
Di kantin
Dalam satu meja terlihat empat orang pria sedang memakan makanan pesanan mereka di kantin. Mereka tak lain adalah Farel, Angga, Dimas, dan Rian. Akhir dari traktiran mereka adalah Farel yang mengtraktir semuanya dan bebas memilih makanan apapun. Tapi pada akhirnya mereka hanya memesan mie ayam dan air putih.
Mereka bertiga makan sambil mengobrol. Sedangkan Farel hanya memperhatikan satu orang dan cuma mengaduk aduk mie ayamnya. Matanya menatap seorang gadis yang sedang mengobrol dengan gadis lain. Dia tidak bisa sekalipun mengalihkan pandangannya pada gadis itu.
"Woy!? bengong aja. Liatin apa lo?" tanya Dimas yang duduk disamping Farel dan sedikit mengagetkannya.
"Ganggu aja lo!?" Farel sedikit kesal karena fokusnya teralihkan pada Dimas.
"Liatin apa sih lo? Cewek cakep ya?" Dimas sedikit antusias dan mencoba mencari wanita yang Farel perhatikan. Sekali cari, Dimas langsung menemukan wanita yang terus di lihat Farel. "Wiih, manis juga tuh cewek." Puji Dimas.
Farel segera memutar kepala Dimas hingga menghadap dirinya. Dia menatap Dimas tajam seperti sedang memperingatkannya, "Sekali lagi lo muji dia, siap siap gue bungkam mulut lo selamanya!?" Ujar Farel dengan wajah yang menyeramkan.
"I iya iya, gue nggak bakal muji dia lagi." Dimas mengangkat kedua tangannya, dia merasa kapok memuji wanita yang diperhatikan Farel. Dia baru tahu jika Farel bisa bersikap seperti ini. Karena biasanya dia cuek dan tidak peduli dengan sekitarnya. Jadi sebuah pemandangan langka melihat Farel menunjukan ekspresi baru seperti ini.
Di sisi lain, ada yang memperhatikan Gisel dari bangku meja lain. Meja yang bersebrangan itu berisi tiga orang kakak kelas sebelas. Lebih tepatnya salah satu dari mereka yang bernama Kevin. Dan kedua orang yang bersamanya adalah Andre dan Bagas. Ya, mereka bertiga sekolah di sekolah yang sama dengan Farel. Makanya tak jarang mereka ribut dengan Angga, Dimas dan Rian. Kembali ke topik, Sudah lama Kevin menyukai Gisel secara diam diam sejak awal MOS. Tapi dia tidak pernah berani mengatakan rasa sukanya pada Gisel. Dia hanya berani memperhatikan Gisel dari jauh.
Satu hal lagi tentang Kevin, dia adalah most wanted SMA Harapan. Jadi ada banyak dari para gadis yang menyukainya. Dia juga dikenal pembuat onar dari kelas sebelas bersama teman temannya Andre dan Bagas.
Setelah memberikan peringatan untuk Dimas, Farel kembali memperhatikan Gisel. Namun pandangan matanya tak sengaja melihat Kevin yang ada disana dan sedang memperhatikan Gisel. Dia melihat Kevin yang memperhatikan Gisel dengan pandangan yang berbeda. Seperti, seseorang yang memiliki rasa pada orang lain. Langsung saja Farel tidak menyukai cara Kevin melihat Gisel. Tangannya mengepal erat ketika orang lain melihat Gisel dengan pandangan suka seperti itu.
Karena Farel berpikir…
Hanya dia yang boleh melihat Gisel seperti itu. Bisa dibilang, dia tidak sudi berbagi pandangan seperti itu pada orang lain.
Tanpa pikir panjang dan tanpa dipikir ulang, Farel berdiri dan naik keatas meja lalu meloncat dari meja ke meja dengan langlah yang lebar dan cepat. Mungkin itu karena kakinya yang panjang. Angga, Dimas dan Rian bingung mengapa Farel tiba tiba bertindak brutal seperti itu. Namun sedetik kemudian mereka mengerti kenapa Farel bertindak seperti orang kesurupan.
DUAK
Farel menendang wajah Kevin dengan ganas. Seketika Kevin langsung terpental beberapa langkah dari tempatnya duduk. Sontak seisi kantin memperhatikan mereka berdua yang mengundang perhatian. Kevin yang masih kaget segera mencerna apa yang terjadi. Setelah sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi, Kevin langsung bangun dan mendapati Farel berdiri didepannya dengan pandangan kosong. Dia terkejut melihat Farel ada disekolah, namun dia lebih terkejut melihat Farel yang menatapnya seperti itu. Karena itu terlihat seperti bukan seseorang yang dia kenal. Tapi dia tidak peduli dengan itu, yang dia pedulikan sekarang adalah kenapa Farel menendangnya.
"Ternyata e'lo yang nyerang gue!? berani juga lo ternyata." Kevin meludah ke samping tanda dia sudah marah. Dia kemudian berlari menuju Farel kemudian berniat menonjok Farel sebagai balasan tendangannya. Namun Farel menghindari itu dengan cepat, tapi bukan itu serangan kevin sebenarnya.
DUAK
Kevin memegang kedua pundak Farel dan menendang perut Farel dengan lutut kanannya. Dia menendang perut Farel beberapa kali hingga telihat Farel akan muntah. Karena barusan Farel menyerang Kevin dengan kaki, maka dia juga akan menyerang dengan kaki.
Akan tetapi Kevin segera mencari celah kesempatan untuk menghajar balik Farel. Mereka pun berakhir dengan berkelahi didalam kantin.
Gisel yang saat itu sedang mengobrol dengan Tiwi, dikejutkan dengan perkelahian mereka berdua. Dia melihat salah satunya adalah Farel, Dia tidak menyangka jika pria itu bisa bertindak nekad seperti ini. Dia semakin ini menjaga jarak antara dirinya dengan Farel. Dia tidak ingin berurusan dengan pria brandal seperti itu. Karena dia tidak suka dengan kekerasan Gisel ingin melerai mereka berdua. "Wi, gue nyari guru dulu ya. Siapa tahu kalau ada guru dateng mereka langsung pisah." Gisel ingin meleraikan pertengkaran ini dengan mengatakannya pada salah satu guru.
"Iya, hati hati ya!?" Ujar Tiwi. Setelah itu Gisel segera mencari salah satu guru untuk memisahkan mereka berdua.
Pertengkaran itu tak ada yang berani melerai karena takut terkena pukulan dari mereka. Sedangkan teman teman Farel dan Kevin masih melihat mereka. Sejujurnya ini adalah tontonan yang menarik. Adik kelas yang menghajar kakak kelas.
"Pisahin nggak?" Tanya Dimas.
"Pisahin lah, masa di diemin aja." Ujar Rian.
Mereka bertiga segera memegangi kedua tangan Farel agar tidak berkelahi lagi. Begitupun dengan Kevin yang sudah dipegangi temannya sama seperti Farel. Namun mereka sepertinya masih bernafsu untuk berkelahi hingga beberapa kali mencoba melawan lagi.
"Bang**t!? Sini lo!?" Teriak Kevin marah.
"Udah Vin, udah!? Jangan diladenin. Kalau ketahuan guru lo bisa diskors nanti!?" Ujar Andre memperingatkan.
"Lupain aja kenapa, dia juga udah babak belur tuh." Bagas melihat Farel yang juga babak belur sama seperti Kevin. Mereka masih menahan teman mereka masing masing.
"Ada apa ini? Ada ribut ribut apa?" tanya seseorang berkepala bundar dan memakai kaca mata dengan tubuh yang agak gemuk. Dia adalah Pak Agung, Dia biasanya mengajar bahasa inggris. Dia juga adalah seorang guru yang paling galak di sekolah.
"Itu Pak, ada siswa yang lagi berantem!?" Ujar Tiwi menjelaskan.
Tidak lama Pak Agung melihat ada dua orang murid dengan wajah babak belur yang sedang ditahan oleh teman teman mereka. "Kalian, ikut bapak!?" Ujar Pak Agung dengan mata yang melotot seperti akan keluar. Hebatnya itu berhasil membuat mereka berdua takut dengan Pak Agung.
Farel dan Kevin akhirnya mengikuti Pak Agung, karena wajah Pak Agung terlihat sangat marah. Ketika mengikuti Pak Agung, Farel melihat Gisel yang sedang melihatnya khawatir. Tercetak senyum miring disudut bibirnya yang sudah berdarah. Dia sedikit senang ketika mata gisel hanya tertuju pada dirinya.
Gisel langsung mengalihkan pandangan ke arah lain ketika matanya bertemu dengan mata Farel. Ketika Farel sudah jauh dengan Pak Agung dan kakak kelas yang berkelahi dengannya, Gisel baru melihat Farel kembali. Satu hal yang Gisel tidak sukai, dia tidak suka dengan pria nakal.
To be contined