7 D.R.E.A.M

7 D.R.E.A.M
Episode 6.



Episode Sebelumnya..


"Ih, ALFIAN! KEMBALI KAU! ALFIAN!!" teriak Mira saat melihat lawan bicaranya telah kabur.


Emily yang masih mendengarkan ocehan keduanya di telepon, hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil. Setelah itu ia langsung mematikan ponselnya secara sepihak, karena Mira pun sepertinya sudah lupa jika dirinya masih terhubung dengan Emily.


Gadis itu pun kembali meletakkan ponselnya di atas kasurnya dan segera keluar menuju dapur karena perutnya yang sudah tidak dapat diajak kompromi lagi.


Setelah sampai di dapurnya. Emily pun langsung membuka kulkas sembari melihat apakah ada bahan-bahan yang bisa ia masak untuk makan malamnya. Dan ternyata terdapat telur serta Nasih instan yang terlihat di kulkasnya.


Tanpa menunggu lama, Emily pun langsung mengambilnya untuk di jadikannya nasi goreng saja, karena bahan-bahan dapurnya hanya ada dua bahan itu saja.


"Yaudah, masak nasi goreng saja. Besok aku akan ke supermarket untuk belanja bulanan." ucapnya sembari mempersiapkan bahan lainnya yang ingin di masak nasi goreng.


****


Keesokan paginya, di rumah Riana. Gadis itu sudah siap dengan segala bawaannya yang akan gadis itu bawa ke kampus. Setelah selesai dengan semuanya, gadis itu pun langsung turun ke bawah di mana kedua orang tuanya sudah menunggunya di meja makan.


"Pagi pa, ma." sapa-nya saat sudah duduk di kursinya.


"Pagi sayang," balas kedua orang tuanya dengan serentak.


"Bagaimana tidurnya, nyenyak?" ucap sang papa saat melihat putrinya sedang memilih menu sarapannya. Dan akhirnya gadis itu mengambil selembar roti yang akan menjadi menu sarapannya bersama selai coklat yang telah menjadi favoritnya.


Riana pun mengangguk saat sang papa menanyakan hal tersebut. "Iya, pa. Tidurku nyenyak."


"Syukurlah, kalau memang begitu." ucap sang papa yang juga mendapat anggukan kepala dari sang istri.


Di saat bersamaan mereka menyantap sarapannya. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari arah pintu masuk. Spontan, ketiganya pun menoleh saat mendengar ketukan pintu tersebut. Lantaran, meja makan dengan ruang tengah berdekatan dengan dapur. Alhasil, mereka dapat mendengar ketukan ataupun ucapan salam dari arah pintu tersebut.


Mengetahui siapa yang datang. Riana sedang senang langsung tersenyum dan segera berlari menuju ke arah pintu untuk membukakannya. Dan disaat pintu itu terbuka, gadis itu kembali menyunggingkan senyumannya.


"Dimas, ayo masuk!" ucapnya saat tahu yang datang adalah dimas—sang kekasih. Ia pun langsung mempersilahkan laki-laki itu untuk masuk, dan mengajaknya untuk sarapan bersama dengan kedua orang tuanya.


"Dim, kamu mau yang mana, nasi goreng apa roti?" tanya Riana saat keduanya sudah berada di meja makan.


Dimas yang memang sudah biasa berada di situasi seperti itu hanya menoleh ke arah Riana dan beralih ke arah makanan yang terpampang di hadapannya.


"Aku samakan saja sama punya kamu," balasnya, sembari kembali menatap sang kekasih dengan senyuman lembutnya.


Riana pun mengangguk dan mengambilkan dua lembar roti di sertai olesan selai coklat. Dan langsung meletakkannya pada piring Dimas yang berada di depan laki-laki itu.


"Makanlah." ucap gadis itu sembari meletakkan roti buatannya itu pada Dimas.


"Makasih." balas Dimas sembari tersenyum dan langsung mengambil roti buatan kekasihnya itu dan langsung memakannya dengan pelan.


mereka semua akhirnya melanjutkan sarapannya dengan obrolan kecil yang mereka saling lontarkan dengan tawa.


Riana yang memang selesai lebih dulu, membereskan piring dan gelas sarapannya untuk di cuci. Setelah selesai, gadis itu kembali duduk di meja makan sembari menunggu sang kekasih selesai dengan sarapannya.


Sembari menunggu, gadis itu mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya dan langsung memotret laki-laki yang ada di depannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan sang laki-laki itu. Dan dengan cepat mengirimkannya kepada sang sahabat yaitu Emily.


Iya, gadis itu mengirimkannya ke Emily dengan tulisan 'Dia sangat tampan, bukan mil?' lalu, segera menekan tombol kirim. Lalu, dengan tersenyum Riana langsung menatap wajah kekasihnya yang sedang asyik mengobrol dengan kedua orang tuanya.


Sedangkan di apartemen Emily. Gadis itu melihat foto yang dikirimkan oleh Riana kepadanya. Foto yang menunjukkan laki-laki yang sedang tertawa dengan roti yang berada di tangannya. Emily hanya bergeming saat melihat sosok laki-laki di dalam foto tersebut. Lalu, sedetik kemudian. Gadis itu langsung meletakkan ponselnya ke dalam tasnya dan segera keluar untuk menuju ke kampusnya.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...