
"saya terima nikah dan kawinnya Zavira manuella bilson binti bilson himawan
Dengan maskawin tersebut dibayar tunai."
"SAH.!"
________
Flasback sebelum akad nikah....
"Silakan masuk nyonya dan tuan ."sapa
Seseorang pria paruh baya menghampiri mereka .
Tira tersenyum ramah ."terima kasih pak."
Fahri memutar bola matanya jengah ,sedangkangkan adrian berdiri akuh memasukan kedua tanganya kedalam saku celana.
Tira mengandeng lengan oswold ,berjalan beriringan .sedangkan pria itu tidak bergeming sama sekali.
Tidak seperti pernikahan pada umumnya dimana ada rasa gugup saat mulai masuk kedalam rumah pempelai wanita,tapi itu sama sekali tidak berlaku bagi pria yang nampak datar dan dingin.
"Silakan duduk nak oswold."ucap vincent tersenyum tipis.
Oswold tetap tidak bergeming ,ia berjalan mengikuti arahan vincent untuk duduk di depan meja kecil .
Semua mata tertuju kepada tiga perempuan yang berjalan keluar kamar .
Tamu undangan mulai berbisik-bisik melihat kearah Zavira dan oswold secara bergantian.
"Silakan nak oswold dibaca dulu ."kata pak penghulu memberikan secarik kertas .
Pria itu menerima nya dan membacanya secara teliti."Deg! Eh,Bilson .Kok namanya kayak nggak asing ia? Kayak pengusaha terbesar disini ."monolog oswold ,dahinya mengeryit bingung.
Pria itu penggeleng pelan."Ah ..nggak mungkin lah,bisa ajakan namanya sama!"
_______
Ting...
Suara pesan masuk ,membuat atensi fahri teralih dan mengambil benda pipih itu"Ck! Kenapa harus sekarang."desisnya .
Tira melirik kearah suaminya setelah mendengar desisan fahri."Ada apa mas.?"
Fahri menoleh"Aku keluar sebentar tira ada pesan masuk dari rekan bisnisku ,lanjutkan saja jangan menunggku."katanya menoleh sekilas dan berjalan keluar.
Adrian yang mendengar ucapan papanya pun ikut berdiri,namun tangan tira terlebih dulu menghentingkan langkah adrian"Mau kemana nak.?"kata tira lembut.
"Mau keluar! males disini .lagi pula nggak penting juga ini semua buat saya."jawab adrian ketus.
Adrian keluar mengikuti fahri ,raut muka tira berubah sedikit terkejut dengan ucapan adrian.
Afika melihat sang bunda sedih karna ucapan sang kakak,ia pun memgeleng pelan."Bunda liat deh kak Zavi cantik banget ia."kata afika .
Tira mendongak menatap kearah jari telunjuk putrinya ,benar kata putrinya calon menantu sangat cantik mengunakan kebaya putih itu.
"Ia sayang kamu benar ,zavi cantik sekali."tira tersenyum lebar.
"Silakan pempelai perempuan duduk disebelah calon suamimu ."kata pak penghulu menatap zavi yang masih berdiri .
Deg...
"Baiklah mari kita mulai sekarang."ucap pak penghulu menoleh kekanan dan kekiri .
Semua menganguk setuju "Baik pak silakan."kata vincent .
"Mari jabat tangan saya nak oswold ."printahnya menjulurkan tangan kearah oswold.
Pria itu menerima uluran tangan penghulu ,menganguk kecil dan tersenyum tipis.
"Yallah apa ini keputusan yang benar.?"monolog zavi semakin temor.
"Saya nikahkan engkau sodara oswold firdian dengan wanita bernama Zavira manuella bilson yang mana walinya digantikan saya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." kata penghulu ,menyentak jabatan tanganya diakhir kata.
"Saya terima nikah dan kawinya Zavira manuella bilson dengan maskawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi.?"
"SAH..!"
"Alhamdulilah..."ucapnya serempak .
Nadine tersenyum lebar ,berjalan menghampiri sepasang pasuntri baru itu ."Nak oswold ini cincin pernikahan kalian."Nadine memberikan kotak kecil itu.
Oswold menganguk kecil .menerimanya dan membuka ."Berikan tanganmu."tintahnya dingin kepada zavi .
Zavira menoleh kearah samping ,lalu memberikan tangan kirinya pada oswold.
Setelah acara sepasang cincin selesai.sepasang pengantin baru itu mulai berdiri berjalan kearah tira dan Nadine.
"Bunda..!"
"Mami..!"
Ucap mereka bareng menatap kedua sosok di hadapanya.oswold menoleh kearah zavi dan menatap Nadine "Dia ibumu.?"kata oswold .
Zavira mengaguk pelan."Iya ."
Tira terkejut ,berjalan mengampiri Nadine .wanita itu memang belum bertemu dengan ibu zavi waktu itu.ia hanya bertemu dengan vincent dan maria saja.
Tira pernah bertanya kepada maria dimana orang tua zavira ,maria mengatan kedua orang tua gadis itu lagi ada keperluan di luar kota .
"Eh ..teryata besan ia,saya Tira bunda oswold."ucapnya tira tersenyum .
Nadine membalas uluran tangan Tira."Saya Nadine mami Zavira."jawab mami zavi lembut."Lalu dimana ayah oswold.?"nadine bertanya.
Raut wajah tira berubah,menoleh kesana dan kemari mencari sosok fahri dan adrian yang belum kembali sedari tadi ."Dia ada disini ,hanya saja papa oswold ada telpon penting mendadak .mungkin masih diluar ."
Nadine mengaguk mengerti."Ayah zavi juga tidak bisa hadir karna pekerjaan juga."
Kedua wanita paruh baya itu sibuk bercengkrama,sedangkan sepasang pengatin baru itu diam membisu memperhatikan .Dan sesekali tersenyum kecil bila ada yang datang menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat.
Cangung dan gugup? Tidak ,hanya saja mereka engan untuk memulai berbicara .
mungkin ini terlalu cepat untuk mereka,menikah dengan orang yang tidak sengaja ia kenal lewat pernikahan sang mantan dan juga pertemuan kedua di sebuah club.
.
Gimana dengan cerita? Butuh pendapat nih
jangan lupa tinggalkan jejak ia 😄