kursi koridor.


Berbeda dengan radit yang justru berjalan memasuki kelas tersebut dengan gerakan kasar saat membuka pintu.


"Ngapain lo berdua?"tanya radit dengan nada ketusnya


"Loh radit?"tanya sonya kebingungan


"Dikasih fasilitas tuh dimanfaatin jangan justru main-main gajelas!"ucap radit kesal


"Kita lagi istirahat, dit"ucap gilang


"Sini lo! Sini! Ada yang mau ngehajar lo nih sampe tulang lo patah"ucap radit sembari menarik gilang kasar.


Radit menarik gilang dan mendorongnya ke arahku, gilang membulatkan matanya melihatku tengah terduduk di koridor dekat kelasnya.


"Cin?"ucap gilang lalu duduk di sebelahku


"Mmm udah mau pulang ya? Ayo pulang biar aku beresin buku aku"sambung gilang


"Kamu pulang aja sendiri! Aku gamau ngurusin kamu lagi"ucapku ketus


"Cin, dengerin aku dulu ya"ucap gilang


"Selama ini masalah kita kan karena salah paham"sambung gilang


"Aku liat kamu disuapin sonya tanpa nolak gitu dibilang salah paham?"tanya ku


"Aku mencoba menghindar kok tapi telat aja, aku juga gak mau di suapin dia"jawab gilang


"Seneng kan sekarang kamu? Bisa terus bareng sonya hah?"ucapku kesal


"Enggak cin"ucap gilang


"Aku kesel sama kamu gilang!"ucapku kesal


"Aku minta maaf"ucap gilang dengan wajah bersalahnya


"Putus aja sih! Ngapain juga masih pacaran kalau terus-terusan berantem"ucap radit mengompori kami


"Iya emang maunya gitu!"ucapku yang sedang kesal


"Cin, jangan gini"ucap gilang dengan lembut mencoba memberiku pengertian


"Sekarang, silahkan deket sama sonya. Dari smp juga kamu udah tertarik sama dia, kamu pacaran sama aku karena kamu gak enak sama aku apalagi kamu numpang di rumah aku"ucapku lalu pergi meninggalkan gilang


"Finally"ucap radit sembari tersenyum pada gilang yang membuat gilang melemparkan tatapan tajamnya. Radit lalu berjalan mengikuti cindy.


bersambung