
Episode Sebelumnya..
"Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Dimas memohon sembari terus memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
Riana pun lantas melepaskan pelukan tersebut dan berkata. "Sudah terlambat Dim! Aku sudah memutuskan untuk pergi saja."
"Tidak sayang! Aku tidak mau Riana! Aku gak mau kita putus! Aku mencintaimu Riana."
"Kamu mencintai Emily, bukan aku!" ucap Riana dengan air mata yang terus mengalir di wajah cantiknya.
Dimas menggelengkan kepalanya. "Aku mohon jangan lakukan ini Riana. Aku tidak mau hubungan ini berakhir seperti ini. Aku mohon maafkan aku."
"Kita memang lebih baik berteman seperti yang lainnya. Aku pergi." setelah mengucapkan perkataannya. Gadis itu melepaskan tangan Dimas dan pergi meninggalkan laki-laki itu yang kini sudah meneteskan air matanya.
"Maafkan aku Riana, maafkan aku! Aku salah!" ucapnya dengan sesenggukan.
Riana pun berlari sekencang-kencangnya keluar dari tempat itu. Dan terduduk di bawah yang ada di taman. Ia menopangkan tangannya di atas lututnya dan menenggelamkan wajahnya di sana agar orang yang berlalu lalang tidak melihatnya menangis.
****
"Hai." ucap Alfian saat laki-laki itu sudah duduk di samping Emily.
Emily pun tersenyum kecil dan meletakkan tasnya di atas dan mengedarkan pandangannya mencari Mira yang tidak ada di sana. "Loh! Fin, Mira mana, kok gak ada?"
"Oh, Mira katanya lagi mau ketemuan sama temannya dulu." jawab Alfian sembari tersenyum pada Emily.
"Teman?" tanya Emily mengernyitkan keningnya.
Alfian mengangguk. "Iya temannya."
"Em, begitu. Yaudah!" ucap Emily singkat. Ia tidak ingin mengambil pusing tentang sahabatnya itu.
"Em... Emily." panggil Alfian setelah beberapa saat keduanya terdiam. Dengan Emily yang mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh dosennya.
"Kenapa Fin?" tanya Emily tanpa mengalihkan pandangannya. Ia tetap fokus mengerjakan tugas yang diberikan, sembari kadang menoleh sebentar pada lawan bicaranya.
"Siang nanti pas pelajaran pak Doni selesai, kita ke Kafe yuk!" ajak Alfian saat gadis itu membuka satu demi satu lembaran kertas yang ia kerjakan.
Mendengar perkataan sahabatnya. Emily pun langsung menoleh ke arahnya. "Kafe?"
Alfian mengangguk sembari mengambil ponselnya dan menunjukkan Kafe yang baru saja buka beberapa hari yang lalu itu kepada gadis itu. "Ini loh! Kamu tau gak? Ini Kafe-nya baru di buka beberapa hari yang lalu."
Emily kembali menoleh saat Alfian menunjukkan foto kafe yang baru saja di katakan nya itu. Dan Emily menggelengkan kepalanya. "Aku gak tau."
"Jadi, mau gak kesana?" tanya Alfian sembari menyimpan ponselnya ke dalam saku celananya.
Emily tampak terdiam dan berfikir sejenak. Setelah beberapa saat gadis itu pun berucap. "Yang lain ikut nggak?"
Emily pun fokus kembali pada tugas-tugas kuliahnya pun, menghentikan aktivitasnya. Lalu, menatap Alfian yang sedang menunggu jawaban darinya. Dan seketika itu juga Emily teringat dengan ucapan Dimas tempo hari.
(Di episode 8)
"Jangan terlalu dekat dengan Alfian."
Emily yang mendengar perkataan laki-laki itu tampak mengerutkan dahinya. "Apa maksudmu?"
"Aku tidak suka, jika kamu terlalu dekat dengan Alfian Mil."
Emily hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Apa sih maksud kamu, aku gak ngerti? Kenapa kamu malah melarang aku dekat-dekat dengan Alfian?"
"Karena aku tidak suka!"
"Lalu, apa hubungannya dengan kamu yang melarang aku dekat-dekat sama Alfian? Alfian itu sahabatku! Sahabat kamu dan yang lainnya juga. Lalu, kenap-" ucapan Emily terpotong oleh laki-laki yang berada di sampingnya itu.
"Karena dia suka sama kamu Mil."
Kata-kata itulah yang terlintas di benaknya saat laki-laki di sampingnya itu mengajaknya ke sebuah Kafe hanya berdua. Emily juga sempat melihat Alfian yang terus menunggu jawabannya sembari terus menyunggingkan senyuman.
Emily pun dengan cepat menggelengkan kepalanya dan membuang pikiran negatifnya. "Em."
"Iya?" Alfian mengangguk kecil seakan berharap ajakannya di terima oleh Emily.
"Maaf ya Alfian. Bukannya aku gak mau. Tapi, karena tugas-tugas kuliah ku belum ku kerjakan. Jadi... maaf ya. Kamu ajak saja Mira atau yang lainnya agar bisa menemani kamu ke Kafe itu." ucap Emily bohong. Sebenarnya tugas-tugas yang diberikan oleh dosennya hampir selesai dikerjakan.
Mendengar penolakan dari Emily. Alfian yang awalnya full senyum tiba-tiba langsung luntur. Oh, begitu ya?" ucapnya. Ada rasa kecewa saat gadis itu menolak ajakannya.
"Maaf ya, Fin." ucap Emily dengan suara kecil.
Alfian pun mengangguk sembari mengambil tasnya. "Gak apa-apa kok. Em, yaudah! Aku mau jemput Mira dulu ya."
Emily pun mengangguk. "Iya."
.
.
.
...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....
...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...