7 D.R.E.A.M

7 D.R.E.A.M
Episode 19.



Episode Sebelumnya..


"Ayo nak! Nak Dimas sarapan yang banyak ya biar punya tenaga yang ekstra sudah belajarnya semangat!" ucap ibunda Emily dengan memberikan nasi goreng ke piring laki-laki itu.


"Makasih Tante." ucap Dimas saat wanita paruh baya itu meletakkan piring berisi nasi goreng di depannya.


Dimas melihat piring Emily yang masih kosong. Lalu, menatap wajah sang kekasih yang terdiam sembari menundukkan kepalanya. Laki-laki itu juga melihat Emily mengeratkan genggamannya pada rok seragam sekolahnya.


"Loh! Kok bengong nak Dimas? Ayo di makan nanti keburu dingin loh nasi gorengnya." ucap wanita paruh baya itu.


"Iya Tante. Tapi piring Emily masih kosong?" ucap laki-laki itu dan membuat Emily yang berada di sampingnya tersadar lalu menatapnya.


"Dia bisa ambil sendiri kok! Sudah besar juga, jangan manja!" ucap sang ibunda.


Emily yang tampak tersenyum itu berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan sang kekasih. "Iya, Dim. Kamu makan saja sarapannya. Aku bentar lagi juga bakal ambil."


Dimas yang melihat mata kekasihnya yang berkaca-kaca hanya terdiam. 'Ada yang aneh?'


****


"Tante, Om. Kalau begitu saya pamit berangkat dulu." pamit Dimas pada kedua orang tua Emily. Laki-laki itu pun langsung mencium tangan kedua orang tua gadis itu.


"Iya, hati-hati di jalan ya nak." sahut wanita paruh baya itu tersenyum hangat pada anak laki-laki di hadapannya itu, begitu pun sang suami.


"Bun, Yah aku pamit dulu ya." kali ini Emily sang anak yang bersahut dan ingin meraih tangan sang kedua orang tuanya untuk ia cium. Namun, hal itu tidak terjadi. Karena sang kedua orang tuanya tidak menghiraukan atau mengabaikan tangan sang anak yang sudah mengulurkan tangannya.


Karena merasa tidak ingin sang kekasih melihatnya. Emily pun langsung membalikkan badannya dan segera keluar dari rumahnya dengan Dimas yang sudah memegang lengannya menuju ke arah motornya.


Emily pun tampak diam saja saat sang kekasih memasangkan helm untuknya. Dimas pun tau akan hal kejadian yang baru saja di lihatnya. Namun, laki-laki itu memilih untuk pura-pura tidak tahu agar kekasihnya tidak merasa sedih.


Dimas pun kemudian menepuk pelan pundak Emily yang masih melamun, hingga gadis itu tersadar dari lamunannya. "Yuk! Kita berangkat."


Emily pun mengangguk dan langsung naik ke motor Dimas. Gadis itu duduk di jok belakang sembari memegang baju belakang laki-laki itu. Saat motor itu telah dihidupkan Dimas memiringkan kepalanya melihat ke arah belakang.


"Sudah siap?" tanyanya laki-laki itu.


Emily pun hanya mengangguk. "Em."


Sehingga beberapa saat kemudian. Keduanya pun sampai di sekolah mereka. Keduanya pun turun dengan Emily yang lebih dulu turun.


"Emily helmnya jangan di buka dulu!" ucap Dimas menyuruh gadis itu untuk tidak membuka helm yang di pakainya.


"Kenapa?" tanya Emily bingung. Saat gadis itu hendak membukanya.


"Bentar! Jangan di buka dulu!" sahut Dimas. Laki-laki itu dengan cepat memarkirkan motornya di area parkiran motor. Dan setelah selesai, ia segera bergegas menghampiri sang kekasih.


"Ada apa sih? Kenapa kamu menyuruhku untuk jangan membukanya?" tanya Emily lagi. Karena gadis itu penasaran.


"Sini." Dimas pun mendongakkan wajah sang kekasih. Dan meraih pengait helm yang ada di bawah dagu gadis itu, setelah terlepas. Laki-laki itu pun meletakkan helm tersebut di atas motornya.


"Apa?" tanya Emily bingung.


"Hm? Apa apanya?" tanya Dimas balik.


"Tadi kamu menyuruhku untuk jangan membuka helm itu. Tapi kenapa kamu malah membukanya?"


"Oh, itu karena aku pengen membukakan helmnya." ucap Dimas dengan santainya.


"Hah?" Emily mengernyitkan keningnya bingung.


Dimas pun tersenyum saat melihat wajah bingung sang kekasih. "Sudah! Ayo kita ke kelas."


Keduanya pun berjalan menuju ke arah kelas mereka. Dengan Dimas yang merangkul pundak sang kekasih yang terus mengoceh mempertanyakan perihal baru saja.


.


.


.


...Terimakasih buat kalian semua atas sempatnya sudah mampir ke novel aku yang amburadul ini. Maaf, Jika novel ini masih gak jelas ya! Mohon Dimaafkan, karena saya juga masih pemula untuk belajar membuat novel. Meskipun novelku sangatlah membosankan! Sekali lagi mohon dimaafkan ya....


...Untuk itu jangan lupa untuk tinggalkan like ya, bagi yang berbaik hati. Sekali lagi terimakasih banyak sudah mampir. 🙏...