
...selamat membaca...
BSD
Rumah cindy
Pagi hari sekali gilang sudah berada di rumahku, ia sudah berada di kamar naufal dan bermain bersama naufal. Bukan hanya bermain tapi juga memandikannya dan menyuapi naufal sarapan.
Aku melangkah menuju kamar naufal sembari membawa beberapa donat yang kupesan dari jasa antar makanan dan ketika membuka pintunya, aku melihat naufal yang tengah tertawa bersama gilang. Senyumku mengembang melihat senyum naufal yang sangat lebar ini, tidak pernah ia tersenyum seperti ini.
"Main apa?"tanyaku lalu meletakan donat tersebut di nakas dan duduk di dekat naufal dan gilang
"Balapan mah"jawab naufal menunjukan remote controlnya
"Nih, mau ikut main?"tanya gilang menawariku
"Enggak. Aku mau ngeliatin aja sambil bawa cemilan nih"jawabku yang di angguki gilang
Mereka memulai pertandingan mereka kembali dimana naufal dangat terlihat antusias.
"Hahaha! Papah kalah"ucap naufal tertawa mengejek gilang
"Kok naufal jago sih? Ajarin papah dong"ucap gilang
"Rahasia"ucap naufal
"Mau donat gak?"tanyaku yang membuat naufal dan gilang menoleh. Mereka mengangguk bersamaan
Aku mengambil donat tersebut dan menyodorkannya pada mereka. Aku pun mengambil donat tersebut lalu memakannya
"Hmmm enakk"ucap naufal sembari terus memakan donatnya
Aku hanya tersenyum menanggapinya, donat ini memang memiliki banyak topping sehingga rasanya menjadi sangat enak.
Gilang menatapku lekat lalu menatap bibirku. Ia menyodorkan tangannya dan lalu mengelap sisa cream yang berada di sudut bibirku.
"Maaf, tapi aku risih kalau kotor"ucap gilang yang hanya ku angguki, tiba-tiba aku menjadi salah tingkah atas perlakuan gilang
"kamu gak kerja gilang?"tanyaku
"Nanti sore aku baru praktek"jawab gilang
"Mau ikutt papah"ucap naufal
"Anak papah jangan ikut dulu ya, nanti selesai kerja papah kesini lagi"ucap gilang
"Yahh tapi mau main"ucap naufal merengek
"Jangan ya gilang, dia sibuk"ucapku sembari melirik sekilas pada gilang
"Besok papah kesini?"tanya naufal
"Besok papah gabisa kesini, papah ada urusan"ucap gilang
"Yahhh! Papah!!! Naufal mau ikutt"ucap naufal merengek
"Lusa papah ke sini kok, besok papah ada janji sama orang"ucap gilang mencoba memberi pengertian pada naufal
Sebenarnya aku juga ingin gilang berada disini, namun rasa gengsi ku sangat tinggi. Malu rasanya jika aku harus kembali bucin padanya seperti dulu.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keesokan harinya
Kepalaku pusing mendengar naufal yang terus menangis dan berkata ingin bertemu gilang. Bahkan badannya hingga hangat. Ck! Aku sudah menelpon gilang tapi ia tidak juga menjawab panggilanku.
Ck! Selalu saja! Jika aku membutuhkannya ia justru pergi!
"Bawa ke rumah sakit aja lah, cin"ucap radit yang tengah menggendong naufal
"Iya deh. Daripada makin panas badannya"ucapku lalu berjalan mengambil tasku dan kemudian berjalan bersama radit menuju mobil yang terparkir di garasi rumah.
Radit masih menggendong naufal dimana aku kali ini yang akan menyetir menuju rumah sakit. Tiba di rumah sakit kami melangkah menuju poli anak yang berada di lantai 6. Namun langkah kami terhenti ketika mendengar naufal yang berteriak memanggil "papah"
"PAPAHH!!!!"teriak naufal yang membuatku sontak menoleh
Aku memandangi arah tersebut dan mendapati gilang disana bersama seorang perempuan dan anak perempuan kecil yang tengah ia gendong.
Apalagi ini? Apa tidak bisa aku mengakhiri hidupnya saat ini? Muak rasanya melihat tingkah menyebalkannya ini.
Aku menatapnya tajam baik pada gilang dan perempuan di sebelahnya. Mereka berjalan mendekati kami
"PAPAHH!!!"tangis naufal dimana ia merengek ingin di gendong oleh gilang. Namun gadis kecil yang berada di gendongan gilang malah mengeratkan pelukannya.
Ck! Anak siapa sih ini? Menyebalkan!
"Ini siapa?"tanyaku
"Ini anak temenku"jawab gilang sembari memaksakan senyum ramahnya padaku
"Yaudah turunin, ini naufal minta di gendong sama kamu. Dia lagi demam"ucapku tenang namun dengan tatapan tajam
Gilang berusaha melepaskan gendongan anak tersebut namun gadis kecil itu tetap mengeratkan pelukannya. Aku menatap tajam perempuan di sebelah gilang
"Anda ibunya?"tanyaku
"Iya saya ibunya"jawabnya
"Yaudah! Tolong di ambil anaknya bu!, gilang harus ikut nemenin anaknya sendiri di periksa"ucapku
Perempuan itu lantas mengambil paksa anak perempuan tersebut dan mulai menggendongnya.
Dengan cepat gilang mengambil naufal dan menggendongnya dimana hal tersebut membuat tangis naufal mereda. Aku lalu berjalan menuju lift disusul oleh radit serta gilang.
"Aku nelpon kamu berkali-kali gilang"ucapku kesal
"Handphoneku kumatikan tadi, maaf ya"ucapnya
"Giliran dibutuhin selalu ngilang!"ucapku yang membuatnya terdiam sejenak
"Setelah ini aku ikut kalian aja, aku mau bantu jaga naufal"ucap gilang
"Gausah kalau sibuk"ucapku
"Enggak, habis ini biar aku ikut kalian aja"ucap gilang
Namun keadaan sedang seperti ini dan tidak mungkin aku bertanya.
*****
Rumah
Selesai di periksa, radit memutuskan untuk pulang ke rumahnya dimana gilang yang menemaniku menjaga naufal di rumah.
"Udah tidur"ucap gilang yang ku angguki
Aku lantas keluar dari kamar naufal dan berjalan menuju ruang makan yang diikuti gilang
"Makan dulu"ucapku menyodorkan piring pada gilang yang kemudian di terimanya
Aku terdiam sejenak, menunggu waktu pas untuk membicarakan soal urusan penting gilang.
"Bukannya kamu ada urusan penting hari ini?"tanyaku yang sedikit membuat gilang terlihat kebingungan
"Gak jadi"jawab gilang
"Perempuan dan anak perempuan tadi kan urusan penting kamu?"tanyaku
"Sejujurnya memang iya, aku ada janji dengan mereka"jawab gilang yang membuatku terkekeh
"Ini yang kamu bilang mau ngelamar aku?"tanyaku
"Denger dulu penjelasan aku cin, aku gak akan ketemu perempuan lain selain memang ada urusan penting"jawab gilang
"Urusan penting apa?"tanyaku
"Dari aku co ***, anak perempuan tadi memang pernah aku pegang sebagai pasienku. Aku yang bertanggung jawab menjaga dia. Jadinya hubungan aku dan mereka semakin dekat tapi hanya sebatas dokter dan pasien"ucap gilang
"Tadi bertemu karena anaknya ingin kontrol"sambungnya
"Lain kali handphone tuh di pegang! Naufal butuh kamu tadi"ucapku
"Aku minta maaf"ucap gilang
"Aku ingin menginap disini cin untuk jaga naufal, apa boleh?"tanya gilang yang ku angguki
Ting...
Ponsel gilang berbunyi dimana itu membuatku mengernyitkan dahi
"Siapa?"tanyaku yang penasaran
Gilang menatapku gelisah
"Siapa?"tanyaku lagi
"Perempuan yang tadi"jawab gilang yang membuatku menatapnya tajam
"Kamu ingat kan gilang, aku hanya akan menerima lamaran kamu jika kamu sudah berubah. Berubah untuk tidak bersikap sok baik dengan perempuan lain"ucapku yang memang memperlihatkan bahwa aku tengah cemburu bukan main!
"Iya aku ingat cin, aku udah janji mengenai hal itu ke kamu"ucap gilang
Aku yakin dia cuma akan nanya soal obat"sambung gilang
"Yaudah jawab"ucapku
Gilang menjawab panggilan tersebut dengan opsi loud speaker.
"Halo gilang"ucap perempuan tersebut
"Iya ada apa?"tanya gilang
"Apa kita jadi makan bersama? Ica nungguin nih"ucap perempuan tersebut
Aku menatap gilang tajam, harap harap cemas semoga ia tidak menyetujui itu.
Gilang menatapku dengan tatapan gelisahnya
"Maaf saya gabisa, anak saya lagi sakit. Gamungkin juga saya meninggalkan anak saya"ucap gilang yang membuatku sangat lega
"Yahh begitu ya, padahal ica sudah menunggu dari tadi"ucap perempuan itu
"Tapi yasudah gak masalah, mungkin acara makan bersama ini kita ganti lain kali aja ya. Ica pengen banget kita makan bertiga"sambung perempuan tersebut yang membuatku jengah
Aku merampas ponsel gilang yang membuatku gilang terkejut
"Mbak! Lain kali kalau mau ngajak suami orang makan, harus ajak istrinya juga!"ucapku yang membuat gilang membulatkan mata dan tersenyum
"Kalau mbak masih maksa untuk mengajak gilang, jangan salahkan saya kalau saya berbuat macam-macam!"ucapku lalu memutuskan panggilan tersebut secara sepihak
Aku kemudian menatap gilang bingung karena ia menunjukan senyum lebarnya
"Kenapa?"tanyaku
"Kamu nerima lamaran aku?"tanya gilang
Aku terdiam sejenak
"Mmm..."
"Gatau"ucapku lalu pergi beranjak dari meja makan
Gilang berjalan menghampiriku dan mulai menggendongku dari belakang dimana hal itu membuatku terkejut
"Mau ke kamar anak kita kan?"tanya gilang masih dengan wajah bahagianya. Dimana melihat itu membuatku ikut tersenyum
"Turunin gilang, aku malu"ucapku
"Biarin aja"ucap gilang menggendongku sembari melangkah menuju kamar naufal.
...bersambung...
...bentar lagi end😊...
...kira-kira gilang di terima kembali ga ya sama Cindy? ...
...silahkan beri tanggapan:) ...