zavira & oswold

zavira & oswold
Z&O bab 3



Mobil zavira sampai di basment hotel Mars tepat dimana di adakan resepsi pernikahan arjun.


"wow ,sangat mewah."


Gumam nya ketika memasuki gedung


Pernikahan .


Yang memiliki grand ballrom luas dan megah kusus di rancang untuk acara resepsi pernikahan.


Dinding dan langit-langit ruangan berbahan kaca ini ,mampu memberi kesan seperti rumah kaca.


Desain ballrom itu sendiri memadukan unsur moderen dan nuasa klasik .


Sementara konsep venue resepsi pernikahan mencapai 900 orang .


Jika konsep nya sendiri adalah standing party yang di usung.


Zavira pernah bermimpi ingin menikah dengan arjun dengan konsep jasmine room yang dimana nuasa nya keemasan dan silver .


Terdapat banyak nya bunga lili dan mawar untuk melengkapi impian itu.


Ntah lah mimpi itu menjadi sirna sekarang ,kekasih dua tahun itu meninggalkan zavi ,memilih menikahi dengan gadis lain.


"Ah.. kenapa sakit sekali..!"desis seseorang depan zavira yang tengah memukul dadanya sendiri ,atensi pria itu melihat kearah sepasang pengantin baru yang terlihat bahagia di sana.


Zavira Menatap heran kepada pria Itu yang menatap nanar kearah istri arjun dan sesekali bergeming dan mengumpat .


"Bos tenang lah ,mungkin bukan jodoh anda."Ucap pria di sampingnya .


Zavira pun terkekeh geli ." sedang patah hati teryata pria itu."gumam nya lirih.


kedua pria itu terkejut dengan kehadiran zavira yang tidak jauh darinya,


pria berkemeja navy ,berahang tegas itu menatap tajam kearah zavi yang tengah tertawa kecil melihat kearahnya."Eh.."zavi mendadak diem ,saat mata tajam itu menatap kearahnya dengan marah.


"Hei.. elo ."kata pria itu menunjuk kearah zavi ."Napa elo ketawa hah!" sentak pria itu menatap mengintimidasi kearah zavira.


"Haha...tidak tidak ,aku hanya tersenyum lebar saja tadi.teryata masih ada pria bucin disini, yang ditinggal menikah dengan mantan dan menangis apa lagi situ cowok.uupsst.!"


zavira menunjuk kearah pria tampan Berahang tegas itu dan sedikit menggoda pria


bernetra hazel .


Deg...


Zavi menegakkan tubuhnya ."yaampun indah


banget tu mata."monolog zavi tampa sadar.


Benar? gadis manapun pasti terpesona saat melihat tatapan pria itu ,sungguh menggoda iman kaum hawa.


Glek...!


Zavira menelan saliva saat kedua pria itu menatapnya secara tajam .


"HM..!" zavi berdehem sebentar ."kenapa ..juga tadi kau menangis disini, di tempat umum.J-jadikan aku melihat nya tadi."


Tutur gadis itu polos ,mengacuhkan gelengan kuat dari pria lain yang bersamanya.


"Aduhh gawat." ucap pria itu bermonolog sendiri,menepuk-nepuk pelan jidatnya.


"kau!" sentak lagi, menunjuk kearah zavira dengan kesal.


"Apa.?" sahut zavira garang.


"kau tidak tau saja rasa nya patah hati , ketika cinta pertama mu yang kau cintai selama 10 10 tahun lebih ,malah memilih menikah dengan pria lain,sakit !"desisnya melirik lagi kearah sepasang pasuntri yang tengah tersenyum bahagia,tapi tidak dengannya. menatap sendu dan sesekali tersenyum sinis.


Zavi mengeleng kecil dan berdecak."CK.!"


"Aku tau rasa nya? kau tau pria itu."tunjuk zavi kearah Arjun ." dia adalah pacarku selama dua tahun dan kami baru putus dua hari yang lalu ."


Zavira bersedekap dada dengan santai,atensi zavi kearah sang mantan.


Dua pria itu mengeryitkan dahi dan tidak luput tatap kaget dua pria asing di depan gadis itu .


Bagaimana bisa ,gadis itu sama sekali tidak ada raut kesedihan atau lagi marah.mimik wajah zavira masih santai yang ada, bibir ranum itu terseyum manis.


"kau kekasih pria yang dinikahi Rahel.?"Kata pria itu penasaran .


Zavira mengaguk pelan dan berlalu pergi meninggal dua pria disana menatap melongo ."Santai sekali dia,ditinggal nikah ."


Kaki zavi berjalan dengan anggun ketika menaiki tangga kecil menuju altar resepsi arjun dan rahel.


Mata arjun sontak melotot saat zavira menghampiri dirinya dengan langkah santai , seperti tidak ada kesedihan di matanya.


Arjun terpanah melihat senyuman manis zavira dan penampilan anggun gadis yang ia tinggal kan satu Minggu lalu.


Menatap lekat dalam diam, membuat tangan rahel menyiku tubuh Arjun .membuat pria itu lekas tersadar dari terkepanahan  .


"Za-zavira.?"pangilnya gagap saat zavira menghampirinya .


"iya ini aku ,oh iya selamat atas pernikahan kalian .semoga lageng terus iya."


zavi menjabat tangan arjun dan cepaka-cepiki khas memberi selamat .


Membuang rasa kesal yang mendadak melanda di hatinya.


"Ah iya makasih Zavi."sahut arjun membalas uluran tangan letik zavira.


"Oh iya ini aku ada sedikit hadiah ,tiket honey moon di bali."


Zavira memberikan amplop berwarna coklat kearah rahel dan diterima dengan senang hati oleh.


"Ya ampun makasih iya ."ucap nya bahagia menatap kearah zavira dan suaminya.


"zavi maaf kan aku, aku tid-"


Kata nya terputus saat zavira mengentikan ucapan nya, dengan balasan gelengan pelan.


"it's okay arjun ,i'm fine ."tutur nya menatap arjun."aku sudah bahagia arjun , ada atau tampa nya dirimu." sahut nya menimpali .


"semoga kau bahagia ,aku pergi bye."


Kata zavira lagi dan pergi turun meninggal kan terkepakuan arjun disana .


Pria itu sedikit menyesal meninggalkan zavira, hanya karna menikahi rahel anak sang pengusaha textil .