7 D.R.E.A.M

7 D.R.E.A.M
Episode 21.



Episode Sebelumnya..


Emily pun langsung melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Dimas yang sudah mengikutinya dari belakang. Hingga keduanya pun sudah sampai di kantin sekolahnya. Dimas pun mempersilahkan gadis itu untuk duduk di kursi yang sudah laki-laki itu siapkan.


"Kamu mau makan apa sayang? Biar aku yang pesankan." tanya Dimas saat Emily sudah duduk di kursinya.


"Aku bakso dan es teh manis aja." ucap Emily.


"Baiklah! Kamu tunggu di sini dulu." Setelah mengatakan hal itu. Dimas pun langsung berlari ke arah tempat jual bakso dan memesan makanan yang di pesan oleh kekasihnya itu.


Setelah beberapa menit. Laki-laki itu pun datang dengan membawa nampan yang berisi dua mangkuk bakso dan dua es teh manis itu di atas meja.


"Kamu pesan bakso juga?" tanya Emily saat melihat pesanan mereka sama.


Dimas pun mengangguk. "Hooh. Biar samaan aja sama kamu."


"Dih!"


"Yaudah ayo makan. Nanti keburu dingin."


****


Satu bulan kemudian. Sejak keduanya makan siang di kantin terakhir kali. Dimas maupun Emily sudah tidak berkomunikasi lagi secara langsung. Kekasih dari gadis itu sudah tidak pernah datang lagi ke rumahnya untuk menjemput gadis ataupun mengajaknya keluar jalan-jalan di waktu weekend.


Laki-laki itu tiba-tiba hilang tiba-tiba bagaikan ditelan bumi. Hilang kabar, dan hilangnya laki-laki itu membuat Emily gelisah terhadap kekasihnya itu.


Sejak itulah laki-laki itu menghilang. Meninggalkan rumahnya tanpa memberitahu gadis itu. Dan saat Emily mengetuk pintu rumah Dimas hanya kesunyian yang ada di sana. Emily pun terlihat berkaca-kaca.


"Dimas, kamu dimana? Kenapa kamu pergi tanpa memberitahu aku? Hiks!" lirih gadis itu dan menitikkan air matanya. Gadis itu akhirnya menangis tepat di depan rumah sang kekasih.


"Kamu di mana Dimas? Kenapa ninggalin aku saat aku membutuhkan keberadaan mu." sambungnya lagi. Gadis itu menumpahkan air matanya dengan kembali mengetuk pintu rumah itu. Dirinya berharap kekasihnya hanya berpura-pura untuk mengerjai dirinya.


"Dimas aku mohon jangan seperti ini. Jika kamu marah kepadaku, katakan saja padaku, apa yang salah. Aku akan segera memperbaikinya. Tapi jangan pergi tanpa kabar seperti ini . Hiks! Jika pun kamu ingin pergi setidaknya beri tau aku." isak tangisnya terdengar lirih. Gadis itu berharap kekasihnya akan datang.


"Aku mohon Dimas. Hiks!"


Di saat gadis itu menangis di depan rumah sang kekasih. Terlihat seorang laki-laki berada di balik pagar putih itu sedang mengepalkan kedua tangannya dan terlihat juga ada bulir-bulir air mata yang hendak turun ke pipinya.


"Maafkan aku Emily. Maafkan aku! Ini semua demi kebaikan mu juga."


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...