
Assalamualaikum...
Jangan lupa tinggal kan jejak koment and vote thank's.
Happy reading..
Hotel Al'Ziuse..
"Aaakkhhh...!!"
Teriak keras zavi saat benda kenyal menempel di bibir ranum nya."dasar mesum !"
"Apa'an sih ! Gue cuman bantuin elo tadi.?"ucap nya risih ,niat nya membatu malah di tuduh mesum.
"Terus ini apa ? Elo kiss bibir gue yang masih perawan .Elo ngambil paksa first kiss gue?"
Rengek zavi menatap pria berahang tegas ,bertubuh atletis .
"mana gue tau ,itu ciuman pertama elo ? Habis gue juga kan pria normal ,ngeliat gadis seksi lama-lama mana tahan."katanya tanpa dosa, menggaruk tekuknya salting .
"Pokok nya elo harus, TANGUNG JAWAB ! ."Ucap zavi menaikan salah satu oktaf , menarik-narik kemeja putih pria di depan nya .
"HA ! Elo gila ia ? Tangung jawab apaan .?"sentak pria itu melepaskan diri dari zavi.
"Elo harus nikahin gue ,gue nggak mau tau ?!"tegas zavi lagi.
"Apaan ...nggak nggak ."celetuknya menolak keinginan zavira.
"Elo ! Nggak mau ? Terserah ,gimana pun cara nya elo harus tangung jawab titik." cerca zavi tak mau kalah.
"dasar cewek gila...!"
"Eh ,elo mau kemana...?!" teriak zavi kesal melihat pria yang telah mencuri ciuman pertama nya pergi begitu saja tampa rasa bersalah .
"Awas ..elo ia ,gue bisa nyari elo keujung dunia."
Zavira tengah duduk di sofa panjang hotel.fikiran nya melayang menuju kejadiaan di club malam .
...----------------...
Flasback ...
Zavira yang tengah meneguk wine di meja bar nya .mulai merasa mabuk ,berulang kali iya menepuk-nepuk kepala nya yang terasa semakin berat.
Kaki jenjangnya berjalan sepoyongan dan terhuyung ingin jatuh.
Bruukk..
Tampa sengaja zavi menabrak seorang pria yang ingin masuk kedalam club.
Entah keberanian dari mana zavi menarik ujung kemeja putih pria jangkung itu.
"mas ..mas bisa minta tolong ?" zavira menatap lekat wajah tampan lelaki itu dengan mata kecoklatan nya.
"minta tolong apa...?" ucap mengeryitkan dahi nya bingung.
"Anterin saya pulang? Saya mabuk berat .nggak sanggup nyetir."
Zavira memasang wajah memelas dengan wajah nya yang memerah .
"Tap-.."
Hueek...!
Belom saja cowok itu menuntas kan bicara nya zavira lebih dulu muntah di kemeja putih pria itu dan dress yang ia kenakan.
"Shitt...! Elo ....!Ah.!"
"Maaf ." ucap zavira pelan.
"Oke ..ay-?"
"Ha ..kok malah tidur sih..?"
******
Karna zavira sudah tidak sadar terpaksa pria itu membawa zavi ke sebuah hotel yang tidak jauh dari club.
Setelah Ia chek in zavi pun di bopong Pergi menuju kamar di lantai 5.
Dan menidur kan nya di atas ranjang berukuran king size .
Pria itu menatap sebal bercampur marah pada zavi.ia tidak mengenal sama sekali dengan gadis yang di bawanya,tetapi wajah gadis itu nampak tidak asing ,"apa aku pernah bertemu sebelumnya.?"monolognya menatap wajah zavi.
Setelah puas Bermonolog dengan hati nya ia pun Berniat membersihkan tubuh nya yang terkena muntahan zavi.
Dan tak berselang lama pria itu keluar dari kamar mandi .ia pun terkejut melihat gadis yang dibawa nya sadar kembali tengah sibuk melepas dress di tubuh nya .
Menyisakan tank top berwarna hitam dan Hot pants .
"Eh..elo mau ngapain..?"Ucap pria itu menatap zavi dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sebenar nya zavi sekarang sudah sedikit sadar .ia bahkan tak peduli dengan pria yang di depan nya menatap mengintimidasi.
Mungkin karna belum sadar sepenuhnya zavi menghampiri pria itu tampa rasa ragu.
Entah lah dorongan dari mana ia nekat berpakain seksi ,padahal zavi selama ini tidak Pernah Berpakain tidak sopan di hadapan orang lain kecuali di kamar nya sendiri.
Mata zavi mulai sayu ,tangan lentik nya tampa bermoral mengusap dada bidang pria yang tak dikenal oleh zavi sembelum ini.
Bahkan selama berpacaran dengan arjun pun zavira tidak penah melewati batas selain cium pipi dan berpelukan.
"Ah..kau menggoda ku.?"kata pria itu tersenyum sinis menatap mengejek kearah nya.
Zavi seakan tuli mendengar ejekan dari pria itu ia tidak peduli selain perasaan aneh yang tengah tersulut di diri zavi.
Cup
Pria itu menempelkan benda kenyal berwarna merah muda itu di bibir zavi dan sesekali menghisap nya dengan gairah.tangan kekar nya mulai menjelajahi benda kenyal di balik dres biru itu .tampa melepas pangutan di kedua nya.
Mata zavi sontak melotot saat tangan kekar itu memain kan nya dan berusaha menurun kan resleting di pungung nya.
Zavira menghentikan kan ciumanan mereka .manik nya melotot tajam kearah pria di depan nya .
"Aaakkh...!"
Flasback off..
"huh..teryata gue duluan yang goda dia.pokok nya nggak mau tau pria itu harus tangung jawab."
Kata Zavi menyerigai , tetep kekeuh dengan ucapan barusan .tangan letik itu mengambil benda pipih berniat menelepon seseorang.
"Hallo...arya .?"
(****)
"bisa bantu saya carikan orang ?"
(****)
"baiklah datang kemari ,di hotel Al ziuse aku akan memberi tau mu pria mana yang akan kamu cari."
(****)
"Okay..saya tunggu."
(****)
Tut...tut.
Zavi memutus kan secara sepihak sambungan dan tersenyum kecil ."Ya ampun gue baru ingat dia kan cowok di pesta tadi."