A LOVE SO FREE

A LOVE SO FREE
01



...Happy birthday to @anggi.prtma...


Aku tengah merapikan dasi laki-laki di depanku menatanya dengan baik sehingga terlihat sempurna melekat di badannya, kuberi sentuhan akhirnya dengan ciuman singkat.


"Stop!"ucap gilang tegas yang membuatku berhenti dengan keadaan bibir tengah mencium dasinya.


Aku langsung membenarkan kondisiku dan menatap gilang dengan bingung


"Ga perlu di cium juga, cin"ucap gilang


"Itu sebagai penyempurna"ucapku


"Gilang, sayang...."sambungku menggoda gilang


Gilang sangat tidak menyukai panggilan tersebut karena menurutnya sedikit memalukan. Apapun yang romantis selalu dibilang memalukan oleh gilang.


"Cindy, aku mohon"ucap gilang dengan tatapan tajamnya padamu


"Stop stop stop! Apa-apaan! Gak boleh ada tatapan tajam untuk cindy! Paham?"ucapku


"Aku hanya mencoba menjadi calon istri yang baik"sambungku


Gilang lalu menoyor kepala cindy dengan pelan sembari terus menatapnya


"Aku gak akan nikah sama perempuan yang setiap ujian biologi selalu remedial"ucap gilang


Aku masih seperti dulu yang selalu buruk di mata pelajaran biologi! Akh! Aku benci kenapa berada di jurusan ipa padahal aku ingin menjadi gangster di kelas ips.


"Makanya ajari aku biologi"ucapku merengek


"Cin, udah jam setengah tujuh ayo kebawah kita ada upacara jam tujuh"ucap gilang mengambil tasnya


"Gamau"ucapku


"Apalagi?"tanya gilang


"Panggil aku sayang dulu baru aku mau"ucapku dengan wajah memohon


Gilang lalu menatapku lekat, aku yakin dia akan mengatakannya sekarang. Akhirnya setelah 3 tahun berpacaran dia akan melakukan hal romantis padaku.


"Gak akan!"jawab gilang tegas lalu pergi meninggalkanku


Ck! Aku berdecak kesal!


Aku lalu berlari mengejar gilang yang langkahnya memang cepat.


******


Sekolah


Kelas 11 IPA 1


07:30 WIB


Masih sama seperti di SMP, aku tetap duduk di sebelah gilang dan akan begitu seterusnya hingga di pelaminan.


Aku tengah mencari kunci mobilku yang lupa kutaruh dimana, aku mencari ke kolong meja lalu ke tas ku hingga ke tas gilang


"Stop!"ucap gilang, aku kesal dengannya. Apa tidak ada kata lain selain stop?


"Apa gak ada kata lain selain stop?"tanyaku


"Berhenti"jawab gilang yang membuatku jengah


"Ck! Liat kunci mobil aku gak?"tanyaku pada gilang


Ia lalu merogoh saku di seragamnya dan mengelurkan kunci mobilku


"Kok di kamu?"tanya ku


"Tadi jatuh pas upacara"jawab gilang


"Kamu baik banget sih, aku jadi makin sayang sama kamu"ucapku dengan nada dibuat-buatnya lalu memeluk gilang erat.


Gilang mencoba menahannya tapi tenaga cindy memang jauh lebih kuat


"Cin, ini di sekolah"ucap gilang


"Bilang sayang dulu baru aku lepasin"ucapku


"Lanjutin aja"ucap gilang yang membuat cindy kesal dan langsung melepaskan pelukannya


"I hate you!"ucapku lalu mengambil kunci mobilnya dan pergi menuju peer groupnya.


*peer group : geng


Gilang hanya menggelengkan kepala melihat kelakuanku dan kembali belajar.


"Frenss"ucapku pada peer ku lalu melemparkan kunci mobil mercy sport ku di meja


Seluruh teman-temanku langsung membulatkan mata dan melihatku


"Oh my god! Mercy?"tanya radit


Dan!! Jangan lupakan radit, ia adalah teman SMP ku dan kami tetap bersama saat SMA.


"Of course!"jawabku dengan lagak sombong


"Ayo balapan"ucap stevan


"Gamau balapan liar! Gak level! Gue levelnya balapan di sirkuit F1"ucapku


"Halah! Bilang aja cupu"ucap stevan


"Ngomong gitu lagi tulang lo patah!"ancamku pada stevan


"Maaf maaf"ucap stevan


"Besok kita nongkrong di kemvil aja gimana?"tanya cindy


"Boleh nanti gue bawa mercy gue juga"ucap radit


Baru sedikit berbicara mengenai kegiatan besok tiba tiba guru masuk dan kamipun kembali ke tempat duduk masing-masing.


"Selamat pagi semua, ibu ada satu pengumuman penting untuk kalian"ucap wali kelas kami


"OSN akan kembali dimulai dan ibu harap kalian semua bisa ikut serta untuk seleksi agar bisa mewakili sekolah ini"sambungnya


Aku lalu menoleh pada gilang


"Kamu mau ikut apa?"tanyaku, ia lalu berpikir sebentar


"Biologi"jawabnya


"Ck! Yang lain dong biar aku bisa bareng sama kamu"ucapku kesal


"Kalau gitu kamu ikut apa yang kamu bisa"ucap gilang


"Tapi ajari aku biologi ya?"ucapku memohon pada gilang yang ia balas anggukan kepala


Aku bersorak dalam hati senang karena akan mengikuti olimpiade bersama gilang, pikiranku sudah melayang kemana-mana memikirkan bagaimana aku akan belajar bersama dengan gilang dan menjadi rival.


"Shusst"desis gilang yang membuatku tersadar dari lamunanku. Aku menoleh pada gilang dimana gilang menunjukan tatapan pada sesuatu di belakangku.


Aku menoleh ke belakang dan melihat wali kelasku tengah memperhatikanku


"Mulai ngekhayal lagi cindy?"tanya wali kelasku yang memang mengetahui kalau aku sering melamun dan mengkhayal


"Enggak kok bu, saya lagi mikirin strategi belajar nanti untuk ikut olimpiade"jawab ku yang membuat wali kelasku mengernyitkan dahi


"Mau ikut pelajaran apa cindy?"tanya nya


"Bagus kalau kamu mau berpartisipasi, semoga bisa lulus seleksi"ucap wali kelas yang ku angguki


Aku lalu menoleh pada gilang dan merangkul lengannya


"Nanti malam kita mulai belajar ya?"tanyaku


"Iya"jawabnya singkat


"Yeayyy"ucapku antusias lalu mendekatkan diriku padanya


"Stop!"ucapnya yang benar-benar membuatku jengah. Huh!


******


Istirahat


11:30 WIB


Aku dan gilang tengah berjalan berdampingan menuju kantin, seperti biasa kami selalu bersama kemanapun berada. Aku kan harus memastikan gilang ku ini tidak di dekati oleh siswi lainnya.


Aku mencoba bergandengan tangan dengan gilang namun di tepis olehnya.


"Ini sekolah cin"ucap gilang


"Kamu juga selalu alasan gitu kalau di rumah! Terus kapan kita gandengan tangan?"tanyaku kesal


"Buat apa?"tanya gilang


"Terserah lah!"jawabku lalu berjalan lebih dulu meninggalkan gilang


Aku mengharapkan gilang memanggilku namun ternyata sejauh ini aku berjalan ia tidak memanggilku, aku lantas menoleh dan melihat gilang tengah berbicara dengan hani. Aku membulatkan mataku lalu berlari menuju ke arah mereka.


"Ngapain nih?"tanyaku pada gilang dan hani


"Gue lagi ngasih tau jadwal ekskul ke gilang"jawab hani


Aku berdecak pelan, menyadari bahwa gilang dan hani memang berada di satu esktrakulikuler yang sama yakni bedah buku.


Hani pasti akan menjadikan kesempatan ini untuk modus dengan gilang dengan alasan belajar persiapan olimpiade.


"Nanti sore ya gilang bisa?"tanya hani


"Nanti sore ngapain?"tanyaku


"Ekskul"jawab hani


Aku lalu menatap gilang tajam


"Gue juga mau ikut dong"ucapku


"Tapi ini hanya untuk anggota bedah buku"ucap hani


"Kamu kan ada latihan taekwondo, cin"ucap gilang padaku


"Tapi aku mau ikutt"ucap cindy memohon pada gilang


"Nanti aku kabarin lagi hani, makasih infonya"ucap gilang lalu pergi sembari menarikku


"Gilang pleasee aku mau ikut"ucapku merengek


"Gak usah, buat apa juga? latihan taekwondo kamu lebih penting"ucap gilang


"Buat apa kamu bilang? Aku kan juga mau belajar! Aku mau bisa lulus seleksi olimpiade"ucapku


"Kamu mau ikut hanya untuk mengawasi aku supaya gak deket sama hani kan?"tanya gilang yang membuatku terdiam. Ah! Dia selalu tau rencanaku


"Kalau itu alasannya kamu gak perlu ngorbanin latihan taekwondo kamu, aku gak akan dekat dekat dengan hani. Aku sadar aku punya pacar"sambung gilang


Aku menghela nafas kesal lalu duduk di kursi koridor.


"Cin"ucap gilang lembut padaku


"Pelit"ucapku


"Aku gak mau latihan taekwondo kamu jadi korban, kamu sebentar lagi juga akan ada pertandingan"ucap gilang


"Tapi aku mau belajar juga"ucapku


"Nanti malam kan aku pasti ajarin biologi"ucap gilang


Aku masih tetap kesal dengannya, aku berharap ia melakukan sesuatu agar aku tidak kesal dengannya.


Hingga tak lama ia mulai mendekatkan tangannya pada tanganku dan mulai menggandeng tanganku.


Aku menoleh padanya tidak percaya, ia tersenyum padaku yang membuatku juga tersenyum.


Lihatlah! Semudah itu membujuk seorang cindy.


"Ayo ke kantin sebelum jam istirahat habis"ucap gilang yang kubalas anggukan kepalaku


Aku lalu bangkit dari posisiku dan mulai berjalan bergandengan tangan dengan gilang.


*****


Gedung olahraga


16:02 WIB


Aku baru saja selesai melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan. Sedari pemanasan entahlah kenapa perasaanku terus cemas mengenai gilang, aku rasa cintaku ini berlebihan padanya.


Aku melihat sekeliling dan mendapati radit yang tengah duduk di kursi tribun sembari mengetik dengan laptopnya.


Aku berlari padanya


"Radit"ucapku padanya


"Hm?"ucapnya tanpa menoleh padaku


"Ck! Nengok sini"ucapku yang membuatnya menoleh


"Ngapain?"tanyaku


"Mending lo balik deh sana latihan jangan ganggu"jawabnya yang membuatku membulatkan mata tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan


Aku menendang tulang keringnya sehingga membuatnya meringis kesakitan.


"Sakit cin"ucap radit


"Jangan kurang ajar ya ucapan lo sama gue"ucapku pada radit.


Radit memang sangat tunduk pada cindy karena berkat cindy ia sudah tidak menerima bully di sekolah.


Tidak ada yang salah dengan penampilan radit hanya saja sifat playboynya membuat seluruh siswi di sekolah kesal dan membully nya.


"Yaudah oke apa??"tanya radit


"Gilang ada di ruang bedah buku sana awasin! Gue takut dia di modusin sama hani"ucapku yang dibalas deheman oleh radit


Ia lalu menutup laptopnya dan memasukannya pada tas lalu menggendong tasnya.


Ia bangkit dari posisinya dan berjalan menuju ruang bedah buku namun belum berjalan jauh ia berteriak padaku


"Gue dukung gilang sama hani daripada sama lo nanti tulangnya bisa patah!!!"teriaknya yang membuatku kesal


Aku lalu berlari mengerjarnya dan membuatnya berlari cepat menjauh dariku.


Terserahlah!


next? or stop?