
...selamat membaca...
Aku tengah berada di ruang tv hmm aku akan menyebutnya demikian saja.
Aku tengah tersambung dengan kelas ku di macbook milikku sembari mencatat beberapa hal yang tengah di ajarkan.
"Aku mau ke kampus sekarang"ucap gilang yang membuatku menoleh padanya
"Ohh yaudah"ucapku
"Ada uang nya?"tanyaku yang justru di balas tatapan bingung oleh gilang
"Aku gak akan mau pakai uang kamu"ucap gilang
"Aku kan cuma nanya bukan bermaksud lain"ucapku
"Pulang jam berapa?"tanyaku
"Nanti jam 3"ucap gilang
"Ohh okee byee"ucapku
Gilang lantas mengambil tasnya dan mulai pergi mengendari motor miliknya menuju kampus.
Dan sekarang aku akan kembali fokus pada kuliahku, walaupun tak semuanya ku paham tapi paling tidak aku tidak bolos untuk mata kuliah.
40 menit kemudian, kelasku pun selesai dan aku akan kembali bergabut di rumah ini.
Apa yang akan aku lakukan sekarang?
Aku berjalan menuju dapur untuk melihat-lihat apakah aku bisa memasak disini? Namun aku menyadari bahwa di dapur ini benar benar kosong. Jika begini aku tidak akan bisa memasak. Hanya ada penanak nasi otomatis saja.
Aku mulai berpikir untuk membeli beberapa keperluan rumah, yaa menyicil sembari adanya rumah baru milik gilang nanti.
Aku mengambil tas ku yang berwana nude pink dengan logo dua huruf G lalu mengambil sendal ku yang memiliki logo H di atasnya.
Aku berkaca sebentar melihat penampilanku yang kubuat se sederhana mungkin, aku hanya mengenakan kaus dengan logo hati kecil berwarna merah di bagian dada, tas dan sendal. Sangat simple bukan.
Tokk tokk
Aku menoleh ke arah sumber suara dan berjalan mendekatinya, aku berpikir... siapa yang datang ya?
Ketika ku buka pintu itu, nampaklah sosok radit dengan setelan santainya namun tetap dengan brand mahalnya.
"Loh? Ngapain?"tanyaku pada radit
"Pulang aja deh ya cin, yakin lo mau tinggal disini?"tanya radit
"Iya"jawabku
"Udah deh mending pulang aja"ucap radit
"Lo ngomong gitu supaya gue batalin rencana gue kan? Enak aja! Gak akan!"ucapku tegas
"Bukan soal itu tapi soal kondisi disini aja, emang betah tinggal disini? Nyokap lo tuh nanyain gue mulu soal lo yang tinggal dimana sama gilang"ucap radit
"Terus lo jawab apa?"tanyaku
"Gue berbohong, gue bilang aja lo tinggal di apartement mahal. Lagian ya kalau lo tinggal disini yang ada nyokap lo dateng kesini dan nyeret lo pulang dengan helikopter sewaannya"ucap aldo dengan nada dramatisnya
Ahh... iya juga dan itu mungkin terjadi, karena waktu papah di semarang dan tidak menjawab kabar dari mamah 2 hari. Mamah langsung menyewa helikopter untuk mendatangi papah. Dan benar benar terjadi keributan.
Aku bergidik membayangkan hal itu terjadi padaku! Oh no!!!! Gamauu!!!
"Udah deh lo terusin aja bohongnya! Gue gamau nyokap guee heboh kesini"ucapku
"Ck! Susah ngomong sama lo"ucap radit lalu melihat penampilanku
"Ini lo mau kemana?"tanya radit
"Beli kompor"jawabku yang membuat radit tertawa
"Wow! Kagett lohh seriusan"ucap radit menyindirku
"Ck! Berisik! Ayo lo mau ikut atau gak?"tanyaku sembari keluar dari rumah dan mengunci pintu rumah tersebut
"Boleh! Kita naik taxi aja"ucap radit yang ku angguki
Kami berjalan keluar dari kontrakan setelah mengunci pintunya dan melihat beberapa orang yang mulai menatap kami. Aku mengernyitkan dahi, ada apa?
Aku melihat beberapa tatapn mereka yang menatap kami dari atas hingga bawah.
Apa masih berlebihan penampilanku? Aku hanya melemparkan senyum pada mereka yang dibalas senyuman canggung oleh mereka.
Aku memang tidak menyewa kontrakan di kawasan yang cukup bagus hmm semoga kalian paham. Yaa setidaknya aku sudah berusaha menyamakan diriku dengan yang lain.
******
Sore harinya
Aku meletakan beberapa alat dan bahan masakan di meja dapur.
Aku membeli kompor portable listrik untuk memasak, aku juga membeli beberapa piring, mangkuk, pisau, alat makan dll.
Selain itu aku juga membeli beberapa bahan makanan seperti sayur, ikan, ayam, bumbu dapur dan beberapa buah-buahan.
"Assalamualaikum"ucap seseorang dari luar rumah
"Waalaikumsalam"sautku
Aku berjalan menuju pintu utama dan membukanya, aku mendapati gilang dengan wajah kusutnya. Ya pasti melelahkan untuknya.
"Capek ya?"tanyaku yang di angguki gilang
Ia lantas duduk di sofa ruang tv sembari meletakan tas dan beberapa bukunya.
"Tadi siapa yang dateng?"tanya gilang yang membuatku mengernyitkan dahi
"Hah?"tanyaku
"Ada cowo yang dateng kan kesini tadi"ucap gilang
"Ohhh itu si radit"ucapku
"Ngapain?"tanya gilang
"Ya nanya kabar ajaa sama nemenin aku ke mall"jawabku
"Kamu ke mall ngapain?"tanya gilang
"Aku tadi beli kompor"ucapku yang membuat gilang mengernyitkan dahi
"Kenapa kamu gak bilang dulu kalau mau pergi"ucap gilang
"Kan bareng radit jadi aman"ucapku
"Berapa harganya? Biar aku ganti, sekalian nanti kompornya di bawa ke rumah baru"ucap gilang
haduh!
"Mmm gausahlah"ucapku
"Udah gpp, berapa?"tanya gilang sembari mengeluarkan dompetnya
"Portable induksi yang pakai listrik cuma beli yang single"ucap ku
Gilang mulai mengernyitkan dahinya
"Berapa harganya?"tanya gilang
"1,5 juta"jawabku yang membuat gilang membulatkan matanya
Gilang terdiam sejenak sembari memasukan kembali dompetnya
"Aku ganti bulan depan aja ya"ucap gilang
"Gausah di ganti, gak masalah"ucapku
"Gpp bulan depan pasti aku ganti"ucap gilang yang ku angguki walaupun aku tau sulit untuk dia menggantinya
"Aku mau masak tapi kayanya listrik kita kurang deh, kamu mau beliin tokennya dulu gak?"tanyaku
"Ohh yaudahh aku mau ke minimarket sekarang"ucap gilang yang ku angguki
Ia lantas kembali keluar menuju motornya masih dengan baju kuliahnya untuk membeli token listrik di minimarket
*****
Gilang memperhatikan lekat makanan yang kubuat. Ia terlihat menghela nafasnya pelan dan lalu menatapku.
"Mulai besok kalau mau beli apa-apa minta uangnya ke aku"ucap gilang
"Loh kenapa?"tanyaku
"Kamu kan sekarang tinggal sama aku"ucap gilang
"Selain itu, kamu juga harus ngomong kalau mau pergi kemana-mana"sambung gilang
"Tadi kan sama radit jadi gak masalah"ucapku
"Kamu tau? Kamu diomongin sama orang orang disini?"tanya gilang yang membuatku membulatkan mata
"Hah? Kenapa?"tanyaku terkejut
"Karena bawa cowo lain. Cindy! Orang-orang disini ngiranya kita suami istri dan kamu bawa cowo lain masuk ke rumah ya pasti jadi bahan gosip orang-orang disini"ucap gilang
"Tadi waktu aku baru sampe, ada ibu ibu ngomong ke aku soal kalian"sambung gilang
"Mereka ngomongnya gimana?"tanyaku
"Mereka bilang 'kang, itu istrinya tadi ada bawa cowo. Saudaranya apa bukan? Tapi kok mesra?'"ucap gilang
"Dasar! Dibumbui lagi!"ucapku
"Mesra gimana sih? Kalian pelukan?"tanya gilang dengan tatapan menyelidik
"Enggak tuh biasa ajaaa kaya biasaa gilang, mereka aja yang lebay"jawabku
"Bisa kan mulai besok ga usah bawa radit kesini?"tanya gilang
Aku menatapnya lekat sejenak lalu menganggukan kepala
"Oke"jawabku
Gilang mulai memakan makanannya dan berhenti sejenak ketika menyadari sesuatu.
"Habis berapa belanja makanan kaya gini?"tanya gilang
"Murah kok"jawabku
"Panseared salmon dan caesar salad ?? seberapa murah"tanya gilang
"Kamu kan butuh banyak nutrisi biar makin pinter"ucapku
"Tadi salmonnya diskon"sambungku mengada-ngada
"Makan malam aja bisa 300 ribu lebih"ucap gilang tak percaya melihat makanan di depannya
"Santai ajaa, kan yang kekuras uangnya itu aku "ucapku
"Yaudah deh makan aja dulu, kita omongin nanti aja"ucap gilang lalu memakan makanan yang kubuat.
Ia terlihat sangat lahap memakannya huh! Padahal dia suka tapi gengsi untuk bilang mau.
Selesai makan, gilang dengan inisiatifnya langsung mencuci seluruh piring yang sudah di gunakan.
"Gilang, nanti tidur sama aku kan?"tanyaku
"Iya"jawabnya
"HAH? Iya?"tanyaku tak percaya
"Hm"jawabnya yang membuatku langsung menariknya segera ke dalam kamar
"Tumben mau"ucapku
"Ohhh atau ada maunya??"tanyaku dengan nada menggoda
"Enggak! Kamu nih mikirnya macem macem"ucap gilang menyangkal
"Kalau mau juga gpp kok"ucapku
"Enggak"ucap gilang
"Aku kan tidurnya juga di bawah"sambungnya
"Ck! Nolak nolak"sindirku pada gilang
"Cin, jangan beli hal hal mahal kaya gitu lagi. Apalgi cuma untuk makan aku. Aku gamau orang tua kamu tau kalau kamu disini justru ngebiayain hidup aku"ucap gilang
"Mereka gak akan tau"ucapku
"Tapi aku gamau, kamu kan mau tinggal sama aku berarti kamu harus mengikuti segala aturan aku"ucap gilang
"Aturan apa?"tanyaku
"Jangan beli hal yang mahal-mahal"jawab gilang yang membuatku mengernyitkan dahi
"Maksud aku, jangan beliin aku hal yang mahal-mahal. Kalau itu untuk kamu sendiri ya bebas aja"sambung gilang
"Oke fine! Mulai besok aku ikutin gaya hidup kamu ini"ucapku
Ck!
Kesalnya!
Jika aku mengikuti gaya hidupnya, bisa-bisa aku stress berada disini.
Padahal aku sudah berpikir banyak untuk membeli berbagai hal. Salah satunya tv! Aku butuh smart tv seperti di rumahku agar bisa menonton serial netflix!!!
Aku juga butuh kamar mandi dengan shower agar tidak perlu menunggu bak mandi yang kecil itu penuh.
Radit benar soal semuanya! Aku memang tidak betah berada disini.
bersambung