zavira & oswold

zavira & oswold
Z&O bab 9



"Jadi Zavi mau menikah disini.?"


Maria bertanya tersenyum lembut ,terlihat sangat antusias sekali saat vincent memberi tahu istrinya bahwa anak bosnya akan segera melangsungkan pernikahan di kediaman mereka.


"Iya tante ,apa boleh?"zavi tersenyum tipis mengelus lembut pungkung tangan maria.


"Boleh donk sayang ,tante malah seneng ."maria menganguk cepat "kamu itu udah kayak anak tante juga."katanya menimpali.


"Makasih ia tan."zavira memeluk maria dengan bahagia.


Maria dan vincent tersenyum lebar.Zavira memang lah anak dari bosnya ,tetapi mereka sudah dekat sejak gadis itu masih kecil .


jadi tidak heran maria maupun vincent dengan senang hati menerima kedatangan zavira .


"Kak zavi udah beli gaun.?"celetuk tifany putri vincent dan maria.


"Iya sayang ..kamu udah fiting gaun.?"tanya maria menatap zavi .


Zavi mengeleng pelan."Zavi udah pesen kebaya tan buat akad ,kan nggak ada resepsi."


Zavi terkekeh geli ,dia adalah seorang CEO tetapi menikah saja tidak mengadakan pesta yang megah .Sedangkan resepsi saja tidak,memang lucu sih anak semata wayang bilson pengusaha besar se Asia.Menikah saja secara diam-diam seperti menikah karna insiden.tapi memang benar bukan? cuman bedanya ia tak hamil saja diluar nikah.


Ting..Tong..


Suara bel berbunyi,membuyarkan lamunan zavi.


maria melangkah pergi menuju kearah pintu utama ,berniat untuk membukaan pintu.


"Selamat siang bu.?" ucap seorang pria sopan dengan sebuah kotak berukuran sedang ditangannya.


"Siang ..ada apa ia mas.?"tanya maria menatap pria itu .


"Saya mau mengantar paket bu ,atas nama nona Zavira manuella bilson."


"Oh ..iya benar .?"kata maria mengambil alih kotak itu dari sang kurir.


"Baik bu ,tanda terima dulu."ucapnya memberikan sebuah kertas dan pulpen.


setelah selesai mendatangaini paket tersebut,lalu menyerahkan kembali kearah kurir.


"Zavi sayang! Ini ada paket untuk kamu."teriak maria memanggil zavi yang tengah asik didalam kamarnya.


"Eh..paket?"zavi mengeryitkan dahinya bingung ,mencoba mengingat-ingat apa ia memesan sesuatu ."Iya tante ..nanti zavi ambil!"


****//////**////****


BRAAKK...!!


"Elo bisa kerja nggak sih!!"


Adrian melempar beberapa map didepan meja oswold.Atensi pria itu teralih menatap kakak tirinya .


"Maksudnya apa bang.?"serkas oswold bertanya .


"Ini semua salah bego! gue nggak mau tahu pokoknya elo harus bikin ulang! gue mau mitting nanti siang." cerca adrian menatap nyalang kearah oswold.


"Apaan sih yang salah? Ini bener semua kok bang?"kata oswold meraih salah satu maap dan mulai memeriksa dengan teleti.


"Elo mau bantah ucapan bos! Ingat ia ,elo itu kan asisten gue plus seketaris. jadi kalau bos memerintah,elo kerjain donk bukannya malah debat sama bos.emang nggak tau diri! dasar beban."


Cerca Adrian kembali membuat pria itu sontak rahangnya mengeras,kedua tanganya mengepal kuat .oswold menatap adrian dengan sorotan mata setajam elang.


"Huhf..!!" oswold membuang kasar nafasnya"Iya bang ,nanti gue benerin lagi.?"


Oswold mencoba sabar kali ini.bukan ia takut dengan adrian ia hanya saja ingin menghormatinya seperti apa yang di inginkan tira sang bunda.


Adrian menatap datar sang adik ,berlalu pergi tampa berniat untuk menjawab terlebih dulu.


"Kenapa hidup gue selalu kayak gini? Kalau bukan karna bunda ,gue nggak mau diinjek-injek kayak gini ."


Oswold memijit pangkal hidungnya ,meredakan emosi dan sedikit pusing di kepalanya.


"Semua ini hanya demi bunda."...