![[ZEROLINE] End'E Draking](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-zeroline--end-e-draking.webp)
Dipertengahan perjalanan menuju ke perumahan khusus, mereka berdua bertemu dengan dua orang. Mereka saling mengenal satu sama lain karena mereka adalah teman kecil. Bahkan sebelum mereka lahir, keluarga mereka sudah saling kenal mengenal.
“Qixin! Serlin!”
Dua orang itu ialah Qixin Draking Yu dan Serlin De Draking. Usia mereka hampir sama, Qixin pada tahun ini dia sudah berusia 8 tahun, sedangkan Serlin De Draking masih berusia 7 tahun. Dan juga Qixin itu laki-laki dan Serlin perempuan.
Mereka berdua mendengar nama mereka dari arah belakang. Mereka langsung menengok kebelakang dan ternyata yang memanggil mereka adalah Zeny Draking.
“Wah! Lihat ada seorang anak yang masih manja sama kakaknya.”
Qixin tidak menyapa mereka berdua, tetapi dia langsung saja mengejek End’e Draking yang terlihat lemah itu.
“Qixin, kamu tidak boleh begitu. Aku tidak ingin kalian bertengkar lagi seperti satu bulan yang lalu.”
Serlin De Draking mencoba menenangkan situasi, dia tidak ingin mereka berdua bertengkar lagi.
“Bisakah kamu menutup mulut kamu, Kurang Bodoh!”
End’e Draking malah mengejek balik Qixin Draking Yu dengan menyebutnya kurang bodoh, yang berarti itu sedikit pintar. Tapi menurut Qixin Draking Yu itu adalah ejekan untuknya.
“Apa yang kamu katakan, mata empat?!!!”
“Woi! Aku ini tidak lagi pakai kacamata! Jika aku pakai kacamata, kamu boleh memanggilku empat mata, Kurang Bodoh!”
“Diam kau, Bre***ek. Apakah kamu ingin dihajar lagi?”
“Hajar sini. Nanti kamu akan dihajar sama kakak Zeny, loh!”
Mereka berdua tidak bisa dihentikan perkataan mereka yang saling mengejek satu sama lain.
“Woi! Kalian berdua, Bisakah hentikan kebiasaan kalian itu? End’e, apakah kamu mau diturunkan disini?”
“Tidak..!”
End’e Draking tidak mau diturunkan sebab dia belum masih bisa menggerakkan tubuhnya lagi.
“Kalau kamu tidak mau diturunkan berhentilah bertengkar dan ribut.”
“Baiklah....”
End’e Draking menuruti perkataan kakaknya itu dan tidak akan bertengkar dengan Qixin Draking Yu. Qixin Draking Yu masih mengejeknya.
“Hahaha...! Kasihan.... Dimarahi oleh kakak Zeny.”
“Kamu juga diam! Dan berhentilah mengejek kakak kamu ini.”
Zeny Draking juga memarahi Qixin Draking Yu dan dia tidak ingin Qixin Draking Yu mengejek End’e Draking karena End’e Draking adalah kakaknya.
“Heh.... Kakak Zeny, mana mungkin aku memanggilnya sebagai kakak lelaki aku. Lelaki aku harusnya kuat dan tidak lemah seperti cacing kepanasan.”
Mendengar ejekan tersebut terhadap adiknya, Zeny Draking langsung memukul kepala Qixin Draking Yu sangat keras.
“Aduh.... Kenapa?”
“Kenapa kamu tanya? Bukankah kamu tadi mengejek End’e? Jika kamu menjelekkan End’e, kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?”
Mendengar ancaman itu dari Zeny Draking, Qixin Draking Yu hanya bisa terdiam saja dan tidak berkata-kata apapun lagi. Dia merasa sangat takut jika sudah menghadapi Zeny Draking.
“Baiklah... Qixin, ayo kita segera pulang, kayaknya matahari akan tenggelam.”
Serlin De Draking mengatakan kepada mereka bahwa matahari akan tenggelam berapa saat lagi, dia mengetahuinya karena bayangan sudah panjang ke timur.
Mereka berdua pergi dan berjalan menuju ke gerbang masuk kawasan perumahan khusus. Sedangkan Zeny Draking tidak mengikuti mereka berdua, dia punya ide lain supaya lebih cepat daripada mereka.
“Adik, apakah kamu ingin kita berdua lebih cepat sampai daripada mereka atau berjalan seperti biasa saja?”
Sebelum menggunakan idenya itu, dia harus meminta izin dari adiknya tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak menyenangkan.
“Jika kita sampai dulu dari mereka, aku bisa mengejek Qixin dan menertawakannya jika dia tidak diperbolehkan masuk. Hahahaha...”
“Bisakah kamu tidak tertawa yang sangat menakutkan seperti itu lagi, adik? Dan juga rubahlah cara pikir kamu itu?”
Sebagai kakaknya, dia tidak tahu apa isi dari pikiran adiknya tersebut yang sangat misterius tetapi sangat cerdas.
“Jadi bolehkah, adik?”
“Boleh, kak. Akan tetapi janganlah terlalu berbahaya!”
“Tenanglah, ini tidak akan terlalu bahaya dan kamu akan aman.”
Zeny Draking langsung menggunakan idenya tersebut untuk sampai ke gerbang masuk kawasan perumahan khusus lebih cepat daripada teman-temannya.
Cara tercepatnya, yaitu dia menggunakan kemampuannya untuk membuat akar pada kayu bergerak, ketika akar kayu itu bergerak, dia sudah harus berada diatasnya.
Dengan menggunakan akar kayu yang bergerak dengan kecepatan tinggi, Zeny Draking dapat langsung menuju ke tujuannya tanpa berjalan ataupun berlari, dia seperti melakukan selancar tetapi memakai akar kayu.
Mereka juga melewati Qixin Draking Yu dan Serlin De Draking yang sedang berlari sangat cepat. Qixin Draking Yu dan Serlin De Draking, ketika melihat Zeny Draking bergerak sangat cepat menggunakan akar kayu, mereka ikut juga dengan menancapkan sebuah pisau ke akar tersebut.
Zeny Draking terkejut melihat dua orang temannya melakukan hal sebahaya itu.
“Jika kamu tidak ingin kami berdua bahaya, tolonglah angkat kami.”
Qixin Draking Yu meminta tolong kepada Zeny Draking untuk mengangkatnya dan Serlin De Draking.
“Jangan, kak! Kakak, lebih baik angkat Serlin daripada bocah payah sepertinya.”
End’e Draking meminta kepada kakaknya untuk tidak membantu Qixin Draking Yu dan boleh mengangkat Serlin De Draking keatas.
“Maaf, ya. Aku tidak bisa mengangkat kalian berdua karena aku ini sedang mengendarai akar ini. Jika aku kurang fokus, kita semua akan terlempar akibat dari kecepatan tinggi ini.”
Zeny Draking punya alasan kuat kenapa dia tidak bisa mengangkat mereka berdua karena dia tidak ingin sesuatu hal yang buruk akan terjadi dan tidak ingin diganggu fokusnya.
“Adik, bisakah kamu yang membantu mereka berdua?”
“Baiklah....”
End’e Draking segera turun dari punggung kakaknya dan akan menolong dan mengangkat mereka berdua keatas akar kayu.
Sepertinya End’e Draking hanya mengangkat Serlin De Draking saja keatas akar kayu, sedangkan Qixin Draking Yu, dia dipermainkan olehnya.
“Jika aku ingin kamu angkat keatas sini, maka kamu harus bilang kakak End tolong angkatku keatas, dan aku sangat meminta maaf atas perilaku aku tadi.”
End’e Draking ingin Qixin Draking Yu harus mengatakan seperti itu agar dia bisa diangkat keatas akar. Akan tetapi Qixin Draking Yu tidak ingin mengatakan hal tersebut.
“Mana mungkin, aku akan mengatakan kepada kamu!!!”
Karena Qixin Draking Yu tidak ingin mengatakan hal itu, maka End’e Draking membuat sebuah pilihan yang agak susah dipilih.
“Kalau begitu, jika kamu tidak ingin mengatakan hal itu, maka aku akan menjatuhkan kamu disini, tetapi jika kamu mengatakan hal itu, maka aku akan mengangkat kamu.”
End’e Draking memberikan dua pilihan yaitu sulit dipilih oleh Qixin Draking Yu. Qixin Draking Yu tidak ingin ditinggalkan sendiri diluar, tetapi dia juga tidak ingin mengatakan hal itu.
Karena tidak punya pilihan lain lagi, maka Qixin Draking Yu mengatakan hal itu supaya dia bisa diangkat dan ikut bersama mereka.
“Kakak End’e, tolong angkatku keatas sana, aku sangat meminta maaf atas perilaku aku sebelumnya.”
Mendengar perkataan itu sesuai yang diinginkannya, maka End’e Draking mengangkatnya dan mengatakan sesuatu kepadanya.
“Terimakasih, adikku tersayang.”
“Tapi kenapa kita berhenti?”
Sepertinya Qixin Draking Yu telah dibodohi oleh End’e Draking. Mereka semua sudah sampai didepan gerbang masuk Kawasan perumahan khusus tersebut setelah berapa saat Qixin Draking Yu diangkat keatas.
“Hahaha... Kamu dijebak. Aduh, lucunya melihat ekspresi muka kamu yang malu itu.”
End’e Draking mendapatkan sebuah kemenangan yang besar setelah dia melihat muka memalukan Qixin Draking Yu.
Karena tidak terima dibodohi oleh End’e Draking, Qixin Draking Yu mendorongnya sampai terjatuh ke tanah.
“Rasakan itu!”
Sebenarnya didalam hatinya, Qixin Draking Yu itu ingin dirinya sebagai kakak tertua dibandingkan lainnya tetapi karena dia itu kurang pintar saja.
Zeny Draking yang telah mengendarai akar kayu itu, dia terlihat kelelahan dan tubuhnya mengeluarkan banyak keringat. Melihat Kakaknya banyak keluar keringat, Serlin De Draking mengeluarkan kemampuannya untuk memulihkan stamina tubuh kakaknya itu.
“Bagaimana? Apakah kakak sudah tidak kelelahan lagi?”
“Terimakasih... Ayo kita masuk kedalam Kawasan!”
Mereka berempat berjalan menuju kedepan gerbang masuk, akan tetapi mereka dihalangi oleh Para Penjaga gerbang dengan tongkat mereka.
“Mohon maaf, kalian berempat tidak diperbolehkan masuk karena kalian sudah terlambat tiga menit.”
Zeny Draking sudah memastikan kalau mereka berempat belum terlambat dan mataharinya masih belum tenggelam.
“Hai, kalian Para Makhluk Buatan Bodoh! Kami ini sudah bersusah payah untuk pulang, tetapi kalian ingin menghalangi kami.”
Terlihat Zeny Draking sangat marah dan dia meminta Para Penjaga Gerbang untuk membukakan gerbang masuk ke kawasan perumahan khusus.
“Maaf. Jika kalian tetap ingin masuk, maka kalian akan menerima hukuman. Tapi jika kalian memilih tidur diluar, cari tempat penginapan, maka kalian tidak akan menerima hukuman.”
Karena sudah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan harus dipatuhi, mereka berempat tidak bisa melawan lagi dan menyerah untuk tinggal diluar.
Diluar pada malam hari, mereka tidak bisa tidur di sebuah tempat penginapan ataupun tempat teman-teman mereka yang tinggal diluar kawasan perumahan khusus dan mereka membuat sebuah tenda dari dahan kayu.
Mereka beruntung mempunyai seorang kakak perempuan yang bisa menggunakan kemampuannya untuk menciptakan sebuah tenda sebagai tempat tidur mereka untuk malam hari itu. Walaupun mereka sering tidur diluar, akibat beberapa kesalahan mereka sendiri.
Akan tetapi seperti biasanya, Zeny Draking hanya membuat satu tenda kecil untuk mereka berempat dan tenda itu pasti akan muat tetapi sedikit sempit.
Pada Malam hari sebelum tidur, mereka melakukan aktivitas mengobrol cerita mereka dan hanya End’e Draking yang tidak menceritakan tentang dirinya karena dia tidak mempunyai cerita yang menarik seperti mereka bertiga.