[ZEROLINE] End'E Draking

[ZEROLINE] End'E Draking
Chapter 4



End’e Draking terbangun di ruangan dan disebelah ada seseorang yang sepertinya sedang mengecek bagian tubuhnya. Sepertinya End’e Draking terbangun di ruangan medis dan dia berada di rumah sakit.


“Janganlah bergerak dahulu, anak bodoh!” -Creely Draking


Creely Draking sedang merawat End’e Draking dan juga mengobati bagian tubuh yang rusak dan tidak biasa.


“Beberapa kali, Bibi bilang janganlah menggunakan tubuh kamu menjadi eksperimen lagi.” -Creely Draking


Creely Draking Tampa sangat marah dan kecewa terhadap End’e Draking yang masih menggunakan tubuhnya untuk bereksperimen.


“Aku ingin tahu eksperimen apa yang kamu lakukan hari ini? Dan lalu kenapa tubuh kamu jadi tidak teratur dan rusak begini?” -Creely Draking


Bibinya ingin mengetahui eksperimen apa yang dapat menyebabkan tubuhnya rusak. End’e Draking susah menjawab pertanyaan itu, karena akan ditanyakan dengan jawabannya.


“Baiklah, jika kamu tidak menjawabnya, maka kakak kamu yang akan menanyakan tentang eksperimen apa yang kamu kerjakan.” -Creely Draking


End’e Draking tidak ingin kakaknya mengetahui eksperimen yang dilakukan olehnya, jadi dia menjawab tetapi sedikit kebohongan.


“Tadi aku bereksperimen tentang membuat sebuah portal menuju ke tempat yang ingin dituju. Akan tetapi terlihat dari efeknya sekarang, sepertinya tubuh aku menjadi tidak kompleks lagi.” -End’e Draking


Setelah mendengar jawaban yang cukup bagus, Creely Draking bertanya sekali lagi.


“Kalau begitu dimana alatnya yang membuat portal tersebut?” -Creely Draking


Bibinya menanyakan alat yang digunakan untuk membuat sebuah portal yang dikatakan oleh End’e Draking. End’e Draking sudah tahu akan ditanyakan itu, jadi dia akan menjawab seperti ini.


“Portal tersebut hanya digunakan sekali saja, dan lalu alat tersebut langsung rusak dan meledak.” -End’e Draking


Kemungkinan besar jawaban yang diberikan olehnya pasti dapat dimengerti oleh bibinya.


“Ehm... Zeny, Apakah kamu bisa mencari alat tersebut didalam rumah kamu?” -Creely Draking


Tiba-tiba kakaknya muncul dari bawah dan itu mengejutkannya. Dia tidak tahu kalau kakaknya ada dibawah tempat tidurnya.


“Baiklah, Bibi. Aku akan mencarinya.” -Zeny Draking


Zeny Draking langsung berlari menuju ke rumah mereka untuk mencari alat tersebut yang merusak tubuh adiknya tersebut.


End’e Draking langsung khawatir dan dia tidak bisa menghentikan kakaknya yang sudah pergi ke rumah mereka.


“Hah... Tunggu, kakak.” -End’e Draking


End’e Draking tidak bisa berbuat apa-apa, selain mengatakan kebenaran kalau dia diculik dan dia menyalin kemampuan orang lain. Tapi dia harus menunggu sebentar dulu sebelum mengatakan sebenarnya.


“Jadi kakak kamu sedang mencari alat yang kamu gunakan tersebut dan merusak tubuh kamu sendiri. Jika alat tersebut tidak ada di rumah, maka jawaban yang kamu berikan adalah kebohongan, benarkah.” -Creely Draking


Bibinya sangat pintar dan dia harus mengetahui apakah keponakannya berbohong kepadanya atau mengucapkan kebenaran.


“Pasti ada.” -End’e Draking


End’e Draking baru saja mengingat kalau ada beberapa alat-alat yang dibuatnya untuk melakukan berbagai eksperimen. Jadi diantara alat tersebut yang mana kakaknya mengambil.


“Lama sekali. “ -Creely Draking


Creely Draking masih menunggu kembalinya Zeny Draking dari rumahnya untuk mengambil alat tersebut.


Dalam jarak segitu dipastikan akan membutuhkan waktu setidaknya dua jam lebih dengan berjalan kaki atau berlari.


Dan tiba-tiba End’e Draking bertanya siapa yang membawanya ke rumah sakit.


“Oh, iya. Siapa yang membawa aku ke sini? Bukankah di sekitar sana tidak ada orang sama sekali?” -End’e Draking


End’e Draking mengingat saat sebelum dia pingsan tidak ada seorang pun disekitarnya berjarak 10 meter, dan sebelumnya juga hanya gadis itu saja.


“Ah... Ada satu orang, tetapi dia tidak ingin menyebutkan namanya. Dari penampilannya, dia seorang anak dari penjabat tinggi di negara lain.” -Creely Draking


Menurut Creely Draking, End’e Draking diselamatkan oleh seseorang yang berpenampilan seperti anak-anak dari penjabat.


“Maksud kamu adalah seorang anak yang menyelamatkan aku, dan bagaimana Bibi tahu kalau anak itu dari negara lain?” -End’e Draking


Dia saja tidak melihat orang yang telah menolongnya. Tapi dari penjelasan yang sangat membingungkan tersebut, dia bertanya.


“Jangan lupa Bibi kamu ini mempunyai banyak koneksi orang-orang penting. Dan itu berasal dari ibu kamu.” -Creely Draking


Bibinya mengetahui karena mempunyai sejumlah koneksi di kalangan orang-orang penting. Dan makanya dia mengetahui anak itu berasal.


“Baiklah, Bibi. Bolehkah Aku pergi dari sini, karena aku tidak betah lagi.” -End’e Draking


End’e Draking ingin segera keluar dari rumah sakit, karena alasan yang cukup jelas yaitu Kakaknya yang hampir datang. Saat turun Bibinya menghentikannya.


“Kamu tahu tidak, jika bukan aku merawat kamu dan ruangan ini bukan menjadi ruangan khusus kamu, kamu pasti dapat banyak tagihan.” -Creely Draking


Dia ditunjukin jumlah tagihan yang diharuskan bayar olehnya, jika dia tidak dirawat oleh bibinya. Melihat jumlah yang cukup mengejutkan dan pasti sangat mahal, dia mulai menuruni bibinya.


“Ok, aku akan tetap di sini sambil menunggu kakak aku datang.” -End’e Draking


End’e Draking hanya bisa diam dan menuruti perkataan Bibinya saja. Dan dia juga harus menunggu kedatangan Kakaknya sebentar lagi.


Sambil menunggu Zeny Draking balik ke ruangan kesehatan pribadi End’e Draking. Creely Draking memutuskan untuk memesan air putih dan akan memberikan kepada End’e Draking.


“Baiklah, sambil menunggu kakak kamu datang. Bagaimana jika aku akan memesan dua gelas air bening?” -Creely Draking


End’e Draking tidak ingin minum segelas air bening, dia meminta segelas air susu untuknya saja.


“Bibi, bolehkah aku meminta segelas air susu putih saja dan janganlah ditambah pemanis buatan?” -End’e Draking


Creely Draking tidak bisa menolak permintaan dan ponakannya tersebut.


“Baiklah, akan tetapi kamu harus diam di sini saja.” -Creely Draking


Creely Draking pergi dan meninggalkan End’e Draking sendirian di ruangan itu. End’e Draking bisa saja kabur dari ruangan itu, dan langsung pulang ke rumahnya. Akan tetapi End’e Draking ingin menjadi orang yang selalu menuruti bibinya walaupun ada beberapa sedikit kebohongan yang pernah dia katakan kepada bibinya.


Tidak butuh waktu yang lama. Bibinya telah membawakannya segelas Air Susu penuh dan itu terlihat sangat enak.


Draking meminum segelas air susu tersebut sampai habis. Dia selalu akan menghabiskan makanan ataupun minuman dalam waktu sekejap, agar makanan tersebut tidak terbuang.