A LOVE SO FREE

A LOVE SO FREE
02



met baca


Aku tengah duduk di ujung koridor dengan tangga di lantai ruangan ekskul sekolah menunggu gilang yang tidak selesai juga, inilah yang membuatku tidak memilih ekskul bedah buku karena kegiatannya benar benar sampai malam hari.


Ini sudah jam 7 malam tapi belum ada tanda-tanda kegiatan mereka selesai, apa bisa otak digunakan selama itu untuk belajar?


Tok!


Bunyi sesuatu yang membuatku menoleh, entah kenapa melihat lorong yang sangat sepi ini membuatku bergidik ngeri sendiri.


Aku celingak-celinguk melihat seluruh ruangan mencari sumber bunyi tersebut.


Ah! Disaat aku mengalami kegundahan hati ada saja hantu yang menambah bebanku! Kenapa menggangguku saat aku tengah galau!


Hingga tak lama dari kejauhan aku melihat ruangannya terbuka dimana gilang tengah berjalan berdampingan dengan hani.


Ck! Wanita menyebalkan itu!


Aku terus memandangi mereka hingga tiba-tiba buku hani terjatuh dan membuat mereka berhenti.


Oh no! aku tidak berharap ini akan berakhir seperti di sinetron ketika mereka mencoba mengambil buku tersebut dan saling bertatap mata. No!!!


Aku lalu berlari ke arah mereka sembari berteriak "STOP!!!" dengan kencang lalu mengambil buku tersebut dan mengembalikannya pada hani.


Gilang dan hani terdiam melihatku seperti itu seperti bingung kenapa aku melakukan hal ini.


Aku lalu menarik gilang paksa untuk cepat pergi dari tempat ini


"Hampir aja!"ucapku


"Hampir kenapa?"tanya gilang


"Hampir kamu sama dia saling jatuh cinta"jawabku


"Jangan ngawur"ucap gilang


"Kamu masih cinta sama aku kan?"tanyaku


"Udahlah ayo cepet pulang"ucapnya berjalan mendahului ku


Aku berjalan cepat mendekat ke arahnya


"Gilang!!!"rengekku


"Udah malam ini jangan drama"ucap gilang


Aku kesal dengannya seharian ini, kenapa sikapnya saat sma dan smp berbeda! Saat sma sifat cueknya semakin menjadi-jadi dan itu membuatku kesal.


Aku lalu berhenti seketika dan membuat gilang menghentikan langkahnya


Ia berjalan ke arahku mencoba membujukku


"Cin, ayo ini udah malam"ucap gilang


Aku tidak menggubrisnya


"Aku minta maaf"ucapnya


Aku masih tidak menggubrisnya


Hingga tak lama ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan lalu mencium pipiku.


Aku membulatkan mataku tidak percaya dengan yang gilang lakukan


Ia lalu menggandeng tanganku


"Kita pulang ya?"tanya gilang yang ku angguki


Aku pun akhirnya berjalan bersamanya


"Gilang"ucapku


"Hm?"jawabnya


"Tadi gak kerasa, ulang lagi dong"ucapku


"Gak"ucap gilang tegas


"Gpp sih kalau gamau yang penting kamu tadi cium pipi aku"ucapku dengan senang


"Nanti gantian ya biar aku yang cium kamu"sambungku


"Udah jangan mikir macem-macem"ucap gilang


Kami pun akhirnya berjalan menuju parkiran mobil dimana mobilku terparkir disana.


Mamah dan papah membelikanku mobil mercy sport keluaran terbaru karena aku sudah memiliki SIM. usiaku memang lebih tua 4 bulan dibanding gilang sehingga aku lebih cepat mendapat sim dibanding gilang.


******


Ruang belajar


21:00 WIB


Aku tengah belajar bersama gilang mengenai pelajaran biologi untuk mempersiapkan seleksi olimpiade.


Semenjak SMA, mamah membuatkan sebuah ruangan untuk belajar bersama agar kami tidak belajar di kamar. Mamah takut akan terjadi sesuatu nantinya, ck! Kesal! Padahlkan aku ingin bisa berduaan dengan gilang tanpa di ketahui orang lain tapi itu semua tidak dapat terjadi.


"Sayang"ucapku pada gilang yang tidak digubris


"Gilang"ucapku yang membuatnya menoleh


"Kenapa?"tanyanya


"Please lah gilang, kamu harus terima kalau aku panggil kamu sayang"ucapku


"Begini aja udah cukup"ucap gilang


"Seminggu ini kita harus belajar untuk persiapan seleksi"ucap gilang


"Ck! Kenapa sih kamu tuh jadi cuek banget"ucapku kesal


"Dulu kamu perhatian sama aku"sambungku


Gilang lalu mendekatkan badanya padaku dan membawaku dalam pelukannya lalu memberikan sebuah catatan padaku


"Nih rangkuman bab ini pelajari"ucap gilang yang ku angguki.


Aku senang ia memelukku


"Mau kencan dimana?"tanya gilang yang membuatku menoleh padanya


"Terserah"ucapku


"Tempat biasa aja ya?"tanyanya


"Iya boleh"jawabku dengan senyum sumringah


"Belajar dulu yang bener"ucap gilang


Senangnya bisa belajar bersama gilang, selain bisa membuatku pintar juga membuatku nyaman karena berada di dekatnya.


"Gilang kamu pasti dateng kan pas aku tanding nanti?"tanyaku


"Ya pasti datang, kapan aku gak pernah datang?"ucap gilang


"Kalau menang nanti aku mau kasih kamu hadiah"ucapku


"Apa?"tanyanya


"Kamu mau mobil?"tanyaku yang membuat gilang mengernyitkan dahi


"Enggak"jawabnya


"Terus apa?"tanyaku


"Aku yang akan kasih kamu hadiah"ucap gilang


"Beneran? Apa?"tanyaku antusias


"Ada sesuatu. Udah belajar dulu ini"ucap gilang yang ku angguki


Aku akan pastikan menang pertandingan dan lulus seleksi olimpiade! Aku harus terus membuat gilang bangga karena berpacaran denganku!


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya


Kelas


13:20 WIB


"Sania! Gue dong daftarin"teriakku pada sania yang tengah mencatat daftar siswa yang akan mengikuti tes seleksi olimpiade


"Oke!"jawabnya lalu menuliskan namaku


Aku tengah mengerjakan soal biologi yang di berikan oleh gilang sedangkan dia tengah pergi ke kantin katanya.


Aku sangat terusik dengan kebisingan radit juga teman-temannya yang sedang bermain ome.tv


Yang benar saja! Bagaimana bisa ia melakukan hal ini setiap hari dan membuat bising kelas karena suara riuh nya ketika melihat hal yang tidak-tidak.


Kelas sedang jam kosong sehingga para siswa melakukan kegiatan favorite masing-masing dan tentu saja mengerjakan soal biologi bukan favoritku.


Tak lama gilang datang membawa sebuah bungkusan dan diberikan padaku


"Ini apa?"tanyaku


"Jus alpukat"jawab gilang


"Kamu beliin aku ini?"tanyaku


"Iya"jawabnya


"Makasih"ucapku hendak memeluknya namun terhenti ketika ia mulai buka suara dan berkata


"Stop"ucapnya, seketika aku lalu berhenti dengan gaya aneh dan membenarkan kondisiku.


"sebagai rasa makasihku"ucapku


"Gak perlu, kamu minum terus belajar"ucap gilang


"Hm"ucapku jengah


Aku lalu berpangku tangan sembari mengerjakan soal biologi yang sangat banyak ini, kapan akan selesai jika begini? Aku sudah ingin muntah dengan seluruh bahasa latin ini.


Punggungku di tepuk pelan oleh gilang dan membuatku menoleh, ia menepuk pundaknya seakan memintaku untuk bersandar saja pada pundaknya. Aku tersenyum sumringah dan langsung melakukan apa yang ia minta


Ia memberikanku catatan lainnya yang berisi rangkuman bab lainnya.


Sembari bersandar padanya aku lalu membaca rangkuman tersebut dan sesekali meminum jus dari gilang.


"pacaran tuh di rumah!"ucap radit mengacaukan suasana romantisku dengan gilang


"Kalau di rumah yang ada di marahin nyokap"ucapku


"Kalian udah pernah ngapain aja?"tanya radit yang membuatku dan gilang saling bertatapan.


Benar-benar raja mesum!


bersambung