[ZEROLINE] End'E Draking

[ZEROLINE] End'E Draking
CHAPTER 5



...CHAPTER 5...


End’e Draking masih di tempat tidurnya yang berada di ruangan perawatan tersebut dengan ditemani oleh Bibinya. Mereka dikejutkan oleh suara keras dari arah jendela.


“Bibi, aku sudah menemukannya!”


Suara tersebut tidak lain adalah Kakaknya yang telah menemukan alat yang dimaksud oleh End’e Draking. Alat yang memindahkan dirinya ke tempat lain dan mengakibatkan tubuhnya menjadi rusak.


“Diam!” -Creely Draking


Creely Draking sangat marah terhadap Zeny Draking yang tidak tahu kalau di rumah sakit tidak boleh teriak.


“Ini di rumah sakit dan kamu tidak boleh berteriak didalam maupun diluar rumah sakit. Nanti akan menggangu kesehatan orang-orang didalam sini.” -Creely Draking


Creely Draking menasehati ponakannya yang berteriak di rumah sakit.


“Kalau begitu kami akan segera turun kebawah.” -Creely Draking


Akan tetapi mereka dikejutkan sekali lagi oleh Zeny Draking yang melompat ke jendela ruangan khusus milik End’e Draking. Dan itu tidak wajar, karena ketinggian dari tanah setinggi 15 meter atau 5 lantai.


Dan lalu setelah itu, Zeny Draking memegang End’e Draking dan lalu turun kebawah melalui jendela.


“Kak, jangan!” -End’e Draking


Setelah sampai dibawah dan selamat. End’e Draking sudah mati lemas dan ketakutan karena dia ditarik paksa jatuh ke tanah dari ketinggian tersebut. Dan dia juga mempunyai ketakutan pada ketinggian.


“Kakak, jangan begitu lagi,ya. Aku sudah mau merasa diriku sudah dijemput oleh cahaya.” -End’e Draking


Mendengar perkataan dari adiknya tersebut, Zeny Draking memegang kedua pundaknya dan lalu menggoyangkan sangat keras.


“Jangan melihat kearah cahaya itu! Hanya kamu yang aku punya!” -Zeny Draking


Digoyangkan dan dipegang sangat keras. Itu sudah kebiasaan dari kakaknya yang terlalu overprotektif terhadap dirinya.


“Itu hanya sebuah mimpi saja, dan janganlah menggoyangkan tubuhku lagi!” -End’e Draking


End’e Draking merasa sangat pusing setelah tubuhnya digoyangkan oleh kakaknya itu.


Creely Draking mendekati mereka dan bertanya kepada End’e Draking apakah benda yang dibawa oleh Zeny Draking merupakan benda itu.


“End’e, Apakah benda itu adalah benda yang kamu gunakan untuk Eksperimen?” -Creely Draking


Creely Draking menunjuk ke sebuah benda yang sangat besar dan besarnya tiga kali lipat dari anak-anak pada umumnya.


End’e Draking sangat bersyukur karena kebohongannya tidak bisa diketahui oleh mereka. Karena kakaknya salah membawa benda dan benda itu juga hampir mirip atau hampir sempurna.


“Iya, ini bendanya. Lihatlah struktur benda ini seperti lingkaran yang melingkar dan fungsinya dapat membuat sebuah portal yang sangat kuat!” -End’e Draking


Creely Draking tidak terlalu percaya dengan perkataan ponakannya tersebut, karena benda tersebut pernah dia lihat. Tapi untuk menambah keyakinan itu, dia bertanya cara kerja benda tersebut.


Pertanyaan yang diberikan untuknya terlihat sangat susah dijawab, karena dia cara kerja kemampuan dengan alat itu sangat berbeda sekali. Jadi dia harus berpikir bagaimana cara bibinya benar-benar percaya kepadanya.


“Cara kerja benda ini lebih simpel dan praktis, walaupun terlihat dari manapun benda agak besar.” -End’e Draking


“Jadi...” -Creely Draking


“Benda ini melakukan sebuah pemutaran molekul yang lebih kencang dan mengubah aliran putaran tersebut menjadi energi listrik dan energi listrik tersebut berpusat di satu titik tengah atau pusat.” -End’e Draking


Penjelasan yang dikatakan olehnya masih tidak dipercaya atau belum dapat keyakinan oleh bibinya.


“Tapi bukankah benda ini sangat ringan sekali. Aku saja dapat mudah membawanya dengan kedua tangan.” -Zeny Draking


Tadi Zeny Draking membawa benda besar itu yang tiga kali lipat dari ukurannya hanya dengan kedua tangannya dan dia merasa ringan.


“Kak, kamu itu sering mengangkat benda-benda berat, bahkan kamu pernah mengangkat kami berempat.” -End’e Draking


End’e Draking pernah diangkat oleh kakaknya dan dia dianggap benda ringan oleh kakaknya sendiri. Dan juga End’e Draking pernah dilempar olehnya.


“Hahahaha! Sepertinya aku ini sangat luar biasa.” -Zeny Draking


Zeny Draking sangat gembira setelah mendengar perkataan adiknya tersebut.


“Kamu ini Zeny.” -Creely Draking


Dan lalu End’e Draking akan melanjutkan penjelasan tentang cara kerja benda itu.


“Setelah itu, partikel listrik yang telah didekat pusatnya. Mereka akan membentuk sebuah portal yang makin lama makin besar. Tapi karena portal tersebut tergantung pada partikel listrik, jadi ketika listriknya akan habis, portal tersebut akan melemah.” -End’e Draking


Setelah mendengar penjelasan tersebut, Creely Draking sudah percaya kalau ponakannya tidak berbohong kepadanya. Akan tetapi End’e Draking berbohong dan dia bersyukur karena bibinya mempercayai kebohongannya itu.


“Zeny, bisakah kamu membawa adik kamu ini pulang. Waktu sudah hampir malam.” -Creely Draking


Creely Draking meminta Zeny Draking untuk membawa adiknya pulang ke rumah mereka. Dan seketika Zeny Draking yang mendengar perintah tersebut, dia mengangkat adiknya diatas punggungnya.


“Kak, turunkan aku ini bukan benda mati!” -End’e Draking


End’e Draking sangat marah karena dia dianggap benda sekali lagi.


“Oh... Jadi kamu ingin terbang.” -Zeny Draking


Zeny Draking salah memahami adiknya dan dia menganggap kalau adiknya ingin terbang supaya cepat pulang. Jadi tanpa ragu-ragu dan berpikir lagi, dia melempar adiknya cukup kuat dan sangat tinggi di angkasa. Dan setelah itu, dia berlari sangat kencang.


“Zeny!” -Creely Draking


Sebagai bibinya, dia sangat terkejut dan marah melihat perbuatan ponakannya sendiri yang tidak baik terhadap sesama saudara.