[ZEROLINE] End'E Draking

[ZEROLINE] End'E Draking
CHAPTER 17



Didalam bawah kesadarannya, dia sedang berbincang-bincang dengan sesosok bayangan yang ditutupi oleh kabut asap tersebut. Dan perbincangan tersebut mengarah kearah tentang kejadian fenomena waktu otak dan dunia asli.


“Mungkin, aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya pada otak makhluk hidup bahkan para ilmuwan aneh tersebut juga tidak mengetahui hal tersebut.”


“Hahaha... Kamu masih mempunyai rasa iri terhadap kejeniusan orang-orang tersebut.”


“Aku tidak iri, tetapi aku melihat mereka tidak mempunyai hati, karena tahanan yang berada di penjara diperbolehkan disiksa sebagai bahan penelitian.”


“Hahahaha.... Sudahlah, itu adalah zaman dahulu kala dan aku tidak sengaja menanamkan ingatan orang yang aku benci kedalam pikiran kamu itu.”


Dalam pembicaraan tersebut, Sosok tersebut masih bisa tertawa dan menikmati percakapan mereka tersebut, karena dia sudah lama tidak berbicara dengan orang lain selama triliun tahun. Yang sebenarnya dia tidak lama berbicara dengan End’e Draking tiga bulan terakhir, tetapi dibawah kesadaran, waktu berjalan tidak semestinya di dunia aslinya.


“Maksud kamu, apakah kamu mempunyai hubungan dengan seseorang bernama Aether Draking?”


“Tidak juga, aku menyukainya walaupun dalam kondisi tertentu juga.”


Dari perkataan tersebut, End’e Draking sudah tahu kalau Sosok tersebut mempunyai hubungan yang sangat khusus dengan seorang bernama Aether Draking tersebut.


“Sebelum aku pergi dari sini, aku ingin kamu menjawab pertanyaan aku ini.”


“Pertanyaan apa? Semua pertama aku bisa jawab selama itu masih didalam kontrak kita itu.”


“Jika kamu berubah menjadi manusia, apakah kamu itu lelaki atau perempuan?”


“Itu saja?”


“Iya, hanya itu saja.”


Pertanyaan tersebut sangatlah tidak masuk akal bagi orang lain, selain mereka berdua, dan pertanyaan tersebut membuatnya sangat senang lagi.


“Hahahaha.... Kamu tahu kalau aku ini adalah makhluk hidup yang termasuk dalam makhluk kuno, bahkan sebelum kalian para Bangsa Excita membangun peradaban lagi.”


“Jadi kamu bisa berubah bentuk apapun sesuai keinginan kamu?”


“Iya, aku bisa berubah bentuk sesuai keinginan aku, dan aku juga bisa berubah seperti kamu, Bocah!”


Sosok tersebut dapat merubah bentuk dirinya menjadi makhluk hidup apapun, termasuk End’e Draking. Melakukan perubahan bentuk tersebut tidak terlalu sulit bagi sosok tersebut.


“Baiklah...”


Karena pertanyaannya tersebut sudah dijawab, End’e Draking mulai memfokuskan dirinya untuk menyadarkan dirinya yang sedang tertidur, agar dia bisa keluar dari bawah kesadarannya tersebut.


“Hahaha... Sampai jumpa lagi, Bocah!”


End’e Draking terbangun dari tidurnya tersebut. Dia segera berdiri dari tempatnya tidur, dan lalu membuka gorden jendela untuk melihat suasana diluar rumahnya.


Saat dia membuka gorden jendela kamarnya, dan lalu dia melihat kalau sudah siang hari. Dia tidak menyangka kalau dia hanya beberapa menit saja di bawah kesadarannya bisa membuatnya lebih lama tertidur di dunia aslinya.


“Ah.... Aku tidak mengira akan terjadi seperti ini. Bukankah aku hanya tertidur beberapa menit saja, bukan beberapa jam. Akan tetapi sepertinya perkataan dia sedikit ada benarnya juga.”


Setelah melihat keluar jendela, dia menutup lagi gorden jendelanya, dan lalu dia menghidupkan alat pendeteksi keanehan untuk tubuhnya. Alat pendeteksi keanehan tersebut didapatkan dari tempat eletronik, dan itu menghabiskan uang jajannya Selema setahun.


“Aku ingin tahu apakah cairan ini sudah bekerja pada tubuh aku atau tidak?”


Alat pendeteksi keanehan tersebut langsung dihidupkan dan memeriksa seluruh tubuhnya sampai bagian kecil, agar dia dapat mengetahui kalau ada keanehan atau kecacatan pada tubuhnya setelah diberikan cairan eksperimen tersebut.


Tidak ada tanda-tanda keanehan pada tubuhnya yang ditunjukkan oleh alat pendeteksi keanehan tersebut. Melihat tidak ada keanehan pada tubuhnya itu, dia merasa kalau cairan yang dibuatnya tidak bisa bekerja atau dikatakan gagal.


Dia itu hampir gila, karena dia harus mengetahui apakah tubuhnya mengalami keanehan atau tidak, jika tidak, dia akan berpikir kalau eksperimennya gagal, jika iya, artinya eksperimennya berhasil. Padahal dia sudah tahu kalau tubuhnya lemah sejak masih kecil, tetapi demi kekuatan besar dan pengetahuan, dia harus melakukan hal berbahaya tersebut.


Dia menaruh lagi alat pendeteksi keanehan tersebut pada tempatnya. Lalu dia duduk diatas kursi dan mulai menulis hasil eksperimen pada sebuah kertas yang telah disiapkan oleh dirinya sendiri.


Kertas tersebut sudah tertulis bahan-bahan yang digunakan dalam eksperimen tersebut, cara pembuatannya, dan cara menggunakannya, lalu yang terakhir hasil dari eksperimen tersebut.


“Apakah aku harus membuat ulang lagi cairan tersebut atau aku salah membuatnya?”


Dia mulai memikirkan pembuatan ulang cairan tersebut, apakah dia harus menukar bahannya atau cara pembuatannya yang cukup rumit tersebut.


Setelah beberapa saat berpikir apa yang harus diubah, dia tidak bisa menyimpulkan apapun dari hasil eksperimen tersebut, karena masih abu-abu. Dan lalu perutnya mulai keroncongan, sepertinya dia sudah lupa makan.


Karena perutnya telah keroncongan dan dia mulai kelaparan, dia keluar dari kamarnya dan lalu menuju ke ruangan dapur untuk makan makanan yang telah disiapkan oleh kakaknya.


Setelah di dapur, dia membuka penutup makanan dan lalu dia melihat kalau kakaknya tidak memasak makanan untuknya.


“Tidak mungkin, kakak lupa membuat makanan untuk aku.”


Untuk memastikan apakah kakaknya tidak membuat makanan, dia harus mencari secarik kertas yang pasti ditinggalkan kakaknya sebelum pergi ke sekolah. Biasanya kakaknya menaruh secarik kertas di pintu kulkas.


Dia menemukan secarik kertas tersebut yang ada di pintu kulkas, dan mulai membuka untuk mengetahui apa yang ditulis kakaknya itu, dan lalu dia membacanya.


“Maaf, kakak tidak bisa membuat makanan untuk kamu, karena kakak sudah hampir telat ke sekolah. Dan sepertinya kamu juga lupa untuk masuk ke sekolah. Karena perjanjian kita jika kamu tidak sekolah, kamu tidak akan dapat makanan, kakak ingin kamu memasak makanan sendiri. Tapi sebelum kamu memasak, apakah kamu bisa membeli bahan-bahan masakan.”


Walaupun itu hanya secarik kertas kecil yang ditinggalkan oleh kakaknya itu, tetapi tulisan yang tertulis didalamnya sangat panjang. Dan juga dia cukup dikejutkan, karena dia harus keluar membeli makanan.


“Mana mungkin, aku bisa melakukan hal itu. Apakah kakak mau aku ditangkap oleh penjaga keamanan tersebut? Aku sudah bosan ditanyakan dimana kamu sekolah.”


Karena tidak ingin keluar dari rumah, dia memilih pergi ke rumah bibinya untuk mendapatkan makanan. Dan juga dia ingat kalau Bibinya itu sudah pulang dari kerja untuk istirahat sebentar.


Agar dia tidak kelelahan dalam melakukan perjalanan menuju ke rumah bibinya, dia menggunakan kemampuan Mytic [Portal Lingkaran] untuk memindahkan dirinya ke tempat bibinya. Akan tetapi dia harus berpindah tempat yang tidak diketahui oleh bibinya, supaya bibinya tidak tahu dengan kemampuan tersebut.


Pada saat yang sama, Zeny Draking yang sedang berada didalam kelas. Dia sedang memikirkan keadaan adiknya tersebut yang tidak ingin sekolah atau pergi sekolah pada hari ini, padahal mereka sudah melakukan kesepakatan.


Tiba-tiba temannya memanggilnya, karena dia terlihat melamun pada saat pelajaran dimulai.


“Hai, bisakah kamu tidak melamun!”


“Oh... Maafkan aku, aku sedang memikirkan adik aku itu, Mytic.”


“Jangan panggil nama aneh aku itu! Panggil aku Rose.”


“Tapi Rose itu nama keluarga kamu. Apakah kamu malu sebagai perempuan karena nama kamu seperti seorang lelaki?”


“Diamlah!”


Mendengar suara kegaduhan, Guru yang sedang mengajar didalam kelas tersebut langsung memerhatikan mereka berdua dan lalu memarahi mereka.


“Zeny Draking, dan Mytic Rose, bisakah kalian diam sebentar dulu! Walaupun kalian itu berasal dari keluarga kerajaan atau suku terkenal sekalipun, siapapun yang berisik atau gaduh didalam kelas akan berdiri diluar halaman.”


Mendengar perkataan gurunya yang memarahi mereka berdua, mereka mulai meminta maaf kepada gurunya, dan lalu balik ke tempat duduknya.