![[ZEROLINE] End'E Draking](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-zeroline--end-e-draking.webp)
Pada malam hari itu, End'e Draking dan mereka semuanya sedang bersenang-senang dengan mendengar cerita mereka masing-masing, tetapi hanya End'e Draking, seorang saja yang tidak memiliki cerita yang menarik seperti teman-temannya itu.
Kebanyakan dari mereka, terutama kakaknya menceritakan tentang aktivitas mereka di suatu tempat yang dinamakan sekolah itu. Sepertinya mereka sangat menikmati kehidupan sekolah mereka itu. Sedangkan End'e Draking merasa kalau kehidupan sekolah itu tidak semenarik itu, tetapi dia sudah salah setelah mendengar cerita-cerita dari mereka.
End'e Draking mulai berpikir kalau seharusnya dia harus sekolah untuk mendapatkan sebuah kehidupan yang ada didalam sana, dan juga hal yang penting yaitu pembelajaran apa yang diajarkan didalam sekolah. End'e Draking masih mengutamakan pembelajaran yang ada didalam sekolah, apakah pembelajaran yang diajarkan sama dengan yang dia pelajari di rumah sendirian.
Akan tetapi End'e Draking sudah tahu apa yang dinikmati di kehidupan sekolah dari cerita-cerita teman-temannya itu, yaitu persahabatan dan keakraban mereka. End'e Draking yang hanya memiliki sedikit teman, dia tidak akan mengetahui seberapa menyenangkan di kehidupan sekolah.
Dan pada malam hari itu, dia langsung berterus-terang kepada kakaknya "Zeny Draking" kalau dia sudah mau bersekolah dengan sebuah syarat yang penting.
"Kak, sepertinya kalian menikmati kehidupan yang ada di tempat itu. apakah semenarik itu."
"Benar, sekolah itu lebih menarik daripada ruangan kecil dan bau kamu itu, Bocah Manja."
"Aku tidak berbicara kepada kamu, Bocah Bre****k."
"Kalian, janganlah ribut! apalagi kamu, End'e adikku. bagaimana kamu bisa berbicara kasar? padahal aku tidak pernah mengajarkan kamu?"
Sebagai kakaknya, Zeny Draking harus tahu darimana adik kesayangannya itu mempelajari kata-kata kasar tersebut, sebab dia belum pernah mengatakan kata-kata kasar seperti itu didepan adiknya.
"Aku pelajari sendiri, kak. Dan aku juga diajarkan oleh Bocah lemah ini yang sering mengunjungi rumah kita."
"Kok.... Bukan aku pasti, itu kamu melihat mendengar dari situs yang kamu telusuri di Eternal."
?Eternal adalah semacam jaringan yang menghubungkan antara suatu pengguna dengan penggunanya lain, walaupun itu jarak yang sangat jauh dan cara hubungkan dengan menggunakan sebuah satelit yang telah dipasang di atas atmosfer planet dengan melalui semacam gelombang yang kuat.
"Mana mungkin, aku akan mencari kata-kata kotor itu dari situs-situs tersebut."
Yang dikatakan oleh End'e Draking itu adalah benar. Qixin Draking Yu sering mengunjungi rumah End'e Draking dengan bersama Serlin De Draking. Biasanya mereka mengunjungi rumah End'e Draking pada pagi hari untuk memanggil Zeny Draking, tetapi yang biasanya menyabut mereka adalah End'e Draking.
"Apakah itu benar, Serlin? Kalau Qixin ialah yang mengajarkan kepada End'e tentang kata-kata kasar tersebut."
Karena tidak ingin mendengar pertengkaran mereka, Zeny Draking bertanya kepada Serlin De Draking karena Serlin De Draking tidak akan pernah berbohong kepadanya.
"Iya, itu memang benar. Pada pagi hari itu, ketika kami memanggil kamu untuk pergi sekolah bersama-sama seperti biasanya, End'e Draking yang mendengar suara kami dan mendatangi kami. kamu tahu kalau mereka bertemu pasti ada adu mulut dan secara sengaja Kakak Qixin mengeluarkan kata-kata kasar didepan Kakak End'e."
Mendengar perkataan dari seseorang yang jujur dan tidak pernah berbohong kepadanya, Zeny Draking langsung marah dan memarahi Qixin Draking Yu yang secara sengaja mengeluarkan kata-kata tersebut.
"Hei Qixin, kamu dengar apa yang diucapkan oleh Serlin?"
"Dengar, Kak Zeny."
Qixin Draking Yu merasa kalau dirinya sudah terancam dan pasti dia akan dimarahi oleh Zeny Draking karena ucapan Serlin De Draking yang terlalu jujur.
"Lalu kenapa kamu mengeluarkan kata-kata kotor itu kepada End'e? kamu tahu tidak, kalau End'e masih terlalu kecil untuk mendengar perkataan kotor tersebut dari mulut orang lain dan juga kamu yang masih anak-anak kenapa bisa mengeluarkan kata-kata tersebut tanpa berpikir terlebih dahulu?"
End'e Draking melihat kakaknya marah kepada Qixin Draking Yu, dia menambah buruk situasi tersebut dengan menyemangati kakaknya untuk terus memarahi Qixin Draking Yu.
"Kakak, teruslah memarahinya!"
Mendengar kata-kata semangat itu, Zeny Draking tidak terlalu senang dan juga ikut marah kepada End'e Draking karena menyemangati orang yang sedang keadaan marah.
"End'e, bisakah kamu diam sebentar! aku sedang menasehati Qixin."
End'e Draking langsung merasa takut kepada kakaknya yang telah memarahinya dan dia langsung diam dan tidak berkata apa-apa lagi.
Sedangkan Serlin De Draking yang merasa bersalah dengan mencegah Zeny Draking terus memarahi dan menasehati Qixin Draking Yu.
"Sudahlah, kakak! Kita semua ini masih berusia sangat muda dan wajar bagi anak-anak seperti kita untuk mengetahui dan lalu mencontohkan dari orang-orang dewasa. Jadi apakah kakak bisa tidak memarahi kakak Qixin lagi?"
mendengar permohonan dari Serlin De Draking, Zeny Draking langsung menurutnya dan berusaha untuk tidak memarahi lagi tetapi dia memberi sedikit nasehat kepada Qixin Draking Yu.
"Qixin, kamu harus bersyukur mempunyai kakak seperti aku yang selalu menasehati dirimu dan selalu mengajarkan kamu yang benar, dan juga mempunyai adik seperti Serlin yang selalu membantu kamu dalam keadaan seperti apapun. Walaupun kita tidak sedarah tetapi hubungan kita sudah terikat seperti suatu keluarga."
"Baiklah, aku tidak akan mengulangi lagi."
Setelah menasehati Qixin Draking Yu, lalu dia juga akan menasehati adiknya itu yang selalu ingin penasaran dengan sesuatu walaupun itu akan berakibat buruk kepada orang lain.
"Adikku, kamu tidak boleh mencontohkan apa yang dilakukan oleh penjahat? kamu sudah tahu kalau semua orang sekitar sini bisa disebut penjahat karena ucapan dan perilaku buruk mereka, dan perkataan kamu tadi sudah seperti penjahat. jadi sebagai kakak kamu, aku minta untuk kamu tidak mengucapkan lagi kata-kata atau kalimat-kalimat kotor seperti itu lagi."
"Baiklah, kakak."
Setelah menasehati mereka berdua, Zeny Draking kembali melanjutkan pembicaraan mereka tadi dan juga akan menjawab pertanyaan dari adiknya yang belum dijawabnya.
"Kehidupan sekolah itu menyenangkan dan lebih menarik dibandingkan didalam rumah terus. kamu tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu tidak masuk kedalamnya. Kakak ingin sekali kamu mempunyai teman selain kami bertiga dan orang-orang di suku kita."
Zeny Draking tidak perduli dengan apa yang diajarkan atau apa yang didapatkan olehnya di sekolah, tetapi dia peduli dengan pertemanan dan orang-orang yang sering bermain dengannya di sekolah itu. maka dia ingin sekali adiknya juga merasakan hal sama seperti dirinya.
"Jika kakak berkata itu, maka seharusnya kita tidak bertarung."
"Benar, tapi aku juga ingin sekali memperlihatkan kekuatan aku kepada kamu dan sekaligus mengejutkan kamu betapa kuatnya kakak kamu ini."
Setelah beberapa lama mengobrol dan bercerita lagi tanpa ada masalah lagi, mereka langsung melanjutkan tidur di sebuah tenda. Mereka akan tidur di satu tenda yang sama dan tidak terlalu kecil, yang penting cukup untuk mereka berempat tidur didalamnya.
Ketika sedang tidur dan menikmati mimpi, tiba-tiba Zeny Draking bermimpi tentang mimpi yang sangat aneh dan penuh bayangan misterius didalamnya. Bayangan-bayangan misterius sedang meminta bantuan kepadanya untuk mencari sesuatu yang sangat penting bagi mereka, akan tetapi Zeny Draking tidak bisa mengerti apa yang mereka bicarakan.
Zeny Draking langsung terbangun dari tidurnya itu, dan kedua mata merahnya langsung bersinar sangat terang. Itu pertanda kalau dia sedang melihat suatu kemungkinan yang berasal dari dunia kemungkinan, dan itu pasti adalah kemungkinan masa depan yang akan terjadi.
"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang? dan siapakah bayangan-bayangan tersebut yang mendatangi aku dan sepertinya mereka meminta tolong aku untuk melakukan sesuatu? Tapi aku tidak terlalu mengerti apa yang mereka katakan? Dan juga aku tahu ini adalah masa depan yang susah dihindari dan tidak bisa diubah lagi, aku harus tahu siapa yang meminta tolong kepada aku?"