
...selamat membaca...
Aku terbangun dari tidurku karena mendengar suara dari arah di depanku. Aku mengerjapkan mata dan melihat gilang yang sudah memakai baju nya.
"Udah bangun?"tanya gilang
"Hm"jawab ku singkat
"Aku harus ke kampus dan pulang nanti jam 2. Gak masalah kan? Atau mau ikut ke kampus?"tanya gilang
"Nanti aku akan jemput kamu, kamu mau aku anterin ke kampus?"tanya ku
"Gak perlu, aku mau naik transportasi umum aja. Aku udah pesenin sarapan ke pelayanan hotel buat kamu"ucap nya sembari berjalan ke arah ku
Ia mendekatkan wajahnya lalu mengecup kepala ku.
"Bau"ledek nya sembari terkekeh
"Ihh!! Enak aja!"ucap ku menyangkal
"Hahaha bercandaa"ucap gilang
"Dimakan ya sarapannya"sambung gilang
"Tadi malem kita gak jadi"ucapku
"Gitu aja udah cukup"ucap gilang
"I love you"ucap ku yang di balas kecupan bibir oleh gilang
"Yaudah ya aku mau ke kampus dulu"ucap gilang
"Iyaaa"ucapku lalu beranjak berdiri menuju gilang yang tengah berjalan menuju pintu
Gilang lalu membuka pintunya dan keluar dari kamar dimana aku melambaikan tangan atas kepergiannya.
*****
14:15 WIB
Fakultas kedokteran
Aku tengah berada di kantin fakultas sedang memakan makanan yang baru saja ku beli. Aku tengah menunggu gilang yang tak kunjung datang
Aku terus memakan sate ku hingga akhirnya melihat gilang yang tengah berjalan ke arahku. Ia lalu duduk di depanku
"Udah lama ya nunggunya? Maaf ya maaf"ucap gilang
"Its okayy"ucap ku sembari tersenyum
"Udah makan?"tanyaku
"Belum, aku mau pesen makanan dulu ya"ucap gilang
"Oke"ucap ku
Gilang lalu beranjak menuju sebuah stand penjual gado-gado dan kembali sembari membawa makanannya.
"Wii makan sayur"ucap ku
"Mau?"tanya gilang
"Udah kenyang"jawab ku
"Mau sate aku gak? Aku kenyang nih"sambungku
"Sini boleh"ucap gilang
Aku lantas memberikannya beberapa tusuk sate ku padanya
"Jarang jarang makan sate"ucap gilang yang membuatku mengernyitkan dahi
"Loh? Kenapa?"tanyaku
"Mahal sayang banget duitnya, mending beli yang lain lebih murah"jawab gilang yang membuatku sedikit sedih
Aku jadi merasa seperti manusia yang kurang bersyukur jika melihat gilang sekarang, karena aku termasuk sulit untuk makan jika tidak makan makanan yang kusukai.
"Aku gak bermaksud apa-apa, aku cuma mau kamu gak kesulitan disini"sambungku karena takut gilang berpikir macam-macam
"Aku paham maksud kamu baik, tapi aku bisa membiayai diri aku sendiri disini. Aku tau gimana caranya mengeluarkan uang dengan baik disini"ucap gilang
"Iya gilang itu benar, terlihat dari pilihan kos an kamu yang satu kamar isinya 3 orang"ucap ku yang tiba-tiba ingin membicarakan mengenai hal ini. Aku benar benar tidak berpikir bahwa gilang menjadi sesulit ini di bandung.
"Apa kamu bisa fokus belajar kalau dalam satu kamar yang gak cukup luas itu berisi 3 orang dimana 2 orang lainnya kamu bilang cukup berisik"sambungku
"Aku biasanya belajar di luar, ga mungkin aku protes ke mereka karena dibanding patunganku, patungan dari mereka lebih besar walaupun sedikit"ucap gilang
"Gilang, aku gabisa liat kamu gini. Aku sedih"ucapku sendu
"Aku gpp cindy, semua baik-baik aja. Udah ya jangan di pikirin"ucap gilang sembari tersenyum padaku
"Kalau butuh apa apa, aku mohon kamu jangan sungkan untuk minta bantuan aku"ucapku
"Iyaa sayang, makasih ya"ucap gilang
"Aku gak se kesulitan itu kok, yayasan beasiswa aku kan juga ngasih uang bulanan"sambung gilang
"Iyaa uang bulanan yang cuma 500 ribu itu, dapet apa sih gilang 500 ribu sebulan? Kamu harus bayar kos an 200 ribu terus biaya makan juga bensin apa iya bisa dengan 300 ribu?"tanya ku
"Bisaa cindy, coba liat aku. Buktinya sampai sekarang semua berjalan baik baik aja kan"ucapnya mencoba menenangkan ku
Aku benar benar khawatir dengan keadaan gilang sekarang.
"Udah ya ga perlu mikirin hal kaya gini, aku baik baik aja disini"ucap gilang mencoba meyakinkan ku
"Huftt... oke"jawab ku pasrah
*****
Malam harinya
Hotel
Aku tengah memandangi gilang yang terlihat frustasi dengan tugasnya karena ekspresi wajahnya menjelaskan semuanya.
Ia terkadang berdecak dan sedikit kasar pada laptopnya seperti stress dengan tugasnya.
"Tugasnya susah?"tanya ku yang membuat nya menoleh padaku
"Iya"jawab nya singkat
"Mau aku bantu?"tawar ku
"Tinggal sedikit lagi"jawabnya
"Oke"ucapku
Aku masih terus mengawasinya hingga ia mulai selesai dengan tugasnya, ia meletakan laptop di meja dan mulai menyederkan kepalanya pada sofa.
Aku berjalan menghampiri gilang yang tengah berada di sofa lalu duduk di depannya lebih tepatnya di bawahnya.
Aku mengelus pelan kedua paha milik gilang hingga ia sedikit terkejut dan mengernyitkan dahinya melihat keberadaanku.
"Kamu ngapain?"tanya gilang
Aku tidak menanggapinya, tanganku bergerak menuju ujung celana gilang dan mencoba membukanya.
"Stop! Cin!"ucap gilang tegas
"Aku gak akan rugi disini, aku cuma mau membuat kamu sedikit rilex"ucap ku yang membuat gilang sedikit bingung, sepertinya ia masih belum connect dengan ucapan ku
Aku mencoba membukanya namun lagi lagi gilang menahannya
"Aku gamau kamu kenapa kenapa"ucap gilang
"Aku gak akan kenapa kenapa, trust me okay?"ucap ku
sisanya hanya Tuhan dan authority yang tau hahah sorry 😓😩
bersambung