
...selamat membaca...
Sekolah
Kelas
07:00 WIB
Aku berjalan menuju tempat duduk ku yang biasa dimana aku duduk bersebelahan dengan radit.
"Minggir dit"ucap gilang pada radit
Woah! Gilang sudah mulai berani dengan radit rupanya. Aku lalu mulai memperhatikan tingkah mereka karena ingin mengetahui sejauh apa gilang bersikpa pada radit
"Ini tempat gue! Lo yang minggir"ucap radit
"Dari dulu gue duduk sama cindy"ucap gilang
"Itu kan dulu, tapi semenjak lo duduk sama sonya. Cindy duduknya sama gue"ucap radit
Gilang lantas mengambil tas milik radit dan di lemparkannya ke tempat duduk kosong di sebelah fadli.
"Lo jangan kurang ajar!"ucap radit pada gilang dengan nada kesal
"Yang boleh duduk bareng aku tuh radit"ucapku yang membuat mereka berdua menoleh padaku. Gilang mengenyitkan dahinya padaku
"Kenapa?"tanya gilang
"Lagian buat apa juga aku duduk sama kamu! Kamu aja pelit gamau bantuin aku. Mendingan duduk sama radit aja"ucapku pada gilang
"Aku kan bercanda semalam, sini biar aku kerjain tugas kamu"ucap gilang
"Ga butuh!"ucapku
Gilang tak peduli dengan ucapanku ia justru menarik radit lalu duduk di kursi sebelahku
"Capek gue dengerin lo berdua gak ada damainya"ucap radit kemudian duduk bersama fadli
"Sini mana tugas yang semalam"ucap gilang padaku
"Aku gabutuh bantuan kamu! Biarin aja nilai aku jelek"ucapku kesal
Lihatlah diriku ini, menyalahkan orang lain karena nilaiku jelek. Padahal kan memang salahku.
Aku lalu mengambil buku tugasku dan mulai mengerjakan tugasku. Gilang mendekat kearahku dan memperhatikan ku yang tengah mengerjakan tugas.
"Itu harusnya di kuadratin dulu"ucap gilang
"Gausah banyak ngomong!"ucapku kesal
"Yaudah"ucap gilang pasrah
Tiba-tiba guru matematikapun datang dan hal itu membuatku semakin panik, kenapa sulit sekali tugas nya kali ini?
Ketua kelas lalu mempersiapkan kelas dan guru tersebut langsung memulai kelasnya sedangkan aku masih sibuk mengerjakan tugas darinya.
"Cindy!"panggil guru tersebut padaku yang membuatku menoleh padanya
"Iya kenapa bu?"tanyaku
"Kamu ngapain dari tadi sibuk sendiri?"tanya nya tegas yang membuat ku gugup
"Ehh hmm ini bu saya lagi nulis nama"jawabku asal
Guru tersebut lalu berjalan ke arahku dan memeriksa benda yang ada di mejaku, ia lalu menggelengkan kepalanya ketika mihatku belum selesai mengerjakan tugas darinya.
"Ini udah ke berapa kalinya kamu gak ngerjain tugas?"tanya guru tersebut
"Mmm gatau bu"jawabku
"Iya kamu gatau! Karena kamu hampir selalu gak ngerjain tugas!"ucapnya dengan anda tinggi
Ck! Apes banget hari ini!
"Ambil bukunya terus kerjain di luar! Jangan masuk sampai tugasnya selesai dan benar!"ucap guru tersebut yang terpaksa kuiyakan.
Aku lalu mengambil buku tugas dan modul matematika ku lalu pergi ke luar kelas untuk mengerjakan tugas.
Aku duduk di taman sekolah dan mulai mengerjakan tugas tersebut, 15 menit aku mengerjakan satu soal dan akhirnya terjawab. Semangat! Tinggal 3 soal lagi.
"Cin"panggil seseorang padaku, aku kenal suaranya.
Aku menoleh pada sumber suara tersebut dan benar bahwa suara tersebut berasal dari radit
"Nyusul lo lah, gue kan sohib lo jadi kemanapun lo pergi gue akan ikut"jawab radit yang membuatku terkekeh
"Lo belum ngerjain tugas?"tanyaku
"Udah, tapi gue males aja di kelas jadi mendingan gue keluar ajaa. Gue bilang ke guru kalau gue gak ngerjain jadi disuruh keluar"ucap radit yang membuatku terharu
"Lo emang bener bener sahabat gue bangett sihh"ucapku pada radit
"Udahlah cin gausah ngerjain tugasnya mendingan kita leha-leha aja disini. Di kelas gak enak"ucap radit yang ku angguki
Kenapa aku mudah sekali terhasut ke arah tidak baik?
"Gimana mau di perlakukan spesial kalau anak-anak donatur aja selalu ngelanggar aturan"ucap sonya yang tiba-tiba datang
"Terusin aja ngomongnya, gue pastiin saat lo pulang. Rumah lo udah ilang"ucap radit mengancam sonya
"Kalian cuma bisa ngancem"ucap sonya yang membuatku naik pitam. Kesal!
"Oke lo udah mulai cari gara-gara sama kita, liat aja yang akan gue lakuin nanti"ucap radit mengancam sonya
"Kerjain aja tugasnya dulu baru ngasih pelajaran ke gue"ucap sonya kemudian pergi meninggalkan kami
Aku berdecak kesal melihat tingkah sonya yang kurang ajar itu.
"Gausah di dengerin cin, biar gue kasih pelajaran itu orang nanti"ucap radit
Hingga tak lama muncullah gilang yang berjalan menghampiri kami
"Harusnya kalian ngerjain tugas bukannya malah ngobrol"ucap gilang
"Gilang! lo tuh di rumah kerjaannya ngapain sih? Lo sama cindy kan tinggal bareng kenapa gak bantuin dia ngerjain tugas?"tanya radit pada gilang
"Ogah banget diajarin sama orang pelit"ucapku yang membuat radit tertawa
"Udah deh gue pergi dulu, gue yakin bentar lagi kalian ribut dan gue males dengernya"ucap radit lalu pergi meninggalkan kami
Ck! Kenapa dia meninggalkan ku sendiri? Aku kan malu bertemu gilang.
"Cin"panggil gilang padaku
"Pergi! Ngapain disini!"ucapku kesal, lebih tepatnya malu.
"Sini aku bantuin supaya kamu bisa masuk kelas"ucap gilang
"Aku gabutuh bantuan kamu!"ucapku kesal
"Untuk kali ini jangan nolak, aku mau kamu masuk ke kelas"ucap gilang lalu mengambil buku tugasku
Aku lalu mulai merengek dan menangis.
"Aku maluuu gilang!!!!"ucapku sembari menangis.
Gilang lalu duduk di sebelahku dan mulai mengusap lembut punggunggku
"Aku di marahin di kelas, saat semua orang denger! Aku maluuu! udah gitu tadi sonya dateng ngata-ngatain aku"ucapku sembari sesenggukan
"Shussst udah udah jangan gini"ucap gilang
"Kamu tuh jahat tau gak! Kenapa gak mau bantu aku? Aku kan cuma minta diajarin bukan dikerjain"ucapku
"Maaf, aku gak akan gitu lagi"ucap gilang
"Aku gamau masuk kelas pokoknya! Aku malu ketemu bu guru"ucapku
"Yaudah aku juga gausah masuk"ucap gilang yang membuatku menatapnya
"Masuk aja sana! Kamu kan butuh pelajaran itu untuk olimpiade"ucapku
"Aku mau disini aja, aku gamau kamu berdua-dua an sama radit disini"ucap gilang sembari mengerjakan tugasku
Gilang menatapku lekat hingga membuatku sedikit salah tingkah
"Kenapa?"tanyaku yang tidak dijawab olehnya
Ia justru mulai menyelinapkan helaian rambutku yang terjuntai ke belakang telingaku lalu mengusap kepalaku lembut.
"Cantik"pujinya padaku yang membuat pipiku memerah.
bersambung