![[ZEROLINE] End'E Draking](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-zeroline--end-e-draking.webp)
Pada pagi hari, Zeny Draking terbangun dan melihat adik-adiknya masih dalam tidur. Dia masih merasa senang melihat adik-adiknya masih tidur pulas, tetapi dia belum bisa tenang setelah melihat mimpinya tersebut yang sangat menyeramkan baginya.
Mimpi itu lebih buruk dibandingkan dengan mimpi dikejar roh jahat atau kematian keluarga, karena mimpi itu bukanlah mimpi yang dibuat oleh pikiran dan otak, akan tetapi sesuatu penglihatan yang mengungkapkan masa depan, dan itu berasal dari dunia kemungkinan.
“Mimpi itu tidak boleh aku ceritakan kepada siapapun, termasuk adikku sekalipun. Aku tahu kalau aku menceritakan tentang mimpiku ini, mereka akan ikut terlibat dan bisa saja mereka mati. Jadi aku harus menyembunyikan mimpi ini dari mereka bertiga, agar mereka terkena dampak dan hanya aku saja yang terkena dampaknya.”
Zeny Draking hanya bisa merahasiakan dari semua orang, termasuk adik-adiknya tersebut. Dia tidak ingin ada orang kesayangannya mengalami takdir buruk, karena dia memberitahu mimpinya kepada mereka. Jadi lebih baik dia merahasiakan daripada memberitahu mimpinya tersebut.
Akan tetapi dia tidak menyadari kalau Qixin Draking Yu mendengar perkataannya tersebut. Sebenarnya Qixin Draking Yu ingin bangun dari tidurnya, tetapi dia melihat Zeny Draking sedang berbicara tentang sesuatu. Jadi dia diam-diam mendengarkan ocehan tersebut.
Qixin Draking Yu tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Zeny Draking sendirian, tetapi dia masih sedikit penasaran dengan perkataan tersebut. Akan tetapi dia tidak ingin membicarakan hal itu kepada Zeny Draking dan dia akan berjanji menahan perasaan penasarannya dan tidak mengatakan kepada orang lain.
Zeny Draking memastikan kalau adik-adiknya itu benar-benar tidur. Setelah memastikan kalau adik-adiknya masih tidur, dia pergi keluar dari tendanya untuk melakukan kebiasaan rutinnya yaitu mengelilingi dinding kawasan perumahan khusus itu tiga kali. Luas dari kawasan perumahan khusus tersebut adalah 5,124 Km Persegi dengan kelilingnya adalah 6 km.
Setelah melihat Zeny Draking keluar dari tenda, Qixin Draking Yu tidak ingin bangun dari tidurnya dulu, sebelum Zeny Draking selesai berkeliling sekali. Dia menunggu Zeny Draking berkeliling sekali, dan kemudian bangun dari tidurnya agar tidak dicurigai kalau dia sudah bangun saat Zeny Draking mengoceh tentang sesuatu hal itu.
Qixin Draking Yu yang masih berpura-pura tidur, kelamaan dia langsung tertidur lagi dengan pulasnya. Sebab dia menutup mata terlalu lama dan masih sedikit merasa kantuk, maka otaknya berproses kalau dia masih butuh tidur. Dan terjadilah dia tertidur sangat pulas.
Setelah beberapa lama mengelilingi dinding kawasan perumahan khusus tersebut sebanyak dua kali, Zeny Draking sudah berkeringat di sekujur tubuhnya dan juga telah merasa kelelahan. Karena masih ada satu kali lagi untuk mengelilingi kawasan perumahan khusus tersebut, jadi dia menguatkan dirinya dan berlari lagi sekali lagi.
“Ayo, kamu pasti bisa, Zeny! Hanya sekali lagi dan setelah itu, kamu boleh beristirahat.”
Zeny Draking langsung berlari dan mengelilingi dinding kawasan perumahan khusus tersebut sekali lagi, setelah itu dia akan istirahat sebentar. Walaupun dalam keadaan lelah dan tidak kuat berlari lagi, dia harus masih bisa berlari dan menguatkan dirinya lagi.
End’e Draking telah bangun dari tidurnya dan melihat Qixin Draking Yu dan Serlin De Draking masih tertidur pulas. Karena Qixin Draking Yu masih tidur, dia memikirkan sesuatu hal yang sangat hebat didalam pikirannya.
End’e Draking mengambil tanah lumpur dari luar tenda, dan lalu akan menulis sebuah tulisan buruk di wajah Qixin Draking Yu dan juga Serlin De Draking. Sebenarnya dia tidak ingin menulis di wajah Serlin De Draking, karena Serlin De Draking adalah orang yang baik kepadanya, akan tetapi karena untuk bersenang-senang saja, dia menulisnya dan akan meminta maaf kepadanya.
Setelah menulis di wajah kedua temannya itu, lalu dia pergi berlari dan menuju ke depan gerbang masuk kawasan perumahan khusus tersebut. Dia tidak ingin melihat ekspresi wajah mereka berdua ketika mereka saling menertawakan dan berekspresi marah kepadanya.
“Aku akan menunggu mereka didepan gerbang. Aku tidak bisa melihat ekspresi wajah mereka setelah mereka melihat wajah mereka masing-masing.”
Zeny Draking yang sedang berlari, dia bertemu dengan End’e Draking yang terlihat bergembira yang sedikit menakutkan. Zeny Draking penasaran apa yang ditertawakan oleh adiknya itu sampai menunjukkan senyuman yang mengerikan tersebut.
“Adik, kenapa kamu tersenyum seperti itu? Itu akan membuat orang-orang sekitar kamu akan ketakutan, loh...”
“Aku hanya sedikit menertawakan sesuatu yang didalam pikiran aku saja.”
Zeny Draking tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh adiknya itu, dia tahu kalau adiknya tidak akan tertawa dan tersenyum, setelah melakukan sesuatu keburukan atau lelucon. Jadi dia sedikit bertanya kepada adiknya.
“Benarkah? Aku tahu kamu sedang berbohong, karena kamu akan tertawa setelah melakukan keusilan yang dilakukan oleh dirimu.”
Karena merasa sedikit khawatir dan penasaran kenapa adiknya itu tersenyum, Dia yakin ada sesuatu yang akan terjadi didalam tenda. Dia langsung pergi ke tenda untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Dia dihentikan oleh adiknya untuk tidak pergi ke tenda dan memastikan keadaan didalam tenda. Mendengar perkataan adiknya tersebut, dia tambah cemas dan penasaran apa yang terjadi didalam tenda dan apa yang disembunyikan oleh adiknya itu.
Tiba-tiba Zeny Draking mendengar sebuah teriakan keras dari tenda, dan suara tersebut dari Qixin Draking Yu dan Serlin De Draking. Sepertinya ada masalah didalam tenda, dia langsung pergi dan melepaskan tangan adiknya yang menahannya.
Setelah sampai di tenda, dan membuka tenda, dia melihat Serlin De Draking menangis, sedangkan Qixin Draking Yu sangat kesal. Dia terkejut melihat kedua wajah mereka yang penuh tulisan aneh, dan dia tahu siapa yang melakukan hal tersebut.
“Kak Zeny, dimana End’e sekarang? Lihat dia telah membuat Serlin menangis dan juga mencoret muka kita berdua.”
“Hiks... hiks... Kakak Zeny, aku terlihat muka aku terlihat sangat jelek dan tidak cantik lagi.”
Zeny Draking sangat kesal dan marah kepada adiknya itu yang melakukan perbuatannya buruk kepada kedua adik lainnya. Sebelum mendatangi adiknya itu yang didepan gerbang, dia harus menenangkan Serlin De Draking yang menangis dan Qixin Draking Yu yang masih terlihat sangat kesal.
“Serlin, tenanglah! Wajah kamu masih terlihat imut dan cantik, tidak ada lebih cantik dan baik hati selain kamu di dunia ini. Tetaplah tersenyum.”
Setelah mendengar perkataan dari Zeny Draking, dia langsung tenang dan berhenti menangis, tetapi dia masih merasa kesal dan marah terhadap perilaku End’e Draking kepadanya yang mencoret wajahnya.
Setelah menenangkan mereka, dan lalu mengajak mereka berdua kedepan gerbang untuk menemui End’e Draking untuk mendapatkan penjelasan kenapa dia mencoret wajah kedua temannya itu. Akan tetapi mereka tidak menemukan End’e Draking didepan gerbang.
“Dimana, End’e?”
“Kak Zeny, sepertinya dia takut kepada kamu akan memarahinya, jadi dia kabur dan menjauhi dari kita.”
Zeny Draking berpikir tidak mungkin adiknya itu kabur kemanapun, karena pintu gerbang masuk belum terbuka dan Para Penjaga masih dalam keadaan non aktif, dan jika End’e Draking berlari ke tempat lain, dia tidak bisa menemukan jejak kaki adiknya itu.
“Aku tidak tahu dia kabur kemana, karena tidak ada jejak kaki yang di tanah ini dan hanya jejak kita bertiga, dan juga jejak kaki bekas beberapa menit sebelumnya.”
Di tanah itu hanya ada beberapa jejak kaki, yaitu Dia, Qixin Draking Yu, Serlin De Draking, dan End’e Draking. Akan tetapi jejak kaki adiknya itu sudah lama dan itu jejak dari tenda ke depan gerbang. Dan ada juga jejak kaki mengelilingi dinding itu adalah jejak kakinya sendiri.
“Apakah dia mempunyai satu trik?”
Serlin De Draking hanya bisa mengira kalau End’e Draking menggunakan sesuatu trik untuk menghilangkan jejak kakinya dan kabur tanpa ketahuan oleh mereka bertiga. Tapi trik tersebut memerlukan waktu yang sangat lama untuk menyembunyikan jejak kaki.
“Aku tahu.”
Zeny Draking mengingat kalau End’e Draking mempunyai sebuah kemampuan baru yang diperlihatkan kepadanya kemarin saat mereka bertarung berduaan saja, dan kemampuan tersebut bisa saja menjadi trik untuk kabur dari mereka tanpa ketahuan atau diketahui.
“Kemarin, dia menggunakan sebuah kemampuan yang baru pertama kali aku lihat.”
“Kemampuan baru? Apa itu, Kak Zeny?”
Mereka berdua terkejut mendengar hal itu, karena mereka mengetahui kalau End’e Draking hanya bisa menggunakan satu kemampuan saja dan tubuhnya juga tidak bisa melampaui batasannya yaitu mendapatkan satu lagi kemampuan. Lalu Qixin Draking Yu bertanya kepada Zeny Draking kemampuan apa itu.