[ZEROLINE] End'E Draking

[ZEROLINE] End'E Draking
CHAPTER 13



Pada siang hari, di rumah End’e Draking dan Zeny Draking. Seperti terlihat End’e Draking terikat dengan tali ke sekujur tubuhnya dan terikat secara terbalik dengan kepala kearah bawah, dan kaki kearah keatas. Itu hukuman yang diberikan oleh kakaknya, sebab telah melakukan perbuatan yang buruk terhadap kedua temannya itu.


End’e Draking yang terikat dengan secara terbalik, dia sudah mulai mual dan ingin muntah karena dia merasakan kalau isi perutnya akan segera turun. Jadi dia memohon kepada kakaknya untuk melepaskannya.


“Kak, tolong lepaskan! Aku tidak tahan lagi dan aku merasakan seluruh isi perut aku akan segera keluar dari mulutku.”


Akan tetapi kakaknya tidak bisa melepaskannya, karena hukumannya belum 2 jam. Hukumannya harus dilakukan selama dua jam dan tidak boleh dilepaskan sebelum dua jam.


“Maaf, ya. Hukuman kamu belum sampai dua jam dan juga kamu tidak boleh lepas dari hukuman ini sampai dua jam.”


“Tolong, kak.”


Serlin De Draking berada di sana dan melihat hukuman yang dijalani oleh End’e Draking. Karena melihat wajah End’e Draking yang tidak enak dilihat, dia memohon kepada Zeny Draking untuk melepaskan End’e Draking.


“Kak, sepertinya hukumannya itu harus disudahi, karena wajah End’e Draking terlihat sangat buruk dan jijik untuk dilihat dan dipandang.”


“Walaupun dia menunjukkan wajah seperti itu, aku tidak percaya dengannya karena dia penuh dengan kebohongan.”


Zeny Draking tidak ingin melepaskan adiknya itu dari hukuman tersebut, karena dia yakin kalau wajah yang ditunjukkan oleh adiknya itu adalah suatu kebohongan lain yang dilakukan adiknya itu.


“Tapi dia itu adik kamu sendiri, kakak Zeny.”


“Iya, dia adalah adikku sendiri dan itu yang membuat aku tahu setiap kelakuannya tersebut yang sangat mencurigakan.”


Karena End’e Draking adalah adiknya sendiri dan satu-satunya, dia pasti sudah mengenal sifat adiknya tersebut yang sangat mencurigakan dan susah dipercayai olehnya sendiri, walau dia adalah kakaknya.


Sedangkan Qixin Draking Yu, dia berada didalam rumahnya yang letaknya lumayan jauh dari rumah End’e Draking dan tidak terlalu besar dibandingkan rumahnya End’e Draking. Walaupun begitu dia tidak iri dengan hal sepele itu.


Qixin Draking Yu pulang dan tidak ingin melihat End’e Draking dihukum, karena dia khawatir dengan adiknya itu yang masih bayi dan pasti tidak ada satupun yang menjaga adiknya itu. Makanya dia pulang secepat mungkin menuju ke rumah.


Didalam rumah, dia sudah tidak khawatir karena ayahnya masih bisa merawat adik kecilnya itu, walau dia sedikit khawatir karena ayahnya itu seorang pemabuk keras dan keras kepala. Tapi dia harus bersyukur karena ayahnya tidak meninggalkan mereka lagi.


Dan saat di siang hari, dia duduk diluar sambil tersenyum dan membayangkan apa yang terjadi di rumahnya End’e Draking, dia ingin tahu cara Zeny Draking menghukum End’e Draking, dan apa yang akan ditunjukkan oleh wajah End’e Draking.


Saat sedang santai dan sambil tersenyum, tiba-tiba ayahnya mendekatinya dan ingin sekali berbicara dengan dirinya berduaan saja.


“Cyir, dia masih tidur pulas dan sudah diberi susu.”


“Oh... Terimakasih, ayah.”


Hubungan mereka agak suram, karena suatu masalah yang terjadi pada keluarga mereka beberapa bulan yang lalu yang mengakibatkan hubungan mereka tidak baik dan suram.


“Ah... Ayah sudah menduga kamu akan berkata itu. Ayah ingin tahu dari mana saja kamu tadi malam?”


“Kemarin malam, perumahan ini punya peraturan gerbang akan tutup pada terbenam matahari, dan saat itu aku terlambat dan tidak diperbolehkan masuk oleh penjaga gerbang. Makanya kamu berempat tidur di luar gerbang.”


Sepertinya mereka ingin mencoba memperbaiki hubungan mereka yang agak suram dan buruk tersebut dengan berbicara secara perlahan-lahan.


“Berempat... Dari dua tahun lalu sampai sekarang, kalian berempat masih mengganggap kalau kalian itu adalah saudara yang berharga bagi kalian berempat.”


“Ayah, kenapa kamu pulang kemarin? Biasanya kamu akan pulang pada pagi hari dan pergi ke suatu tempat pada siang hari untuk melakukan pekerjaan yang tidak tahu aku ingin katakan.”


Qixin Draking Yu tahu kalau ayahnya memiliki pekerjaan yang buruk dan tidak boleh diketahui oleh dirinya seorang anak-anak yang masih muda, tapi dia tahu pekerjaan apa yang dilakukan oleh ayahnya itu. Dan setiap hari ayahnya pasti akan pulang pada pagi hari dan pergi siang hari, bahkan tidak pulang sama sekali.


“Jika ayah tidak pulang, bagaimana kamu bisa menjaga adik kamu itu yang sendirian di rumah?”


Memang benar, jika saja ayahnya itu tidak pulang, maka siapa yang akan menjaga adik kecilnya itu yang masih bayi ditinggalkan di rumah sendirian.


“Jadi ini bukan pertama kalinya kamu pulang terlambat dan tidak menjaga adik kamu itu.”


Qixin Draking Yu pernah pulang terlambat dan tidur di luar gerbang, karena dia tidak bisa tepat waktu menuju ke gerbang. Akan tetapi dia sudah meminta kepada seseorang yang dipercayainya yaitu Creely Draking atau bibinya End’e Draking dan Zeny Draking untuk menjaga adiknya itu.


“Bagaimana dengan ayah? Ayah, kamu jarang pulang rumah dan biasanya pergi pada siang hari dan pulang pagi hari. Dan ayah jarang sekali memperhatikan kami berdua.”


Qixin Draking Yu mempertanyakan balik kepada ayahnya, kenapa ayahnya jarang sekali pulang dan jarang memperhatikan mereka berdua.


“Ayah melakukan hal itu untuk kalian berdua. Kamu masih bisa bertahan hidup di sini karena ayah.”


“Memang benar, pekerjaan ayah membuat kami masih bisa bertahan hidup. Akan tetapi itu bukan yang kami mau.”


Di jalan, Creely Draking yang sedang berlibur dari pekerjaannya dan dia ingin pergi ke rumahnya Qixin Draking Yu untuk meminta maaf karena dia tidak bisa ada menjaga Qixin Draking Yu dan adiknya itu.


Setelah sampai di sana, dia mendengar keributan antara ayah dana anak karena suatu permasalahan yang belum dipahaminya, sebab dia baru saja datang.


“Ada apa, ini? Kenapa kalian berdua bertengkar lagi? Padahal aku sudah membawa masakan kesukaan kamu, Qixin. Dan Ayahnya Qixin jarang sekali melihat kamu disini.”


Ayahnya Qixin Draking Yu yaitu Montra Yu Draking melihat Creely Draking mengunjungi rumahnya, tiba-tiba dia menunjukkan sebuah wajah yang merah.


“Tidak ada apa-apa, Creely Draking. Kami hanya mempermasalahkan tentang keterlambatan dia pulang ke rumah.”


“Qixin terlambat rumah lagi. Dia pasti melakukan hal sesuatu lagi dengan mereka berdua, benarkah?”


“Tidak, kemarin bocah sok pintar itu keluar dari rumahnya.”


Creely Draking sedikit terkejut mendengar kalau End’e Draking keluar dari rumahnya setelah beberapa bulan perawatan di rumah sakit.


“Wah... Aku tidak sangka kalau dia akan keluar lagi dari rumahnya dan juga dari kawasan perumahan suku Draking.”


Montra Yu Draking langsung mengatakan sesuatu kepada Creely Draking.


“Creely Draking, terimakasih telah menjaga Cyir pada malam hari ketika kami berdua tidak ada di rumah.”


“Tenang jangan khawatir. Aku sudah menganggap Cyir itu adalah anak aku sendiri karena dia adalah saudaranya Qixin dan Qixin adalah saudara dari keponakan aku walaupun itu dari ritual mereka sendiri. Akan tetapi aku sudah menganggap kalian semua sebagai keluarga dan aku juga pernah merawat anak.”


“Akan tetapi Cyir adalah anak yang paling susah kamu rawat karena dia harus ditenangkan secara perlahan-lahan dan juga sabar. Dikarenakan ibunya sudah meninggal.”


“Cyir itu bukanlah anak yang bandel. Aku pernah menjaga seorang bayi yang lebih bandel darinya, bayi itu pernah mengeluarkan kemampuannya dan mengikat aku dengan akar-akar pohon.”


Creely Draking tidak masalah dengan sikap Cyir yang sangat susah ditenangkan dan juga nakal. Akan tetapi ada seorang bayi perempuan yang lebih buruk daripada Cyir dan seorang bayi laki-laki yang lebih bawel dibandingkan Cyir. Karena pengalamannya itu, dia sudah terbiasa menjaga anak bayi.


“Kalau begitu, aku pamit dulu, ya. Makanan yang aku buat akan aku taruh disini. Dan tentang almarhum ibu kamu itu pasti senang melihat kalian berdua tidak bertengkar, dan sebagian suami setia, kamu tidak boleh tergoda oleh kecantikan aku, ya. Nanti istri kamu itu akan marah dan tidak tenang.”


“Oi, ayah! Dengarkan!”


Creely Draking pergi meninggalkan mereka berdua dan jalan menuju ke rumahnya End’e Draking untuk memeriksa keadaan mereka. Setelah membereskan permasalahan keluarga itu, tetapi lupa meminta maaf karena kemarin dia tidak datang, tapi dia sudah bahagia melihat keluarga itu sudah tenang.


Di ruangan makan, Qixin Draking Yu dan ayahnya melihat masakan yang dibuat oleh Creely Draking yang terlihat tidak seindah penampilan dan kecantikannya.


“Sepertinya ayah akan berpikir sekali lagi untuk tidak mencintai wanita itu.”


“Noh... Ayah, kamu ini akan membuat ibu akan nangis dan tidak tenang.”