[ZEROLINE] End'E Draking

[ZEROLINE] End'E Draking
CHAPTER 8



...CHAPTER 8...


Pada Pagi hari sekitar jam 8 pagi. Dua saudara itu akan bertarung untuk menentukan siapa dari mereka yang lebih kuat dan hebat, dan juga mempertaruhkan taruhan mereka. Jika End’e Draking kalah dalam Pertarungan tersebut, dia harus segera masuk ke sekolah dan belajar disana selama bertahun-tahun, dan sebaliknya jika Zeny Draking kalah, dia harus menuruti perintah adiknya tersebut dan tidak akan pernah memaksa lagi.


Sebelum pertarungan dimulai, End’e Draking harus mempersiapkan sebuah rencana yang sangat matang dan terbaik. Didalam rencana tersebut, dia hanya harus menghindari setiap serangan kakaknya.


Zeny Draking sedang melakukan pemanasan sebelum bertarung, dia melakukan pemanasan supaya tubuhnya tidak akan terlalu kaku dan lebih lincah.


End’e Draking sudah mendapatkan ide, dia berpikir bagaimana jika dia menyalin atau menirukan kemampuan milik kakaknya, bisa saja kemampuan tersebut akan bisa dimiliki olehnya.


Pertama menyerang adalah Zeny Draking, dia menggunakan kemampuan Mytic [ Dewi Alam ]. Dia mengendalikan akar-akar pohon dan menyerang kearah End’e Draking.


Akar-akar pohon yang mengarah kearahnya, End’e Draking langsung menghindar akar-akar pohon tersebut. Akan tetapi jumlah akar pohon tersebut sangat banyak dan End’e Draking itu tidak terlalu lincah.


End’e Draking sambil menghindari akar-akar pohon yang akan mengikatnya. Dia berpikir bagaimana cara menyerang kakaknya dari dekat tanpa ketahuan.


Lalu End’e Draking menggunakan kemampuan Mytic [ Portal Lingkaran ], dia akan menciptakan portal pemindahan ditempat yang tidak terlihat.


Menaruh portal pemindahan ditempat yang tidak terlihat agar tidak diketahui oleh kakaknya. Dan supaya dia bisa menyerang secara tanpa ketahuan.


Ketika sudah waktunya, End’e Draking masuk kedalam portal pemindahan. Zeny Draking yang melihat tersebut, dia mengira kalau adiknya menghilang dari pandangan matanya. Zeny Draking tidak tahu kalau End’e Draking menggunakan kemampuan pemindahan.


Didalam lorong pemindahan, End’e Draking sudah bersiap menyerang kakaknya dari belakang. Dan setelah keluar dari lorong pemindahan, dia langsung menyerang kakaknya dari belakang.


Karena memiliki refleks yang sangat kuat, Zeny Draking dapat menahan serangan tendangan tersebut.


“Menghilang, ya. Aku tidak tahu bagaimana cara kamu melakukannya? Tapi ingatlah kita masih jauh.”


Lalu dia memegang kaki adiknya dan melempar kearah depan.


End’e Draking terlempar dan berusaha menstabilkan tubuhnya agar tidak terjatuh ke tanah.


“Sial! Bagaimana dia tahu kalau aku akan menyerangnya dari belakang?”


End’e Draking mengaktifkan kemampuan Mytic [ Penilaian ] dan mengecek status kakaknya dan juga meneliti kemampuan kakaknya tersebut.


“Dik, Bersiaplah!”


Seluruh akar-akar pohon ini telah mengurungnya seperti sangkar burung, End’e Draking tidak bisa keluar dari kurungan tersebut. Tapi dia sudah meneliti kemampuan milik kakaknya dan bagaimana konsep yang digunakannya.


“Sangat cepat kamu kalahnya.”


“Kak, ini belum mulai sepenuhnya.”


End’e Draking melakukan gerakan yang sama dilakukan oleh kakaknya. Gerakan tersebut menimbulkan pengendalian terhadap alam sekitar.


Kurungan yang mengurungnya, terbuka dengan gerakan yang dibuatnya itu.


Melihat adiknya dapat melakukan sesuatu yang tidak masuk akal, Zeny Draking tertawa dan tersenyum.


“Hahaha! Benar, kata bibi, kamu itu seperti ibu. Pintar dalam melakukan apapun.”


Zeny Draking mengeluarkan kemampuan penuhnya dan mengendalikan seluruh pohon disekitar mereka. Dan End’e Draking juga melakukan hal sama persis, tetapi dia tidak bisa mengendalikan seluruh pohon disekitarnya.


Pertarungan itu adalah pertarungan jarak jauh. Dan End’e Draking belum menemukan celah menyerang kakaknya itu.


“Dik, kamu kenapa tidak bilang kepada kakak kamu ini kalau kamu dapat meniru kemampuan kakak.”


“Aku tidak meniru kemampuan kakak, aku hanya menciptakan kemampuan yang sama persis kemampuan kakak.”


End’e Draking, dia tidak meniru tetapi dia menciptakan kemampuan yang sama persis dengan kemampuan yang ditelitinya.


“Kalau begitu, aku ingin kamu bisa melawan api ini.”


Dan tiba-tiba Zeny Draking menciptakan api dari tangannya dan lalu disalurkan ke cabang-cabang pohon yang dikendalikannya.


End’e Draking langsung panik, karena dia akan terjebak didalam api dan juga dia tidak tahu kalau kakaknya bisa menciptakan dan lalu mengendalikannya.


End’e Draking melepaskan dan menjauhkan cabang-cabang pohon, agar dapat terhindar dari api yang membakar kayu.


Akan tetapi kayu itu berjumlah banyak dan mengurungnya. Akhirnya End’e Draking terkurung dalam kobaran api dan tidak bisa keluar dari kobaran api.


“Sialan! Bagaimana ini?”


End’e Draking tidak terlalu bisa berpikir dalam keadaan panik. Dia tidak tahu kalau kemampuan Mytic kakaknya bukan hanya mengendalikan alam, tetapi lainnya.


“Bagaimana adik? Aku bisa mengendalikan api dan juga aku bisa mengendalikan angin. Kamu bisa melihat kemampuan Dewi Alam. Tapi kemampuan ini bukan hanya mengendalikan seluruh materi dalam alam, tetapi menciptakan juga materi tersebut.”


Zeny Draking menjelaskan tentang kemampuan Mytic [ Dewi Alam ] miliknya kepada adiknya.


End’e Draking sekali lagi melihat status kakaknya dan juga meneliti setiap yang dilihatnya.


< Nama : Zeny Draking >


< Tingkatan : Dasar / Ketidaksempurnaan >


< Kemampuan Mytic : Dewi Alam { Kesempurnaan } >


< Kemampuan Ragen : Pembalik Dan Pengontrolan Energi [ Kesempurnaan } >


Penjelasan :


< Kemampuan Mytic : Dewi Alam { Kesempurnaan } ; Kemampuan yang dapat mengendalikan seluruh materi didalam alam dan sekitarnya. Syarat ; Melakukan sebuah gerakan khusus untuk menciptakan pengendalian terhadap materi-materi disekitar. Kelemahan ; Tidak dapat mengendalikan materi lebih dari dua kali.


End’e Draking baru sadar, kalau yang dikendalikan oleh kakaknya adalah materi yang ada disekitarnya, bukan alam itu. Tapi itu sangat mustahil bagi End’e Draking dapat mengendalikan materi yang wujudnya sangat-sangat kecil.


Walaupun saja dia bisa mengendalikan akar-akar pohon, tetapi itu bukanlah kemampuan Mytic [ Dewi Alam ]. Tapi kemampuan itu adalah kemampuan Mytic [ Pendengar Alam ].


Artinya dia bisa menyalin atau menciptakan kemampuan sama persis, tetapi tingkatan kemampuan tersebut akan berada di paling awal.


“Hahaha! Sepertinya aku tidak terlalu teliti. Baiklah, kak. Aku akan mengalahkan kamu.”


End’e Draking menciptakan portal lingkaran didekatnya, dia akan masuk kedalam portal pemindahan tersebut dan pindah ke tempat lain.


“Apa itu?”


Zeny Draking melihat adiknya dapat membuat sebuah portal Pemindahan. Sepertinya dia tidak boleh merendahkan adiknya itu.


End’e Draking telah keluar dari kobaran api yang mengurungnya. Dan secara tiba-tiba, dia menyerang kakaknya dari belakang sekali lagi.


Sama seperti sebelumnya, tendangannya ditahan oleh kakaknya. Tapi End’e Draking berhasil melepaskan diri dari cengkeraman tangan kakaknya dan masuk lagi kedalam portal pemindahan.


End’e Draking keluar lagi dari portal lingkaran tersebut dan menyerang kakaknya dengan tendangan dari arah samping kanan. Tapi End’e Draking hanya memberikan tendangan tipuan dan masuk lagi kedalam portal lingkaran yang dibuatnya.


Lalu End’e Draking melakukan hal sama seperti itu berkali-kali, dan itu membuat kakaknya agak kebingungan karena terus tertipu.


Zeny Draking tidak menyangka kalau adiknya akan melakukan gerakan serangan tipuan.


Biasanya orang yang melakukan gerakan serangan tipuan tersebut hanya untuk menakutkan dan memastikan kelemahan dari musuhnya tersebut.


Karena sudah tahu dengan gerakan yang berulang-ulang, Zeny Draking berhasil menangkap adiknya yang dari tadi menyerangnya dengan serangan tipuan.


“Kamu tidak bisa lepas dari ini.”


Setelah menangkap adiknya itu, dia memutar-mutar dan kemudian melempar adiknya cukup tinggi ke udara.


End’e Draking dibuat pusing dan juga terbang keatas langit tinggi.


“Kakak, dia selalu membuat aku tidak bisa berpikir.”


Dibawah tanah, Zeny Draking melakukan gerakan untuk mengendalikan angin. Dia membuat sebuah angin ribut yang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk menyerang adiknya itu.


Angin ribut itu langsung mengarah kearahnya, End’e Draking langsung secepatnya membuat portal lingkaran, supaya terhindar dari angin ribut itu.


Setelah masuk kedalam portal, End’e Draking keluar dan berada jauh dibelakang Zeny Draking. End’e Draking masih menjaga jarak dengan kakaknya itu.


Zeny Draking agak terkejut lagi, karena adiknya sudah berada dibelakang agak jauh. Dia sangat senang karena adiknya itu bisa menghindari serangan tersebut.


“Wah-wah, aku tidak percaya kamu bisa menghindari serangan itu walaupun berada diatas langit.” -Zeny Draking


End’e Draking merasa kalau kakaknya yang akan memenangkan pertandingan itu, karena kemampuannya terlalu jauh darinya. Dan dia hanya bisa menyalin kemampuan dasar kakaknya saja.


“Dik, Jika kamu menyerah sekarang, kakak kamu ini tidak akan menyerang kamu lagi.” -Zeny Draking


Zeny Draking meminta End’e Draking untuk secepatnya menyerah saja dan mengakui kekalahannya.


“Tidak bisa.” -End’e Draking


Tidak ingin mengakui kekalahannya dan dia masih bisa berusaha mengalahkan kakaknya itu.


End’e Draking tidak punya pilihan lain, selain mengeluarkan kemampuan Mytic [ Portal Lingkaran ] sebanyak mungkin.


Dia mengeluarkan lima portal lingkaran. Dan lalu lima portal lingkaran itu ditempatkan berbeda-beda. Tanpa ragu-ragu lagi, End’e Draking langsung menyerang kakaknya seperti sebelumnya. Tapi dia akan mengenainya.


Masuk dan keluar dari portal lingkaran dan lalu langsung menyerang kakaknya dengan tendangannya dari arah berbeda-beda. Akan tetapi Zeny Draking dapat menangkis tendangan yang diterimanya itu.


Tidak ada satupun tendangan yang mengenainya. Mengetahui tendangannya tidak terkena dan sering ditangkis, End’e Draking menendang bagian atas kepala kakaknya.


Tendangan dari atas kepala, ternyata berhasil dan mengenainya. Tapi Zeny Draking langsung menangkap kaki adiknya itu dan langsung melemparnya lagi.


End’e Draking terlempar jauh dan lalu jatuh ke tanah. Dia tidak bisa bangun lagi, karena tubuhnya sudah tidak kuat dan banyak luka-luka kecil di tubuhnya.


Walaupun begitu, dia masih memikirkan cara untuk mengalahkan kakaknya itu. Kakaknya dapat menyerangnya dari jarak dekat maupun jarak jauh. Oleh karena itu, dia harus berpikir ulang.