
Sore hari ini sangat lah cerah dan mulai berganti dengan senja .
Disinilah sekarang gadis bernama Zavira manuella bilson tengah duduk di depan cermin besar ,Tengah duduk tertunduk melihat kearah tangan lentiknya yang sedang dihias .
Tubuh gadis itu begetar ,matanya memerah menahan tangis .
"Wah..nona sangat cantik sekali."
Puji salah satu wanita yang tengah mempoles wajah zavi dengan make up.Ia,sore ini adalah hari pernikahanya .
Kenapa harus sore hari? Karna ini semua permintaan dari Fahri ayah tiri oswold.
Calon mertua zavi itu ,tidak ingin melakukan pernikahan mereka di pagi hari karna alasanya ia bekerja terlebih dulu ,perusahan lebih penting dari pada pernikahan putra sambunganya.
Dan zavi tidak keberatan dengan itu .toh hanya akad saja tampa ada resepsi ,apalagi bulan madu.hanya mimpi saja menurut gadis itu.
"Huhf..!!"
Zavi mengela nafas kasar ,menatap dirinya di depan cermin dengan balutan kebaya berwarna putih susu dan gold dominan.
"Yaampun gue nggak nyangka nikah secepet ini.mana nggak ada mami dan papi lagi yang dampingin gue."monolognya tersenyum getir."gue nggak nyangka nikah kayak gini,kebaya sederhana ,nikah diem-diem nggak ngundang tamu.Zavira anak semata wayang bilson menikah dengan acara sadis kayak gini ,nggak kebayang gue walau didalem mimpi juga!"
Kekeh geli gadis itu yang merasa sedikit konyol dengan semua ini semua."Hm..sekarang apa.?"monolonya lagi bertanya di depan cermin membuat kedua wanita yang merias zavi tersenyum kikuk melihat zavi yang tengan mengomel didepan cermin.
Tok..Tok..
Suara ketukan pintu dari luar,membuat atensi zavi teralih menatap pintu kamarnya."Iya masuk..!!"teriak zavi dari dalam.
Terlihat dua wanita paruh baya menghampiri zavi dengan senyuman dibibirnya.
Bola mata gadis itu sontak melotot melihat sosok wanita yang ia kenal "MAMII...!!"Zavira belari menghampiri Nadine sang ibu .
Nadine merentangkang kedua tanganya di hadapan putrinya."Yaampun sayang ,sini nak."
"Mami ..zavi seneng mami pulang .Terus papi mana.?"tanya zavi mulai berkaca-kaca.
Nadine mengelus pucuk rambut putrinya "Papi nggak bisa dateng sayang ,karna papi masih sibuk kerja dengan pembangunan proyek terbaru .nggak papa ia .?"tanya nadine tersenyum.
Zavira menganguk kecil,mengerti.
"Oh iya mba nadine ,pempelai pria nya sudah sampai."ucap maria .
Deg...
Zavi mendadak temor ,pipinya memerah menahan kegugupan .tangan gadis itu mendadak dingin .Nadine menyadari gerak-gerik putrinya."Sayang kamu tenang oke,jangan gugup .mami disini nemenin kamu."ucap nadine mengelus pungung tangan zavi mencoba sedikit menenangkan.Zavira tersenyum tipis "Iya mami."
"Ayo kita keluar zavi ,mba nadine."tawar maria tersenyum.
Mereka mengaguk sepakat dan perlahan berjalan keluar.Nadine berjalan disebelah kanan putrinya tampa melepas gengaman tangan mereka ,sementara maria berjalan di sebelah kiri zavira.
...****************...
Sementara diluar terlihat tujuh orang menatap kearah rumah minimalis dihadapanya .rumah bercat putih dan coklat itu memang tidak terlalu besar dibandingkan rumah Batama yang megah dan luas.
"Ck..liat lah keluarganya saja orang kelas bawah."kata adrian berdecak remeh melihat rumah vincent dan maria.
"Kau benar drian ,gadis itu pasti sudah menjebak oswold untuk menjadi kaya.liat saja rumahnya sangat sederhana ."cemoh fahri tersenyum sinis.
Tira yang mendengar ucapan suami dan anak sambungnya itu hanya bisa mengelus dada.
Ekor mata tira melirik kearah oswold yang tengah menatap datar dan dingin .
"Hei liat tira,calon mantu mu teryata matre ." cerca fahri terkekeh kecil melihat mimik wajah istri dan oswold.
"Mas aku mohon ,kali ini saja jangan menghina putraku .hari ini dia akan menikah mas ,aku mohon mas mengeri."kata tira memelas "Ck..dasar.!"fahri berdecih memutar bola matanya jengah.