A LOVE SO FREE

A LOVE SO FREE
05



...selamat membaca...


Keesokan pagi...


Aku baru saja bersiap-siap membawa berbagai macam perlengkapan untuk menuju tempat pertandingan taekwondo, aku lalu turun dari kamar menuju ruang makan untuk sarapan sebelum berangkat.


Saat aku turun aku melihat sosok gilang yang tiba-tiba sudah berada di ruang makan tengah sarapan bersama papah, mamah dan lainnya.


"Kok ada dia?"tanyaku menujuk gilang


"Kamu tau cin? Gilang semalaman tidur di depan loh"ucap mamah


"Aku gak tau dan gak mau tau"jawabku yang membuat gilang menatapku bingung


"Kamu nih! Biasanya baik banget sama gilang kenapa tiba-tiba jadi ketus gini?"tanya mamah


"Udahlah mah ini hal gak penting yang terpenting untuk saat ini aku sarapan dan cuss berangkat tanding"ucapku


"Sama gilang aja ya mamah sama papah harus pergi"ucap mamah yang membuatku membulatkan mata


"NO WAY! Aku gamau!"ucap cindy


"Yaudah sendiri"ucap papah


"Papah!!!"rengekku


"Pleasee temenin cindy"sambungku


"Sama gilang kan sama aja"ucap papah


"Iya cin sama aku aja"ucap gilang


"Diem!"ucapku pada gilang


"Cin, pokoknya kamu harus pergi sama gilang. Mamah gamau kamu sendirian kesana!"ucap mamah


Aku berdecak kesal mendengar hal ini.


*****


Di mobil


Berbeda dari sebelumnya yang dihiasi berbagai gombalanku pada gilang, kali ini aku malas berbicara dengannya.


"Minggu depan aku mau tes mengemudi untuk dapet sim"ucap gilang


"Bagus kalau gitu, aku udah males selalu nyetir"ucapku


"Cin"panggil gilang padaku


"Hm"jawabku singkat


"Kamu cemburu?"tanya gilang


Aku meliriknya sekilas dan kembali fokus mengemudi


"Kamu kan tau sonya udah dari lama suka sama kamu, mana kalian sama-sama pinter lagi teruss di organisasi yang sama bahkan dulu kalian sempet deket"ucapku


"Cin, sejujurnya aku gasuka sama sikap kamu yang asal nuduh"ucap gilang padaku yang membuatku mengernyitkan dahi padanya


"Maksudnya?"tanyaku


"Udah dari lama aku mau ngomong hal ini tapi selalu aku tahan karena aku sadar dengan posisiku. Tapi, tolonglah cin kamu gak seharusnya asal nuduh apapun. Selama ini aku juga gak pernah selingkuh kan"ucap gilang


"Bisa aja, akan"ucapku


"Kamu bersikap kaya gini karena merasa sonya lebih baik dari kamu?"tanya gilang


"Ya enggak lah! Sonya gak ada apa-apanyaa sama aku"jawabku


"Kalau kamu masih kaya gini terus, aku bisa aja gak nyaman sama kamu"ucap gilang


Aku menatapnya kesal


"Kamu udah berani ngomong kaya gini karena sebentar lagi kamu akan kuliah yang jauh dan pergi dari rumah kan? Apa selama ini kamu pacaran sama aku karena terpaksa?"tanyaku


"Ubah cara pandang kamu ke orang lain, gak semua orang bisa tahan sama sikap kamu kaya gini. Aku ngomong kaya gini karena peduli sama kamu"ucap gilang


"Aku mungkin bisa tahan tapi enggak untuk orang lain"sambung gilang


Aku berdecak kesal mendengar penuturan gilang, ada apa dengan manusia ini!


*****


Lokasi pertandingan


Sesampainya di lokasi, aku lalu berjalan menuju tempatku menemui sabeum untuk briefing terlebih dahulu. Gilang berada di lokasiku untuk mengawasi barang-barangku.


Sesekali aku melirik pada gilang yang tengah sibuk menelpon entah pada siapa. Rasanya emosiku sudah membara akibat penuturan gilang di mobil.


"Paham cin?"tanya sabeum yang membuatku tersadar dari lamunanku


"Ehh iya sabeum"jawabku yang entah tidak tau apa yg barusan dikatakan oleh sabeum


"Langsung ke ruang ganti buat pakai dobok habis itu kesini, sebentar lagi kamu harus tanding"ucap sabeum yang ku angguki


"Butuh apa?"tanya gilang


"Dobok"jawabku


"Ini"ucapnya sembari memberikan dobok padakku


"Nelpon siapa?"tanyakku


"Ngomongin soal olimpiade"jawab gilang


"Hasilnya udah keluar?"tanyaku


"Iya"jawab gilang


"Aku gimana?"tanyaku


"Kita bicarain nanti aja"jawab gilang


"Oke"jawabku lalu pergi menuju ruang ganti.


Saat aku selesai mengganti pakaian, aku melihat radit yang datang menghampiriku


"Cindy!!! Semangatt!!!"ucap radit menyemangatiku


"Lo dateng? Gue pikir gak akan dateng"jawabku


"Datengg dong! Gue kan supporter lo nomor 1"ucapnya


"Semoga menang!!!"sambungnya


"Hahaha makasih"ucapku


"Paling enggak lo harus menang pertandingan ini karena olimpiade gak lulus"ucap radit yang membuatku membulatkan mata


"Hah? Gue gak lulus?"tanyaku terkejut


"Iyaa yang lulus cuma si gilang sama sonya, mereka yang akan mewakili sekolah kita"jawab radit yang membuatku membulatkan mata


Jadi dari tadi gilang tengah berbicara bersama sonya di telpon???


Mereka akan mewakili sekolah? Yang berarti akan terus bersama hingga olimpiade nanti?


Akh! Kenapa aku terlahir dengan sifat yang terlalu cemburu seperti ini? Kesalnya!


Aku lalu berlari hendak menghampiri gilang namun terlambat karena namaku sudah di panggil.


Kesal rasanya!


Sabeum memberikan ku briefing sekali lagi dan lalu mengantarku ke lapangan.


Awalnya semua berjalan lancar namun sesekali ketika melihat gilang masih menelpon dengan tawanya ingin rasanya ku habisi sonya sekarang juga.


Tanpa sadar aku justru bermain kasar pada lawanku seakan melampiaskannya pada dia hingga membuatnya tulang lengan nya cidera. Pluit di tiupkan aku lalu di keluarkan dari lapangan dan yang lebih parahnya aku lalu didiskualifikasi


"Kamu kenapa cindy?"tanya sabeum padaku, aku hanya terdiam


"Dari tadi saya banyak ngomong soal briefing kamu gak dengerin sama sekali"ucap sabeum dengan nada marahnya


Gilang berlari menghampiriku


"Cin, ada apa?"tanyanya


Aku menatapnya kesal lalu pergi menuju parkiran mobil, gilang berlari menghampiriku menuju mobil.


"Cin, ada apa?"tanya gilang


"Aku gak lulus olimpiade dan sekarang di diskualifikasi. Hebat banget"ucapku


Gilang hendak memelukku untuk mencoba menenangkanku namun ku tepis kasar


"Kamu seneng kan bisa mewakili sekolah bareng sonya untuk olimpiade?"tanyaku padanya dengan wajah kesal


"Aku memang senang bisa mewakili sekolah tapi bukan karena ada sonya"jawabnya


Aku mengeluarkan uang 300ribu di mobilku dan memberinya pada gilang


"Kamu urus kasus aku tadi, ini biaya pulang naik taxi nanti. Aku harus pergi ke suatu tempat sekarang"ucapku


"Biar aku temenin"ucap gilang


"Aku mau sendiri"ucapku


"Jadi tolong kamu keluar dari mobil ini sekarang"sambungku


Gilang menuruti perintahku lalu turun dari mobil. Selepas ia turun, aku lalu menancapkan gas meninggalkan tempat ini


bersambung


update kalo lagi ga sibuk aja hehe, soal nya udah mulai masuk sekolah juga huft, jadi pasti waktu nya untuk sekolah aja, tapi janji bakalan double up kok, kalo aku ga up terror aja ya bisa chat/wa aja


...+6285340189010...


...jangan spam chat ya, chat aja, nanti di bales kok tenang aja hehe...