![[ZEROLINE] End'E Draking](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-zeroline--end-e-draking.webp)
...CHAPTER 9...
Karena sudah memikirkan matang-matang apa yang harus dilakukannya. End’e Draking sudah mulai bangkit dan akan menyerang Zeny Draking.
“Kak, Kalau bisa kakak menahan serangan ini.”
End’e Draking menggunakan kemampuan Mytic [Portal Lingkaran], tetapi dia tidak membuat sebuah portal pemindahan. Dia membuat sebuah energi yang tercipta dari portal lingkaran. Energi yang terkumpul akan menjadi daya serang kuat.
Setelah mengumpulkan energi untuk dijalankan daya serang. Lalu dia akan melepaskannya dan mengarahkan ke Kakaknya itu.
Dia yakin dengan cara ini, dia bisa mengalahkan kakaknya itu. Bagaimana cara kakaknya menghindari serangan itu, dia tidak perlu memikirkannya, karena serangan itu tidak bisa ditangkis ataupun ditahan.
Serangan itu diberi nama Kemampuan Mytic [ Ledakan Energi portal ], penamaan tersebut berasal dari kemampuan Mytic [Portal Lingkaran] dan menurut perhitungan ledakan yang dihasilkan lumayan besar.
“Bersiaplah! Ledakan Energi!”
Dia langsung melepaskan energi tersebut dan mengarahkan ke Kakaknya. Tembakan tersebut lumayan cepat dan stabil.
Zeny Draking melihat serangan tembakan tersebut mengarah kearahnya, dia melakukan kuda-kuda untuk menahan serangan tersebut.
Ketika serangan tersebut sudah cukup dekat dengannya, Zeny Draking langsung memegang serangan energi tersebut dengan Kedua tangannya. Tapi serangan tersebut meledak.
“Apakah ini berhasil?”
End’e Draking melihat serangan energi yang dilepaskannya berhasil mengenai kakaknya itu. Tapi dia tidak tahu kalau kakaknya itu.
“Berhasil? Dari mana?”
Terlihat Zeny Draking baik-baik saja dan sekujur tubuhnya tidak terkena ledakan tersebut.
Dia menggunakan kemampuan Ragen [Pembalik Dan Pengontrolan Energi]. Sebelum energi itu meledak, dia menahan energi tersebut dan lalu menyerang energi tersebut kedalam tubuhnya. Kemudian energi tersebut berubah menjadi energi miliknya.
“Tidak mungkin! Bagaimana kakak bisa melakukan hal itu?”
End’e Draking tidak percaya kalau kakaknya berhasil menghindari serangan energi itu.
“Bagaimana dengan serangan balik?”
Energi yang telah didapatkannya, dia mengumpulkan kedalam satu genggaman tangannya. Jika terkena, maka akan terjadi kerusakan yang sangat hebat. Dan dia akan mengembalikan atau mengeluarkan pada waktu yang sangat tepat saja.
End’e Draking yang mendengar hal itu, dia memiliki firasat buruk untuk mendekati dirinya ke kakaknya dalam beberapa langkah. Firasat buruknya itu tidak pernah salah, dan dia harus berhati-hati.
Ketika End’e Draking mulai menjauhi jaraknya dengan kakaknya, dia langsung terperangkap oleh beberapa tumbuhan yang mengikat kedua kakinya. Kakinya terikat membuatnya langsung panik dan mulai ketakutan karena dia merasa kalau firasatnya benar.
“Rasakan ini, adik kecil!!!”
Setelah mengikat kedua kaki adiknya itu sehingga dia tidak dapat bergerak kemana-mana lagi, Zeny Draking langsung mengeluarkan energi yang berjumlah besar pada tangan kanannya itu kearah adiknya itu.
Energi yang keluar dari genggaman tangan kanannya itu, mengeluarkan sebuah serangan, seperti serangan tekanan angin yang berhembus kencang dan sangat menyakitkan. Jika terkena tekanan tersebut, tubuh target akan mengalami luka luar maupun luka dalam.
Karena tidak bisa menghindar lagi, End’e Draking membuat portal didepan serangan tersebut supaya serangan tersebut tidak mengenainya dan akan mengenai kakaknya. Akan tetapi perhitungan End’e Draking tidak tepat karena serangan tersebut sudah didekatnya.
End’e Draking terkena serangan tekanan energi tersebut yang sangat kuat. End’e Draking mulai bertahan agar tidak terhempas, tetapi dia merasa tubuh bagian dalamnya terasa kesakitan. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada bagian tubuh dalamnya kenapa bisa terasa sangat sakit ketika menahan serangan tekanan energi.
Setelah terkena serangan tekanan energi yang sangat besar tersebut, End’e Draking tidak bisa lagi menggerakkan seluruh anggota badannya. Dia sudah mulai menyerah dan akan mengakui kekalahannya kepada kakaknya.
“KAK.... Aku menyerah.... Kakak adalah pemenangnya.”
Zeny Draking masih belum percaya kalau dia memenangkan pertandingan itu dengan sangat mudah. Pasti ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh adiknya tersebut.
“Jangan bohong!!! Kamu pasti berpura-pura menyatakan kekalahan dan ketika aku mendekati kamu, kamu akan menyerang secara tiba-tiba.”
Zeny Draking menduga kalau pernyataan kekalahan End’e Draking hanyalah kebohongan saja. Tapi End’e Draking tidak terlalu suka berbohong saat tubuhnya sudah hampir hancur.
“Mana mungkin, kak! Lihat aku hanya bisa menggerakkan bagian-bagian kecil saja, seperti mulut dan jari-jari. Dan aku benar-benar kalah dan Kakak adalah pemenangnya!”
“Benarkah? Tidak ada tipu daya.”
“Benar....”
Mendengar kata itu, Zeny Draking mulai percaya dan lalu dia mulai mendekati adiknya itu yang terkapar didekat pohon. Setelah sampai di sana, Zeny Draking melihat adiknya yang hampir terluka parah akibat serangan kuat itu.
“Waduh.... Parah, ya!”
Zeny Draking tidak menyangka kalau serangannya itu dapat hampir melukai adiknya itu. Lalu kemudian dia meminta maaf karena terlalu berlebihan.
“Maaf, ya.... Itu tidak sengaja. Aku tidak mengira akan sekuat itu.”
“Maaf! Terlambat, kak!”
Sepertinya End’e Draking tidak bisa menerima permintaan maaf tersebut karena menurutnya sudah terlambat.
“Ayolah! Kakak akan membawa kamu pulang ke rumah dengan digendong dibelakang punggung kakak, bagaimana?”
Karena melihat adiknya itu, Zeny Draking menawarkan dirinya untuk membawa pulang adiknya dengan gendong dibelakang punggungnya.
“Bagaimana, ya? Tapi kakak tidak boleh melempar adik kamu ini ataupun berlari dengan sangat kencang.”
End’e Draking tidak ingin kecelakaan lagi akibat dari kakaknya. Makanya dia memberikan dua syarat tersebut.
“Baiklah....”
Zeny Draking menggendong adiknya itu dan lalu mereka pulang menuju ke rumah mereka. Dia sudah berjanji tidak akan berlari cepat dan melempar adiknya, jadi dia bergerak secara pelan-pelan saja.
Akan tetapi mereka harus bergerak sangat cepat karena malam akan tiba beberapa lama lagi. Tapi jarak antara gerbang perumahan khusus itu dengan tempat mereka masih lumayan jauh. Mungkin saja, gerbang akan tertutup dulu ketika mereka sudah sampai.
“Kak, sebaiknya kita bergerak lebih cepat lagi.”
“Kata kamu, aku tidak boleh bergerak sangat cepat dan itu akan membahayakan kamu.”
“Tidak apa-apa. Tapi janganlah terlalu cepat!”
“Ok... Tidak terlalu cepat.”
Zeny Draking langsung bergerak cepat, tetapi tidak terlalu cepat agar tidak akan mengalami kecelakaan. End’e Draking yang berada dibelakang punggung kakaknya itu, dia sangat senang karena dia tidak perlu berjalan jauh ke rumah.