
...selamat membaca...
3 Tahun kemudian...
"Hah???! Ipk kita cumlaude lagi?"tanyaku tak percaya pada aldo sembari tertawa
"Sogokan lo mantep juga"ucap aldo sembari tertawa
"Hahahaha! Gue gak nyogok aldo sayang, gue cuma ngebantu dia untuk biaya rumah sakit anaknya"ucap ku
Ya aku memang membantu salah satu dosenku yang menjadi penanggung jawab kelas ku dan aldo untuk kebutuhan rumah sakit anak dosenku tersebut.
"Padahal mau ipk kita standar juga gak masalah lah ya"ucap aldo
"Iyaa, ujung ujungnya gue kan nerusin usaha nyokap sama bokap gue"ucapku
"Ehh ralat... ujung ujungnya gue kan akan dapet nafkah dari gilang hehehe"sambungku
"Yehhh dasar! Otak lo isinya cuma gilang doang!"ucap aldo
"Iyalahh kan gue sama dia udah tunangan jadi cowo yang hanya boleh ada di pikiran gue ya gilang"ucap ku
"Dulu gue tembak gamau! Padahal mau gue kasih mercy"ucap aldo
Hftt!!
Mengingat masa itu benar benar menyebalkan!
Aldo memang menyatakan perasaan cintanya tapi dengan gengsi selangitnya! Tidak ada romantisnya sama sekali! Apa dia tidak niat sebenarnya
"Lagian lo songong sih!"ucapku
"Kan lo tau gue orangnya gimana"ucap aldo
"Udah lah udah telat! Lagipula gue cinta nya cuma sama gilang"ucapku
"Iyadeh makan tuh cinta, sebulan nikah sama dia juga paling lo ngeluh karena gak bisa belanja sana sini"ucap aldo yang memang masuk akal juga
"Ihh jangan ngomong gitu dong! Lo harus nge support gue"ucapku
"Gue bicara fakta"ucap aldo
"Gue berharap saat lo nikah sama gilng, sifat kekanak-kanakan lo juga sifat egois lo udah hilang. Kasian gilang"sambung aldo
"Gue pengen nikah sama gilang secepaatnya"ucapku tiba-tiba yang di balas tatapan terkejut oleh aldo
"Mana bisa? Dia aja baru masuk semester 8 sama kaya kita. Perjalanan dia masih jauh banget"ucap aldo
"Bantu gue ya"ucapku dengan tatapan khas ku ketika akan menjalankan rencana baru
"GAK!!!!"ucap aldo tegas
"Kok gitu?"tanyaku dengan sedikit ekspresi kesal
"Gilang lagi sibuk sibuknya cindy! Tahun depan dia akan masuk tingkat akhir setelah itu co-***. Lo akan jadi beban buat dia"jawab aldo
"Gue gak akan jadi beban kok! Seriusan!"ucapku
"Gue sih gak akan bantu ya, terserah lo aja"ucap aldo
Ck!
"kalau gitu biar gue yang melakukan semuanya sendiri"ucapku
"Cin! Lo berlebihan, jangan kaya gini"ucap aldo
"Lo pikir gue akan dengerin lo?"ucapku sembari menatap aldo tajam karena masih kesal dengan aldo yang tidak mau menuruti permintaanku
"Gue gak akan bantu lo kalau suatu saat nanti akan ada masalah lebih besar"ucap aldo
"Gue akan tetap menarik lo ke masalah gue"ucap ku sembari menatap aldo tajam yang membuatnya sedikit tidak nyaman
Aku meletakan kartu kredit milikku di meja sembari bangun dan mengenakan tas ku
"Ambil nih buat bayar makan kita"ucapku, karena memang kami sedang berada di sebuah restaurant
"Sekalian buat kebutuhan lainnya yang gak mungkin lo minta dari orang tua lo"sambungku
Aldo memang banyak membeli berbagai hal tentang otomotif yang uangnya di dapat dari hasil menjual barang lainnya karena orang tuanya yang tidak menyukai hobby aldo ini.
"Gue bisa bayar semua sendiri"ucapnya
"Yakin gamau?"tanya ku sekali lagi
"Iya"jawabnya tegas
Aku lantas memanggil pelayan untuk memberikan kartu ini sebagai bayaran makan kami di restaurant. Tak lama pelayan itu datang sembari membawa kartu kredit ku yang sudah digesekan untuk membayar makan kami.
Aku mengambil kartu kredit tersebut lalu mematahkannya dihadapan aldo dan pelayan restaurant tersebut.
Aku meletakan potongan kartu kredit tersebut di nampan milik pelayan tersebut dan pergi berjalan meninggalkan aldo.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Bandung
Aku berjalan menyusuri sebuah daerah dimana kos an gilang berada, berada di dalam gang kecil membuatku harus berjalan kaki menuju ke kos annya. Ck! Merepotkan!
Hingga tak lama sampailah aku di kos an milik gilang, penjaga kos an tersebut memintaku untuk duduk di ruang tunggu sembari ia memanggil gilang.
"Ada apa?"tanya gilang lembut sembari duduk di sebelahku
"Aku mau tinggal sama kamu"ucapku yang membuat gilang membulatkan matanya
"Maksudnya?"tanya gilang
"Aku udah bawa koper yang berisi semua baju aku untuk tinggal sama kamu"ucap ku
"Tinggal dimana?"tanya gilang
"Gatau"jawab ku singkat
Gilang terlihat berpikir keras sembari sesekali menatap ke arah kamarnya
"Ada apa sebenarnya?"tanya gilang
"Gpp, aku cuma mau suasana baru"ucapku
"Gak mungkin kamu tinggal di sini"ucap gilang
"Aku tau"ucapku
"Aku gak punya uang untuk nyewa kos an lain"ucap gilang
Aku hanya terdiam
"Oke"ucap gilang yang membuatku tak percaya. Ia menyetujui?
"Dimana kita akan tinggal?"tanya ku
"Sewa kontrakan dulu seminggu setelah itu kita pindah ke rumah"ucap gilang yang membuatku mengernyitkan dahi
"Rumah?"tanyaku
"Aku akan jual rumah ku yang lama supaya bisa beli di sekitar sini"jawab gilanh yang membuatku tersenyum
"Makasih"ucapku
*****
Keesokan harinya
Ini adalah hari pertama ku tinggal di sebuah kontrakan yang memiliki luas seperti kamar ku di jakarta. Tak apa, aku akan melalui berbagai hal asal dengan gilang dan untuk tujuan asliku.
Aku berjalan ke luar dari kamar dan melihat gilang yang tertidur di ruang tamu, ck! Aku sudah menyuruhnya untuk tidur bersama ku tapi ia menolak.
Aku lantas berjalan menuju kamarku kembali untuk mengambil uang karena berencana mencari sarapan di luar.
Aku sangat lapar sekarang dan tidak mungkin aku memasak karena aku masih mengantuk.
Aku berjalan menyusuri daerah sini dan menemukan penjual bubur ayam yang tengah berada tak jauh dariku, aku berjalan ke arahnya
"Pak, bubur ayam dua porsi di bungkus gak pedes"ucapku
"Oke, teh"ucap penjual tersebut lalu membuatkan bubur untukku
"Orang baru ya, teh?"tanyanya
"Iya"jawab ku
"Kerja atau kuliah?"tanyanya
Ck! Sungguh basa basi yang mengganggu karena aku masih bersama rasa kantukku.
"Saya ikut suami saya kesini"ucapku, ya sesekali berbohong tak masalah
Hingga tak lama pembeli pun bermunculan dan pesananku selesai
"16 ribu, teh"ucapnya
Aku menyodorkan uang 50 ribu padanya karena aku hanya memiliki uang cash 50 ribuan dan 100 ribuan.
"Belum ada kembaliannya, teh. Masih pagi"ucap penjual tersebut
"Pegang aja dulu pak, besok saya beli bubur lagi disini"ucapku
"Ohhhh oke kalau gitu"ucap penjual tersebut
Aku lantas kembali menuju kontrakan dan melihat gilang yang terlihat sudah mandi dan duduk di ruang tamu yang menyambi ruang keluarga tersebut sembari menonton tv.
"Kamu dari mana?"tanyanya
"Beli sarapan"jawabku
"Lain kali bilang dulu ke aku"ucapnya
"Iyaa"ucapku
"Nih, aku mau ambil mangkok dulu"sambungku
Aku lantas menuju dapur untuk mengambil mangkok.
Huft!
Aku harus bisa menahan diriku di sini demi lancarnya rencanaku.
bersambung