
Oswold POV
Pagi hari yang sedikit mendung membuat lelaki itu engan untuk beranjak dari kasur empuk nya.
Mata nya masih terpejam meski jam sudah menunjukan pukul 09.00 pagi.
"Oswold..?"Ucap seorang wanita dewasa mengelus lembut rambut sang putra.
"Bunda..Kok ada disini .?"
Suara serak oswold menatap lembut kearah sang ibu yang ada di sisi ranjang.
"Bangun yok nak ,bunda sudah siap kan baju dan sarapan."
"Bentar lagi iya bun ,oswold masih lelah ."ucap nya memelas pada sang ibu.
"Baiklah..jangan lama-lama ,adrian sudah menunggu."
Seketika Oswold membuka mata nya lebar mendengar nama sang kakak di sebut .
"dia ...sudah kembali bun.?" oswold bertanya .
"Iya..maka cepat lah ,sebelum adrian marah besar."printah Tira kepada oswold.
"Baik bun."
************
"Jadi pria ini adalah anak tiri dari pak fahri ?" ucap zavira membaca semua informasi tentang oswold .
Sejak kejadian kemarin zavira menyuruh Arya untuk mencari seluk beluk tentang oswold .
"Nama nya oswold nona .ia adalah anak tiri dari pak fahri dan adik tiri adrian .ibu oswold Tira menikah dengan pak fahri karna mereka dulu nya sepasang kekasih sebelum pak fahri di jodohkan dengan mendiang ibu adrian."
Arya menjelaskan tentang keluarga oswold kepada zavira .
"Waw..menarik sekali .?"timpali zavira mendengar ucapan arya .
"Iya nona ..oswold bekerja di PT .Batama milik keluarga fahri .menjabat sebagai asisten dan Sekaligus seketaris adrian dan mempunyai bisnis kuliner pribadi ."
"Oh ..baiklah terima kasih arya atas info nya kamu boleh pergi."
"Baik nona ,saya permisi dulu."
Arya pamit undur diri dari hadapan zavira.
"baik lah mari kita pergi kediaman pria itu.?"ucap nya tersenyum simpul .beranjak dari tempat duduk kebesaran nya melangkah keluar dari ruangan.
********
BATAMA mansion.
Mata zavira menatap datar ke arah tembok gerbang .
Kaki jenjang nya melangkah pelan menghampiri seorang satpam yang tengah berjaga di pos dekat gerbang rumah.
"Ehm..permisii...?"Ucap zavira sopan ,membuyarkan konsentarasi sang satpam yang sedang menyesap secangkir kopi hitam di tangannya.
"Eh ..iya non.,ada apa iya.?" ucap nya sopan berlari kecil menghampiri zavira.
"Eh ,den oswold ada ,kalau boleh tau dengan siapa ? Biar saya meminta izin dengan tuan fahri terlebih dulu.?"Ucap satpam itu denganĀ menatap zavira dengan sopan .
"Nama saya zavira pak ,saya ada perlu dengan oswold dan keluarganya."
Pak satpam itu pun menganguk kecil mengerti .ia berlari cepat menuju pos mengambil Handly Talky atau bisa di sebut HT untuk menghubungi seseorang di dalam kediaman mansion.
Setelah selama sepuluh menit zavira menunggu di depan gerbang akhir mya .ia di perboleh kan masuk kedalam mansion.
Zavira di sambut dengan dua maid yang berjaga di depan pintu .mempersilah kan zavi masuk dan menuntun nya ke ruang tamu .
Terlihat dua orang paruh baya yang berlawan jenis sedang duduk menatap zavira dengan tatapan aneh dan mengintimidasi.
"Selamat siang pak fahri.?"Sapa zavira sedikit menunduk menyapa pria dewasa di depan nya .
"Anda siapa ? dan ada urusan apa mencari oswold .?"
Fahri memulai percakapan antara mereka .tak luput fahri menatap tajam kearah zavira.
"Maaf ..sebelum nya pak fahri ,saya ingin oswold putra anda ,mempertangung jawab kan perlakuan nya terhadap saya."
Zavira berbicara santai .fahri dan Tira pun terkejut dengan pengakuan zavira .apa yang sudah anak nya lakukan sampai seorang gadis ingin minta pertanggung jawaban oleh oswold.
"APA MAKSUD MU .!" Bentak fahri berdiri dari duduk nya .
"Apa yang di lakukan oswold kepada mu nak.?" ucap tira menatap lembut kearah zavi .
"begini tante, kemarin malam saya tidak sengaja bertemu di sebuah club malam dan saya mabuk lalu oswold membawa saya kesebuah hotel dan tampa saya sadar ia mencuri ciuman pertama saya yang saya jaga untuk suami saya kelak ,lalu oswold mulai menggrape-grape kedua aset s-saya tan."
Bunda oswold terkejut dengan penuturan zavira .sedangkan fahri sudah mulai naik pitam menahan emosi .
"BIK ...IJAH ! "teriak fahri memanggil salah satu asisten rumah tangga nya .
"Iya tuan ada apa.?"ucap bik ijah belari kecil menghampiri sang majikan
"Pangil kan oswold kesini bik sekarang juga..!"
"B-baik tuan." ucap bik ijah cemas dan berlari kecil menaiki anak tangga disana.
***************
Adrian dan gliska yang baru turun dari kamar nya pun sedikit heran dengan kehadiran zavira disana.
Belum lagi mereka berdua menatap heran kepada fahri .kenapa sang papa berteriak keras tadi membuat mereka berdua merasa penasaran.
"Bunda ..ada apa sih kok papa teriak-teriak ,terus ini cewek siapa.?"
Gliska berbisik menghampiri sang bunda yang tertunduk malu .
Tira bingung ingin menjelaskan seperti apa terhadap putri nya itu.
Gliska adalah anak tira dan fahri sedangkan oswold anak tira dengan suami nya dulu. dan adrian adalah anak tiri tira yaitu anak fahri dan mendiang istri suami nya.
Adrian kini menatap datar kearah zavira .
"Elo ngapain bisa disini.?"