![[ZEROLINE] End'E Draking](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-zeroline--end-e-draking.webp)
...CHAPTER 6...
Sudah beberapa bulan, End’e Draking berada di rumah sakit akibat dari dia dilempar oleh kakaknya sendiri. Walaupun dia jatuh ditempat pembuangan sampah dan masih selamat, tetapi ada beberapa bagiannya mengalami kecelakaan.
End’e Draking sedang menonton sebuah berita dan dia tidak begitu mengerti dengan berita tersebut, karena berita tersebut tentang hal-hal kejahatan.
“Kenapa ada banyak orang ingin sekali berbuat kerusakan hanya untuk uang?”
End’e Draking tidak terlalu penasaran dengan tindakan Penjahat yang ada didalam berita tersebut yang membuat kerusakan.
End’e Draking mengganti saluran televisi ke saluran televisi yang masih menangkap kartun anak-anak. Atau dia akan mengganti ke sebuah saluran tentang ilmu pengetahuan.
“Membosankan...”
Walaupun sudah diganti puluhan kali, dan sudah melihat saluran yang sama beberapa kali. Dia hanya menemukan hampir saluran yang menampilkan warna hitam putih atau pelangi.
Sebenarnya End’e Draking itu sedang bergadang dan tidak bisa tidur. Jadi dia menonton televisi pada Malam hari, tetapi dia tidak menemukan saluran yang pas untuk umurnya. Pada malam hari tidak ada saluran yang bagus, selain berita tentang kejahatan atau hal-hal dewasa.
Dan juga sebenarnya End’e Draking tidak diperbolehkan menonton televisi pada malam hari oleh Bibinya karena akan menggangu kesehatan tidurnya. Tapi karena End’e Draking tidak bisa tidur dan dia juga orang ketakutan.
Dan ada seorang suster yang sedang mencari obat untuk seorang pasien yang sedang dioperasi. Suster tersebut mendengar sebuah suara dari sebuah kamar. Dan lalu Suster mendekati dan membuka pintu kamar tersebut.
“Halo!”
End’e Draking terkejut karena suster tersebut masuk dan hampir mengagetkan dirinya. Dan Suster tersebut melihat End’e Draking belum tidur dan masih menonton televisi.
“Pasien no 9564, seharusnya kamu tidak diperbolehkan untuk menghidupkan televisi, apalagi anda menonton yang tidak cocok untuk usia anda. Jadi sebaiknya tidur dan mimpi indah.”
End’e Draking tidak sengaja berhenti disaluran televisi yang tidak seusianya dan dia langsung mematikan televisi tersebut.
“Maafkan, saya. Saya akan segera tidur secepatnya. Tapi bisakah untuk tidak mematikan lampu di sini.”
End’e Draking akan segera tidur, tetapi dia meminta untuk lampu di ruangannya untuk tidak dimatikan. Dikarenakan End’e Draking sangat takut kegelapan dan malam hari lagi.
“Baiklah, tapi anda harus segera tidur.”
Suster menutup pintu dan meninggalkan End’e Draking di ruangannya dengan lampu yang menyala terang. Dan setelah ditinggalkan, End’e Draking langsung tidur. Akan tetapi End’e Draking tidak bisa tidur dan matanya juga tidak bisa ditutup.
Dan Tiba-tiba ada sebuah suara terdengar dari jendelanya, dan suara tersebut memanggilnya. End’e Draking langsung merinding. Tidak ada orang didalam ruangannya selainnya, dan tidak mungkin ada orang berada diluar rumah sakit.
“End.... Buka!”
Suara tersebut sangat keras dan sangat mengerikan, End’e Draking tidak bisa tidur dan dia ingin cepat tidur. Akan tetapi karena dia penasaran, dia menghampiri suara dari jendela tersebut. Dan ketika dia membuka jendelanya, dia dikagetkan oleh seseorang yang melompat ke jendelanya.
“Bwahhh....”
“Ya...”
End’e Draking terkejut sampai terjatuh ke lantai dan dia tidak menduga kalau sosok itu adalah kakak perempuannya sendiri. Zeny Draking melewati jendela dan tidak masuk melalui pintu seperti orang biasa, karena menurutnya itu membuang-buang waktu saja.
“Kak, jangan membuat aku terkejut lagi!”
End’e Draking sangat marah, karena Kakaknya sengaja membuatnya ketakutan. Padahal Zeny Draking tidak sengaja mengejutkan adiknya tersebut.
“Maaf, itu tidak sengaja.”
Zeny Draking meminta maaf atas kejadian tadi, dia tidak sengaja mengejutkan adiknya tersebut.
“Tapi bisakah kamu tidak masuk lewat jendela lagi, masuklah melalui pintu itu seperti orang pada umumnya.”
“Tidak bisa, karena itu hanya membuang waktu kita saja. Dan juga aku sudah rindu dengan adik kecilku.”
End’e Draking mengingati kakaknya kalau perilaku kakaknya hampir membuatnya meninggal.
“Maaf, itu tidak sengaja. Aku melempar kamu itu, supaya kita berhemat waktu sampai ke rumah.”
Dengan alasan menghemat waktu, Zeny Draking melempar adiknya menuju ke rumah.
“Menghemat waktu. Aku saja tidak sampai ke rumah malah sampai ke pembuangan sampah raksasa. Untung saja, ada penjaga kebersihan yang menyelematkan aku.”
End’e Draking merasa kecewa dengan perilaku kakaknya itu yang mementingkan kehematan waktu daripada keselamatan orang lain.
“Ayolah, jangan marah begitu. Nanti aku akan belikan kamu lima batang es krim.”
Zeny Draking meminta adiknya untuk tidak marah kepadanya. Dia juga akan memberikan es krim kepadanya, jika dia tidak marah lagi.
“Es krim. Aku ini bukan anak yang mudah terpengaruh oleh sesuatu hal yang manis. Aku hanya mau kamu bawakan seluruh peralatan atau ....”
End’e Draking tidak ingin dibawakan atau tidak bisa terpengaruh oleh sesuatu hal manis. Tapi dia mau sesuatu yang penting baginya.
Dan Tiba-tiba mereka berdua keluar dari jendela dan meninggalkan ruangan tersebut. Inilah End’e Draking inginkan sebenarnya.
“Yohooo...”
“Apakah kamu senang, adik?”
Zeny Draking tahu apa permintaan adiknya tersebut. Dia membawa keluar adiknya dari rumah sakit dan lalu menuju ke rumah.
“Tidak.”
End’e Draking sangat senang, karena terbebas dari ruangan yang mengurungnya.
“Bisakah kita lebih cepat, kak! Supaya Bibi tidak tahu kalau kita sedang kabur.”
End’e Draking menyuruh kakaknya supaya lebih cepat agar tidak ketahuan oleh bibi mereka.
“Itu bukan masalah yang besar.”
Zeny Draking menambah kecepatan gerakannya. Kecepatan itu sangat cepat dan End’e Draking tidak bisa menahan kecepatan tersebut. Dia harus memegang kakaknya sekuat mungkin, supaya tidak terhempas oleh kecepatan yang begitu cepat baginya.
Pada malam hari, jarang ada kendaraan atau orang yang melintas. Jadi Zeny Draking bisa bergerak leluasa dengan kecepatan yang tinggi. Tidak ada yang bisa menghalangi kecepatan yang begitu cepatnya.
“Apakah ini cukup?”
Zeny Draking bertanya apakah kecepatan tersebut sudah cukup. End’e Draking tidak bisa menjawabnya ataupun mendengar karena dia fokus memegang kakaknya agar tidak terhempas.
Ketika sudah sampai didepan gerbang perumahan khusus, Mereka berdua langsung dicegat oleh dua petugas yang menjaga Gerbang tersebut. Karena tidak bisa menahan kecepatannya, Zeny Draking tidak sengaja menendang dua penjaga gerbang tersebut.
Maksud dia menendang dua penjaga gerbang tersebut, untuk menghentikan gerakannya yang sangat cepat. Dua penjaga gerbang itu langsung mengalami kerusakan dan tidak bisa hidup lagi.
“Ayo, loh! Kakak, Dua droid bodoh itu rusak dan tidak bisa hidup lagi.”
“Tidak apa-apa, ayo kita lanjutkan lagi ke rumah!”
Zeny Draking melihat dua penjaga gerbang itu yang terlihat baik-baik saja, dia langsung meninggalkan dua penjaga gerbang tersebut. Zeny Draking tidak perduli dengan benda mati, dan End’e Draking tidak menanyakan hal itu.
“Ok.”
Jarak antara gerbang masuk dengan rumah mereka tidak terlalu jauh. Jadi Zeny Draking menambah kecepatan gerakannya lagi dan lebih cepat dari sebelumnya. End’e Draking juga memegang kakaknya sangat erat supaya tidak terhempas atau terjatuh.
Dan akhirnya mereka telah sampai di rumah mereka. End’e Draking turun dari punggung kakaknya dan langsung masuk rumah kemudian masuk kedalam ruangannya. Sementara itu, Zeny Draking langsung masuk kedalam kamar tidurnya dan tertidur pulas setelah berlarian.