![[ZEROLINE] End'E Draking](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-zeroline--end-e-draking.webp)
Pada malam harinya, Zeny Draking sedang mengerjakan Tugas Sekolah didalam kamarnya dan juga sedang mendengarkan musik menggunakan Handset di telinganya. Dia melakukan hal itu, supaya bisa fokus dan tidak terganggu oleh kebisingan diluar kamarnya.
“Aku merasa tenggelam didalam lautan dunia, aku terasa dihancurkan oleh tekanan itu~”
Diluar rumah, tidak ada satupun orang yang berjalan di malam hari, karena lampu jalan disekitar perumahan khusus tersebut hanya sedikit saja. Jika ada seseorang yang keluar dari rumahnya, maka dia punya urusan penting dengan seseorang didalam perumahan khusus tersebut.
Yang dimaksud dengan kebisingan diluar kamarnya, adalah kebisingan dan kericuhan yang dilakukan oleh adiknya tersebut yang sedang melakukan eksperimen gila seperti biasanya. Karena sudah terbiasa dengan kebisingan yang dilakukan oleh adiknya tersebut, dia tahu cara dirinya tidak terganggu dengan kebisingan tersebut.
Didalam kamarnya End’e Draking, dia sedang melakukan sebuah penelitian dan eksperimen yang masih berlanjut, yaitu tentang Penyalinan Kemampuan Mytic lain, dan juga Penggabungan lebih dari dua Kemampuan Mytic berbeda.
Sebelum dia melakukan penelitian, dia harus menyiapkan berbagai macam peralatan untuk membantunya dalam melakukan eksperimen tersebut. Dia sangat pintar dalam melakukan eksperimen walaupun dia masih anak-anak, tapi dia sering belajar dan terus tidak menyerah.
“Tadi pagi, aku sudah terbiasa dengan Kemampuan Mytic [Lingkaran Portal] tersebut. Akan tetapi aku tidak tahu kenapa aku belum terbiasa dengan Kemampuan kakakku itu. Walaupun syaratnya hanya melakukan gerakan dan pengucapan spesial, tetapi itu juga ada aturannya yang sangat membingungkan.”
Dia masih kebingungan dan heran, kenapa dia agak kurang bisa menyesuaikan dengan Kemampuan Mytic milik Kakaknya itu. Padahal kemarin dia bisa sedikit menggunakan kemampuan tersebut, walaupun pada akhirnya dia dikalahkan juga.
Untuk mengetahui kekurangan dari dirinya tersebut, dia harus melakukan sebuah eksperimen kepada dirinya sendiri. Jika dia menggunakan makhluk hidup yang tidak bersalah, dia merasa agak kasihan kepada mereka. Makanya dia memilih menggunakan tubuhnya sendiri daripada menggunakan makhluk hidup lain.
Walaupun kemungkinan besar dia akan mengalami kerusakan yang sangat parah bahkan sampai dirinya dapat mengancam nyawanya sendiri. Jika hal tersebut terjadi, maka dia sudah mempersiapkan agar nyawanya tidak terancam.
“Baiklah... End’e, kamu pasti bisa.”
Dia menyakini dirinya sendiri, kalau dia pasti bisa melakukan eksperimen tersebut. Jika dia tidak yakin, dia akan bisa melakukan kesalahan kecil maupun besar.
Dia meminum obat yang diberikan oleh Bibinya tersebut. Sebenarnya obat tersebut diberikan untuk mengurangi dan menghambat pertumbuhan penyakit didalam tubuhnya tersebut, akan tetapi setelah diteliti obat tersebut juga bisa digunakan sebagai obat penghilang rasa meraba.
“Ah... Aku harus fokus.”
Setelah meminum obat tersebut, dia tidak akan bisa merasakan apa yang dirabanya sekitar sepuluh menit kurang. Selama itu, dia harus secepatnya melakukan eksperimen pada dirinya sendiri, walaupun dia tidak mengetahui apakah dia memegang benda itu atau tidak.
“Sial...! Aku mulai pusing, karena aku tidak bisa merasakan tanah dibawah aku, dan aku terasa melayang.”
Tubuhnya mulai terasa sangat ringan dan tidak terbebani, tetapi dia juga merasakan kalau dirinya tidak bisa merasakan apapun disekitar, seperti dirinya melayang. Oleh karena itu, dia harus cepat-cepat menyuntikan cairan yang mengandung banyak energi kehidupan.
Energi kehidupan itu tidak terlihat oleh mata telanjang Makhluk Hidup, tetapi ada beberapa orang bisa melihat energi kehidupan tersebut. Dikarenakan End’e Draking mempunyai Kemampuan Mytic [ Penilaian ], maka dia bisa melihat energi kehidupan tersebut.
Agar energi kehidupan tersebut bisa dipegang atau dijadikan sebuah kenyataan di dunia itu, dia melakukan sesuatu hal yang belum pernah dipikirkan oleh orang lain. Sesuatu tersebut membuat dirinya bisa mengubah Energi Kehidupan yang tidak tampak dan tidak bisa dirasakan, akhirnya bisa terlihat dan dirasakan, seperti kenyataan.
Untuk mengambil suntikan yang ada diatas meja, dia harus melihat dan memastikan apakah jarinya memegang suntikan itu dengan benar atau tidak. Setelah dia sudah yakin kalau tangannya sudah memegang suntikan tersebut, dia langsung menyuntikan dirinya sendiri dibagian tangan sebelah kanannya.
Setelah disuntik, efek dari obat tersebut telah menghilang dari tubuhnya. Dia beruntung kalau efek obat tersebut menghilang lebih lama dari rasa suntikan tersebut.
Disebabkan terlalu fokus dalam melakukan eksperimen tersebut, dia langsung mulai pusing dan tidak kendali lebih dari efek obat tersebut yang dirasakannya.
“Aku butuh istirahat sebentar dulu. Cairan Energi Kehidupan didalam tubuh aku juga perlu dibiarkan mengalirkan didalam tubuh.”
Dia langsung berbaring tidur dengan posisi tubuhnya kearah atas dan tegak lurus, agar cairan tersebut bisa mengalir ke seluruh tubuhnya tanpa masalah.
Energi Kehidupan belum pernah diubah menjadi Cairan Energi Kehidupan. Dikarenakan Energi Kehidupan bisa mengalir seluruh tubuh makhluk hidup kedalam jiwa mereka, bukan kedalam tubuh makhluk hidup.
Akan tetapi dikarenakan End’e Draking mempunyai masalah terhadap jiwa wadahnya tersebut dan tubuhnya juga, yang disebabkan oleh suatu penyakit yang belum diketahui asalnya dan cara menyembuhkannya. Jadi selama dua tahun ini dari awal dia melakukan ujicoba sampai sekarang, dia harus melakukan hal tersebut.
Ketika dia sedang berbaring dan sedikit mengantuk, tetapi dia tidak ingin tidur, karena dia ingin mengetahui efek dari cairan tersebut, selain obat tidur. Akan tetapi karena efek seperti obat tidur dalam cairan tersebut sangat kuat dan ditambah dengan rasa kantuknya, jadi dia mulai tertidur secara perlahan.
Didalam bawah kesadarannya, End’e Draking tidak pernah memimpikan sesuatu yang bersifat fantasi ataupun imajinasi, karena dunianya juga sudah cukup imajinatif dan terasa seperti fantasi yang sangat nyata.
Dia tidak pernah menganggap dirinya masuk kedalam dunia mimpi, karena menurutnya itu tidak masuk akal. Dia menganggap kalau dirinya masuk kedalam bawah kesadarannya yang sangat jauh dari pusat pikirannya atau bisa disebut juga dunia yang tidak diketahui.
“Hahahaha... Lucu sekali. Aku tahu kita akan bertemu lagi, Bocah Sok Bijak!”
Sesosok yang menyerupai bayangan hitam dan ditutupi oleh kabut asap yang sangat tebal disekitarnya. Sosok tersebut terlihat memperhatikan dirinya, karena mata putih yang bisa bersinar didalam kabut gelap tersebut memperhatikannya.
“Yang terakhir, kita bertemu saat aku jatuh dalam tempat sampah.”
“Hahahaha.... Aku tertawa sekali saat bocah kuat itu sanggup melempar kamu sejauh mungkin sampai kamu masuk kedalam tempat sampah. Hahaha...!”
Sosok tersebut tertawa mengingat kejadian yang sangat mengejutkan baginya tersebut, dia tidak menyangkal kalau ada gadis kecil bisa melempar seorang bocah seumurnya jauh sekita 1 km lebih.
“Teruslah tertawa. Aku ingin kamu bangunkan aku segera mungkin.”
Dia jengkel dengan tertawaan dari sosok tersebut, dia ingin cepat keluar dari bawah kesadarannya agar dia mengetahui efek lain dari cairan tersebut. Akan tetapi sosok tersebut melarang dirinya untuk bangun sekarang.
“Tidak, itu tidak bisa, karena kamu bisa bangun setelah lima tahun kemudian. Akan tetapi jika kamu ingin berlama-lama lagi mungkin kamu bisa bangun lima detik setelah kamu tidur.”
Mendengar perkataan yang sangat mudah dimengerti baginya, dia menganggap kalau sosok tersebut mengatakan soal keanehan waktu dalam pikiran.
“Apakah kamu berbicara tentang keanehan waktu yang terjadi pada pikiran kita tidak sama berjalan sesuai dengan dunia asli?”
“Iya, karena itu tergantung proses otak kamu bisa terhubung lagi dengan jiwa kamu yang tertidur itu. Jika kamu ingin mempercepat proses pembangunan kamu secara paksa ketika kamu masih awal didalam mimpi, maka kamu berarti memaksa diri kamu untuk bekerja lebih cepat, tetapi sangat lama untuk diproses.”