A LOVE SO FREE

A LOVE SO FREE
22



...selamat membaca...


Keesokan harinya...


Aku terbangun dan mendapati gilang yang tengah tertidur sembari memeluk tubuhku. Woah! Dasar naif.


Jam menunjukan pukul 6 pagi dan aku langsung hendak bergegas menuju kamarku agar papah dan mamah tidak curiga. Namun belum lengkap rasanya jika aku tidak melakukan hal nekat pada gilang.


Aku melepas pelukan gilang hingga ia sedikit terusik, aku mendekatkan diriku pada dirinya dan mulai mengusap wajahnya dan mencoba untuk menciumnya. Namun belum sampai bibir kami bertautan, gilang wajahku agar berhenti.


Ia membuka matanya dan membuatku menatapnya tajam.


"Kenapa?"tanyaku


"Sikat gigi dulu sana"jawab gilang


"Enak aja! Mulut aku wangi tau!"ucapku kesal


"Morning kiss gilang"sambungku


Cuppp


Gilang menciumku sekilas lalu melepaskannya. Aku tersenyum kecil melihat gilang melakukan hal seperti itu.


"Udah sana balik ke kamar kamu, tadi malam papah kamu nyariin kamu"ucap gilang


"Okeeey"ucapku lalu pergi meninggalkan kamar gilang menuju kamarku untuk mandi dan melakukan hal lainnya.


*****


Mall


13:45 WIB


Aku dan gilang tengah berada di sebuah toko buku karena gilang ingin membeli beberapa perlengkapan untuk ospeknya. Sedangkan diriku? Tidak butuh hal seperti itu. Aku hanya akan ikut kelas pengenalan kampus dan selanjutnya memulai kegiatan kampus via online.


Aku bosan menunggu gilang yang tengah mencari berbagai kebutuhan tapi tak kunjung menemukannya, aku lantas berjalan ke arah section buku untuk mencari-cari buku yang mungkin bisa ku baca.


Aku memandangi rak yang berisi berbagai buku mengenai hal-hal yang sedikit dewasa. Aku terfokus pada salah satu buku mengenai macam-macam hal mengenai hubungan seksual suami istri. Aku tersenyum nakal melihat buku tersebut dan mulai mengambilnya lalu membayar buku tersebut.


Tentu bukan untukku tapi untuk gilang, aku kan khawatir ia akan canggung nantinya jadi aku akan beri sedikit masukan untuknya melalui buku ini.


Setelah membayar buku tersebut di kasir aku lalu kembali pada gilang yang masih berkutat mencari keperluannya.


"Habis dari mana?"tanya gilang


"Ada dehh, rahasia"jawabku


"Udah belum sih kamu?"tanyaku


"Udah nih, ayo bayar"ucap gilang lalu berjalan menuju kasir


Seusai dari toko buku, gilang lalu mengajakku untuk makan di sebuah restaurant bbq. Aku sejujurnya tidak suka untuk makan di tempat seperti ini karena benar benar self service.


Aku lebih suka makan sesuatu yang memang sudah jadi sehingga aku tidak perlu memasak apalagi membolak balikan daging, ck!


"Udah sini aku aja yang masak"ucap gilang ketika melihatku uang justru memain-mainkan daging di atas panggangan


"Hehehe makasihh gilang"ucapku sembari tertawa malu


Ketika daging tersebut masak, gilang lantas meletakannya di piringku dan kumakan dengan lahap. Rasanya...


"Enak banget!"ucapku antusias


"Iyalah kan aku yang masak"ucap gilang


"Yehh! Pede banget! Ini enak karena kita ambil paket daging yang mahal"ucapku sembari terus memakan daging buatan gilang


"Kamu udah cocok nih jadi suami aku"sambungku yang membuat gilang terkekeh


"Kok cocok? Kenapa? Karena bisa masak daging gini?"tanya gilang


"Iya"jawabku


"Masak itu basic skill, siapapun juga bisa asalkan mau aja dan gak males"ucap gilang sembari menyindirku


"Emang males"ucapku


"Gilang"ucap seseorang yang membuat kami menoleh, ck! Sonya?


"Sonya?"tanyaku


"Iya cin"jawab sonya


"Yaampun gilang, kamu apa kabar?"tanya sonya antusias bertemu gilang


Haduhhh dasar!


"Aku baik son, kamu apa kabar?"tanya gilang menanggapi sonya


"Aku baik. Oh iya gimana gilang sekarang kamu lanjut dimana?"tanya sonya


"Aku di bandung ngambil kedokteran"jawab gilang


"Woahh! Keren bangett! Cocok sih kamu kan emang pinter"ucap sonya kagum


"Kamu gimana? Lanjut dimana?"tanya gilang


"Kedokteran gigi di depok"jawab sonya


Ck! Duo pintar ini benar-benar membuatku iri saja.


"Wahh kesampaian juga ya kamu kuliah disana"ucap gilang


"Udah kepikiran belum mau ngambil spesialis apa?"tanya sonya


"Aduh masih jauh banget itu hahaha. Tapi kalau ditanya mau apa, spesialis jantung sih maunya"jawab gilang


"Kerenn banget! Sukses ya gilang! Semoga lancar kuliahnya"ucap sonya


Ck! Apa dia tidak ingin bertanya mengenai diriku?


"Iyaa gilang. Hmmm yaudah aku duluan ya"ucap sonya masih dengan senyumannya


"Iyaa"jawab gilang


Sonya pun lalu pergi meninggalkan kami tanpaa berbicara apapun denganku. Oke lah, gak masalah!


"ck! Tau gitu aku masuk kedokteran juga"gerutuku yang membuat gilang menoleh padaku


Ia merangkul pinggangku dan mulai menatapku


"Masih aja cemburu?"tanya gilang


"Bukan cemburu! Tapi iri"jawabku


"Minat kamu kan di dunia bisnis, jangan maksain diri kamu di hal memang bukan kemauan kamu"ucap gilang


"Apa aku ngambil kedokteran aja ya? Di swasta?"tanyaku


"Udah jangann, nanti malah berhenti di tengah jalan"jawab gilang


"Ck! Tapi semua perempuan yang mencoba deket sama kamu ada di bidang yang sama kaya kamu. Sonya kedokteran gigi dan sania farmasi"ucapku kesal


"Nanti pasti ketemu pas di rumah sakit"sambungku


"Kita juga bisa ketemu di rumah sakit, kamu sebagai manajer keuangannya"ucap gilang tersenyum padaku yang membuatku tersenyum


"Kenapa sih! Susah banget untuk kesel sama kamu? Hati aku kenapa gampang banget luluh"ucapku yang membuat gilang terkekeh


"Aku punya sesuatu untuk kamu"sambungku


"Apa?"tanya gilang


Aku mengambil buku tersebut dan kuletakan di meja depan gilang. Gilang terdiam sejenak memandangi judul buku tersebut dan membulatkan matanya lalu menatapku


"Cin?"tanya gilang


"Buat kamu"jawabku sambil terkekeh


"Buat apa?"tanya gilang


"Buat nanti persiapan"jawabku


"Mulai kan nakal"ucap gilang


"Pegangan nanti saat kita nikah"ucapku


"Hm"jawab gilang


"Hahahah? Kamu terima bukunya?"tanyaku tak percaya


"Iya"jawab gilang


"Hahahaha, mau langsung praktek gak? Ayo!"ucapku yang dihadiahi sentilan jidat oleh gilang


"Ck! Sakit gilang!"ucapku kesal sembari mengelus jidatku


"Otak kamu tuh bermasalah!"ucap gilang


"Kamu doang cowo yang begini! Coba aku begini di depan radit dia langsung iya tuh"ucapku


"Aku sampai lupa kalau radit akan se kampus sama kamu bahkan sejurusan"ucap gilang dengan wajah datarnya


"Iya kenapa?"tanyaku


"Dia suka sama kamu, kamu tau kan?"tanya gilang yang membuatku terkejut


"Hah? Enggak tau! Dia emang baik sama aku"ucapku


"Oh"jawab gilang datar


"Aku cuma ngingetin aja ke kamu biar gak mau di modusin sama dia"ucap gilang


"Iyaa pak dokter! Siap! Tenang aja"ucapku yang mulai mengetahui bahwa gilang sedang bersikap posesif


******


Rumah cindy


Ruang keluarga


Aku dan gilanh tengah berada di ruang keluarga sembari membereskan barang-barang milik gilang dan meletakannya di koper milik gilang.


"Lagi ngapain nih?"tanya papah dan mamah yang datang menghampiri kami. Mereka lalu duduk di sofa di hadapan kami


"Ini pah mah bantuin gilang beresin barang-barang yang baru di beli"jawabku


"Buat apa?"tanya mamah


"Ospek, tante"jawab gilang


"Kamu untuk jajan dan hidup di bandung dapet uang dari mana?"tanya mamah


"Saya ngajar les private, tante"jawab gilang


"Banyak juga barangnya, semuanya nih punya kamu?"tanya papah


"Iya om"jawab gilang


Papah mengambil asal salah satu barang di meja dimana aku membulatkan mata ketika papah mengambil buku yang ku belikan untuk gilang. Ck!


Aku melihat raut wajah papah dan mamah berubah ketika melihat buku tersebut


"Kiat hubungan seksual suami istri? Ini punya kamu gilang?"tanya papah yang membuat gilang menoleh dan memasang ekspresi wajah terkejut.


Waduh gawat!


bersambung