zavira & oswold

zavira & oswold
Z&O bab 2



Seminggu setelah kejadian zavira di tinggalkan arjun.


Dan menjalani hari-hari dengan berkerja di perusahaan sang ayah.


Membuat gadis itu lupa akan patah hatinya.


Tok..tok..!!


"Masukk..!!"


Teriak zavira di balik pintu ruangan CEO yang tertutup rapat.


"maaf bu ,ini ada undangan untuk ibuk."Ucap office grils sopan sambil menunduk kan kepala nya hormat .


"Ck ,nina, sudah berapa kali aku bilang jangan memanggil ku ibuk ."


Cerocos zavi kepada nina yang ada di hadapan nya.


Sejak ia menjabat menjadi CEO zavira melarang semua orang untuk memanggil nya ibuk ,karna menurut zavi ia terlalu muda dan terdengar sangat risih membuat gedang telinga nya gatal.


Zavira ingin di panggil Nona saja lebih sopan dan enak di dengar mungkin ia sudah terlalu nyaman dengan panggilan itu.


"apa itu ? bawak kesini nin."Ucap nya Melirik kearah tangan nina .


"Ini buk,eh nona."jawab Nina dan memukul mulut pelan .iya hampir saja lupa .


Zavira mengambil udangan ditangan nina yang berwarna coklat .


Setelah udangan berpindah tangan nina pun pamit undur diri kembali bekerja.


Mata nya mendelik saat tau itu adalah udangan pernikahan Arjun matan ke kasih nya.


Hati zavi sedikit berdesir , ingin sekali iya marah .tapi buat apa cinta nya sudah kadas satu minggu yang lalu .


Ia tak berhak marah kepada arjun .


"Ah ,dasar brengs*k " umpat nya melempar udangan itu ke dalam tong sampah.


"kenapa aku sedih ,harusnya aku bahagia.mari kita datang dan buat sebuah kejutan kecil untuk nya hehe.!"


Kekeh nya tertawa kecil ,memikirkan sebuah ide yang berlintas di kepalanya.


kaki jenjang itu berdiri dari kursi kekuasaan ia bekerja.


Tangan lentik gadis itu meraih tas diatas meja ,dan pergi keluar .


sapa seketaris zavira sedikit membukuk melihat bos nya keluar ruangan dengan sebuah tas di tangannya ,itu berarti bosnya akan pergi untuk keluar.


"Hm..Nina ,saya mau pulang duluan ia."


Zavira pamit dengan sikap sopan nya,meski jabatan lebih tinggi dan umur terbilang lebih muda dari nina .zavira tidak pernah melupakan sopan santun yang di ajarkan oleh kedua orang tuanya.


"Baik nona."ucap nina tersenyum lebar menatap atasanya .


zavira menganguk singkat dan berlalu pergi.


...****************...


Setelah 10 menit berkendara .zavira berhenti disebuah boutique Alysa.


kaki jenjang itu melangkah masuk , melihat sekeliling gaun-gaun yang terpajang di patung manekin .


Sekian lama zavira berada disana ,pilihannya jatuh pada gaun pesta berwarna peach sepanjang betis ,dengan bahu terbuka model sabrina.memperlihat kan leher jenjang dan putih .


"Mba saya ambil ini iya."pinta zavira kepada pramuniaga disana.


"Baik nona ,tunggu sebentar ."ucap nya sopan mengambil gaun tergantung di dalam etalase.


zavira mengaguk kecil dan tersenyum tipis.


dan tak berselang lama gaun itu pun sudah terbungkus rapi ke dalam paper bag berwarna putih gold.


"Ini nona."ucap nya memberikan kehadapan zavira.


"Terima kasih ia mba."ucap zavira menerima paper bag itu.


"Sama-sama nona." sahut mya tersenyum ramah.


Zavira melangkah keluar butik dan menuju parkiran mobil nya.


namun langkahnya terhenti melihat sosok pria yang dua tahun ini singgah dihati zavi.


Arjuna filansyah ? Ia lelaki itu ada disana dengan calon istri yang akan ia nikahi lusa.


darah zavi berdesir dan.mendidih seketika melihat pria yang masih ia cintai melakukan fiting gaun pernikahan


"Harus nya posisi itu, adalah aku!" monolog nya masih menatap dua insan disana.