A LOVE SO FREE

A LOVE SO FREE
28



...selamat membaca...


"Lusa aku ada team building bareng tim aku di lembang"ucap gilang yang membuatku menoleh padanya


"Lama?"tanyaku


"2 hari"jawabku


"Sama siapa aja?"tanyaku


"Si rekan hot couple kamu itu satu tim?"sambungku mencurigai


"Walaupun aku sama dia satu tim, dia juga udah tau kalau aku punya pacar"ucap gilang


"Emang jodoh kayanya yaa barengg teruss"ucapku menyindir


"Kalau aku sama dia jodoh, aku kasihan sama kamu yang udah rela tinggal disini sama aku"ucap gilang meledekku


"Kirim alamat vilanya ke aku"ucapku


"Iya"ucap gilang


"Naik apa kesana?"tanya ku


"Nyewa mobil"jawab gilang


"Kalau mau naik mobil aku boleh kok"ucapku


"Jangan cindy, aku gamau mobil kamu kenapa-kenapa"ucap gilang yang sudah kuketahui jawabannya bahkan sebelum ia bicara.


"Yaudahlah aku bisa apa kalau kamu udah nolak"ucapku


"Besok kalau mau nganterin aku, nganterin sampai kampus aja"ucap gilang


"Okeey! Aku pasti ikut nganterin"ucapku


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


Keesokan harinya


Aku sudah berada bersama gilang di daerah sekitar fakultasnya sembari menunggu rekan satu tim yang lain tiba.


Hingga tak lama aku membulatkan mata melihat kedatangan dua perempuan yang paling tak kusukai di tempat ini.


Hana dan sania ?? Mereka??


Aku lantas menatap gilang


"Tim kamu ini bukan cuma anak fk? Tapi farmasi juga?"tanyaku


"Bukan cuma fk farmasi tapi fkg dan kesmas juga"jawab gilang


"Kenapa kamu gak bilang?? Kalau sania juga ikut??"tanyaku sembari berdecak kesal


"Memangnya kenapa? Kamu kan udah kenal sania"ucap gilang tenang


"Yaa tapi! Dia suka sama kamu gilang"ucapku kesal


"OH MY GOD! No way! Ini mimpi buruk"sambungku


"Stop cindy jangan bertingkah berlebihan, aku disana akan terlalu sibuk untuk team building juga planning dibanding dekat sama mereka dalam hal lain"ucap gilang


"Akh! Aku akan ditinggal kamu selama dua hari dengan perasaan cemas"ucap ku pasrah


"Telepon aku kalau ada apa-apa"ucap gilang


"Minggu depan aku akan balik ke jakarta"ucapku tiba tiba yang membuat gilang terkejut


"Kenapa baru bilang?"tanya gilang


"Tiba tiba pengen aja, aku kangen rumah"jawabku


"Bukan karena hal ini?"tanya gilang


"Bukan"jawabku


Sebenarnya, alasan paling tepat karena aku merasa aku tidak bisa melakukan rencanaku. Gilang terlalu sibuk dan aku bingung kapan harus menggoda gilang?


"Gak masalah kan di kontrakan sendirian?"tanya gilang


"Hm gamasalah"jawabku


Gilang mengeluarkan dompetnya dan memberiku uang 200 ribu. Aku mengenyitkan dahi karena bingung


"Uang buat makan selama dua hari gak ada aku"ucap gilang


Aku masih saja bingung.


Kenapa dia harus memberi hal ini? Aku kan punya uang


Apalagi uang dua ratus ribu ini lumayan banyak untuknya


"Maaf kalau terlalu sedikit"ucap gilang


"Justru aku ngerasa ini terlalu banyak gilang. Gak mudah untuk kamu dapat 200 ribu dengan mudah"ucapku


"Aku ada uang sendiri kok, udah ini buat pegangan kamu disana aja. Siapa tau kamu mau beli makanan disana"sambungku


"Tenang aja, aku bawa banyak makanan juga untuk gilang"ucap sania tiba tiba menimpali ucapan kami


Aku menatap wanita itu jengah, sudah sedari dulu ia selalu berusaha dekat dengan gilang. Bahkan di laman instagramnya, ia banyak mengupload fotonya bersama gilang seakan-akan mereka memiliki hubungan spesial.


"Jangan repot-repot san"ucap gilang


"Gak masalah gilang, aku juga gak akan habis bawa makanan sebanyak ini"ucap sania sembari menunjukan tas nya yg berisi banyak makanan


Omg! Wanita ini ingin melakukan planning project atau karya wisata ??


Aku menghela nafas berat harus kembali ke kontrakan itu, ck! Aku tidak suka disana! Sepertinya aku akan menginap di hotel saja selama dua hari ini.


Ketika aku pulang ke kontrakan, aku dikejutkan dengan kedatangan radit yang berada di depan kontrakan ku


"Lo ngapain kesini?"tanyaku


"Mau main lah! Habis dari mana lo?"tanya radit


"Nganterin gilang ke kampus, dia mau pergi ke lembang sama temen-temennya"ucapku dengan nada sendu


"Terus kenapa lo sedih? Biarin aja sih! Gausah banyak ngatur lo!"ucap radit padaku


"Dia satu tim sama sania dan hana"ucapku


"Hahaha, penasaran sih siapa yang akan dapat perhatian gilang disana. Apakah sania atau hana"ucap gilang jelas membuatku kesal


"Yaa harus gue lah yang cuma boleh dapet perhatian gilang!"ucapku


"Gimana rencana lo? Udah ada anaknya gilang belum di perut lo?"tanya radit


"Susah banget buat bisa nge goda dia"ucapku sembari membawa masuk radit ke dalam kontrakan


"Sok main halus lo! Tinggal kasih aja obat tidur terus lakuin deh rencana lo"ucap radit


"Gue gamau main sendiri"ucapku


"Yang penting jadi bayi sih cin! Biar cepet nikah lo! Udah ngebet banget kan nikah?"ucap radit


"Mau sih, tapi gue gamau tinggal di kontrakan"ucapku


"Gilang tuh gak punya duit! Kecuali lo mau buat anaknya sama gue, udah pasti tinggalnya di pondok indah nanti"ucap radit yang membuatku jengah


"Ck! Ogah!"ucapku


"Kita samperin si gilang yuk"ucap radit yang membuatku menoleh padanya


"Nanti dia risih"ucapku


"Ck! Kita nyewa villa agak jauhan dari tempat mereka lah"ucap radit


"Sekalian mau liburan nih"sambung radit


"Ayo! Kalau gitu! Gue siapin baju dulu"ucapku semangat lalu bergegas menuju kamar


*****


Radit memberiku brosur untuk memilih villa karena memang kami berada di komplek yang isinya rata-rata adalah villa.


"Yang ada private poolnya aja ya?"tanya radit


"Gue gamau berenang dit, disini dingin banget"jawabku


"Terus mau yang mana?"tanya radit


Aku lantas memilih milih villa tersebut dan akhirnya memilih salah satu villa dengan taman yang luas.


"Okeee gue masuk dulu mau bilang"ucap radit kembali masuk ke tempat penyewaan villa


Selesai membayar, kami diantar menuju villa tersebut dimana aku mulai menyadari bahwa. Villa yang kupilih ternyata berhadap-hadapan dengan villa gilang.


"Radit!!!! Ini tuh di depannya villa gilang! Ck! Lo gimana sih!"ucapku kesal


"Ya mana gue tau"ucap radit tak mau disalahkan


"Ntar dia risih terus marah sama gue!"ucapku


"Udah deh gausah repot! Pagar villa kita tuh tinggi dia mana tau lo ada disitu"ucap radit


Akh! Aku pasrah saja!


Mobil kami pun memasuki villa tersebut dan aku langsung turun membawa tasku memasuki villa tersebut.


Aku berjalan jalan melihat lihat villa tersebut juga mengitari taman di villa ini yang cukup luas


"Cin!!"teriak radit padaku


"Apa?"tanyaku menghampirinya


Ia tak menjawab dan hanya menarikku menuju kamar di lantai atas. Ia membawaku menuju balkon dan menunjuk gilang yang terlihat berada di villanya


"Tuh! Calon suami lo!"ucap radit


"Wahhh! Keliatan ya?? Hahaha bagus juga lo milih disini"ucap ku yang benar benar plinplan


"Tadi aja gue di maki-maki! Sekarang bilangnya ini villa bagus"ucap radit


"Gue mau kamar ini ya! Biar bisa ngeliatin gilang terus hehehe"ucapku yang masih fokus memandangi gilang dari kejauhan


"By the way cin, bikin anak disini aja"ucap radit yang membuatku menatapnya


"Maksudnya?"tanyaku


"Gue yang ngurus! Kali ini gue setuju akan bantu lo"ucap radit


"Tapi takutt"ucapku yang entah kenapa tiba-tiba sedikit takut


"Ck! Ntar juga suka. Udah yaa serahin urusan ini ke gue"ucap radit


"Oke kalau gitu"ucapku


Aku yakin kali ini akan berhasil karena radit yang akan membantuku


bersambung