zavira & oswold

zavira & oswold
Z&O bab 1



.Bilson Vr mansion.


"Aaahkkk....!!!


Teriak kencang di sebuah kamar bernuasa biru dan putih .


Terlihat seorang gadis sedang memegang sebuah beda pipih di tangan nya dan menatap nya dengan raut muka terkejut.


Terlihat Dua orang dewasa laki dan wanita tengah membuka kamar dengan tergesa. membuka pintu itu, dengan kecang hingga menimbul kan bantingan beradu dengan tebok di samping nya.


Braaakk...!!


"sayang ada apa ? Kenapa kamu berteriak pagi-pagi seperti ini.?"


Ucap wanita itu yang tak lain adalah ibu dari gadis itu.menatap putri nya dengan wajah kecemasan.


"mami liat ini, arjun meninggalkan ku dan segera menikah dengan wanita lain."


Katanya berlari menunjukan isi pesan di ponsel nya .


"arjun meninggal kamu ,kenapa zavi? Kalian sudah lama berpacaran ."


Cerca nadine ibu zavira menatap nya menyelidik kearah sang putri.


"A-aku tidak tau mom, dia bilang kalau aku sibuk bekerja dan selalu tidak ada waktu untuknya karna aku selalu mementingkan pa-pi."


Ucap zavira melirik kearah sang ayah yang ada di ambang pintu memperhatikan putri dan istri nya yang sedang bercengkrama.


"Apa dia menyalah kan papi ,dasar anak kur*ng aj*ar .!"


Umpat bilson kesal mendengar tuturan zavira tetang nya.


Ia memang tak menyukai lelaki itu, Arjun .yang menjadi kekasih putrinya.


Bagi nya arjun tak pantas untuk bersanding dengan putri semata wayangnya.


Karna arjun malas bekerja selalu mengandal kan kekayaan orang tua nya saja.


Pernah dulu bilson meminta bantuan arjun untuk mewakilkan ia rapat dengan cleint.


Apa yang terjadi?arjun memalukannya dan menjual imforman dengan mudah dan murah tentunya.


Bilson geram usahanya selama 3bulan ini malah sia-sia saja .


Kalau bukan karna zavira ,iya ingin sekali membunuh pria itu.


Untung saja bilson bisa membatalkan secara sepihak kalau tidak sudah bangkrut Bilson Vr group.


"kalu bukan karna papi ingin zavira menjadi pemimpin. dan selalu sibuk mengurus client mungkin arjun masih bersama zavi pi."


Zavira melangkah ke hadapan sang ayah dan mulai menetes kan air mata di kedua mata bernetra kecoklatan itu.


"Iya sayang ,kamu adalah Zavira ,kamu bisa mendapatkan 100 pria seperti arjun."


nadine mengelus rambut panjang hitam legam sang putri .


"Iya mami ,maafin zavi pi sudah menyalahkan papi tadi.!"


Kata nya memeluk ayah nya dengan erat dan dibalas angukan kecil dari sang ayah.


"buktikan sayang ,kamu adalah zavira putri ku .kamu bisa melupakan nya dan mulai lah menjadi pemimpin perusahaan kita."


Bilson menatap lekat putri nya ,mengapus sisa-sisa air mata di pipi mulus nan merona .


"maksud papi apa? Zavi tak mengerti."kata nya bingung menoleh kearah sang ibu yang ada di samping nya meminta penjelasan.


"papi hari ada rapat dewan direksi,ingin menjadikan mu CEO di perusahan kita."ucap bilson latang dan tegas.


"papi tapi zavi bel-."ucap zavira terpotong .


"Husst..bantu papi sayang ,papi ingin mengelola perusahan kita di luar negri .papi tidak mampu kalau harus memimpin dua sekaligus."


Tutur bilson meminta batuin zavira .


Megenggam tangan nya,menatap lembut membuat percaya putri agar setuju dengan keputusan nya.


Zavira yang mendengar penuturan sang ayah tidak bisa menolak.


Toh selama ini iya ikut meeting dan lain nya memang untuk melatih nya menjadi seorang pemimpin menggatikan sang ayah .


Anggukan kecil zavira membuat bilson tersenyum lebar dan memeluk dengan erat.


Iya bangga kepada putrinya, karna selalu patuh dan tidak pernah menolak keinginan nya


Itu lah membuat bilson sangat menyayangi sang putri .


Baginya zavira adalah hidupnya setelah sang istri tercinta.


"Ayo siap-siap dan mandi kita ke kantor untuk memulai jabatan mu."


Ucap bilson memeritah zavira dan pergi dari kamar nya.


"ayo sayang mandi dan turun kebawah kita sarapan bareng iya mami tunggu."


Kata nadine mengelus pipi merah zavira sebentar dan berlalu pergi mengekor di belakang suami nya.


Mata zavira menatap kedua orang tua nya pergi menjauh dari kamar nya dan turun melalu anak tangga .


"Ayo zavira manuela bilson kamu bisa ,mari mandi dan bekerja."Kata nya menyemangati diri nya sendiri .