zavira & oswold

zavira & oswold
Z&O bab 10



Zavi menatap kosong beberapa kotak seserahan dari pihak pempelai lelaki.


"Huh! begini rasanya mau nikah ,tapi kok aku nggak bahagia ia? Apa keputusaan yang aku ambil bener,atau malah sebaliknya.nikah dengan orang yang tidak kita cintai adalah mimpi buruk bukan!"monolognya ,menghela nafas panjang"Apa kali ini aku harus melanggar sebuah prinsip yang sudah aku buat sendiri.aakkhh! Zavi,


kau bodoh!"Umpat nya memaki dirinya sendiri .


"Loh ..Zavi kenapa? Tante perhatikan dari tadi komat-kamit sendiri disitu."tanya maria duduk di sebelah gadis itu .


"Tante maria,sebenarnya jadi gugup dan sedikit ragu."kata gadis itu menatap maria .


"Ragu,Dengan apa zavi.?"tanya maria lagi ,tangannya memegang pundak zavi agar mereka saling menatap satu sama lain.


"Zavi punya prinsip sebelum menikah ,tidak melakukan kontak fisik seperti kiss dll .tapi saat zavi berpacaran dengan arjun zavi juga sudah melakukan pelukan dan pegang tangan dan itu hal wajar bukan tan? D-dan saat ada pria lain yang melakukan lebih seperti kiss pertama zavi dan ngegr*p z-zavi .disitu zavi malah tidak terima ,dan meminta untuk dinikahi .karna zavi fikir pria yang boleh sentuh zavi dengan itim harus siap menikahi zavi.dan teryata prinsip itu menjadi bomerang bagi hidup kita yang menikah tampa cinta ini."


Maria tersenyum tipis dan mengelus puncak surai zavi dengan lembut."Jika zavi ragu masih ada waktu untuk membatalkan ,lagi pula sebuah prinsip juga boleh dilanggar apa bila tidak membuat kita bahagia."


Zavi menganguk kecil "zavi paham tan,kalau gitu zavi fikirkan terlebih dulu."


"Yaudah ,jangan lama-lama sayang. besok adalah hari pernikahan sedangkan persiapan ini sudah 70% ,tante harap kamu cepat mengambil keputusan."


Maria berdiri melangkah pergi meninggalkan gadis itu sendiri.ia tidak ingin memaksa keputusan zavi ,lagi pula ia tidak ingin ikut campur hal pribadi anak bos ia itu .


"Dasar plinplan ." gerutu zavi memukul jidatnya .


...****************...


Cklekk...!!


Suara knop pintu di putar oleh seseorang disana,membuat atensi wanita paruh baya itu teralih .


"Assalamualaikum bunda."


"Wa'alaikumsalam."


Oswold mendekati sang bunda dan mencium tangan kanan tira.


"Kamu kok pulang malam nak ,besok kan kamu akan menikah .kamu lupa?"tanya tira memberikan segelas air putih yang ia ambil dari atas meja.


Raut muka oswold yang tadinya tersenyum mendadak datar.benar ,ia melupakan hari esok yang akan menjadi mimpi buruknya.menikahi seorang gadis yang tidak tau asal-usulnya .dan yang paling terparahnya adalah orang yang tidak oswold cintai dan harapkan.


"Sudahlah bun ,tidak usah dibahas lagi .oswold capek ingin istirahat dulu."ucapnya setelah meneguk air di tangannya.


Oswold menganguk kecil menangapi ucapan sang bunda."Aku tidak tau bunda ,oswold tidak janji .tapi aku akan berusaha ingat dengan nasehat yang bunda berikan ."


"Oswold bunda har-."ucapan tira terputus ,karna melihat suami dan adrian pulang .


"Mas udah pulang.?" kata tira menghampiri fahri dan mencium pungung tanganya.


"Tira kasih tau anak mu ,setelah esok menikah ia harus angkat kaki dari rumah ini.aku tidak sudi menampung istrinya yang tidak jelas seluk-beluk keluarganya."perintah fahri melirik kearah oswold .


Oswold hanya diam melihat papa tirinya sedang mencibirnya lagi.


"Tampa papa perintah seperti itu pun ,Aku tidak akan tinggal disini .kalau bukan karna kebahagian bunda ,sudah lama aku pergi dari sini!"


Oswold menatap dingin kearah kedua pria di hadapanya."Toh dari dulu saya tidak benar-benar pernah dianggap menjadi anak anda ."


"KAU! SUDAH BERANI.!!"sentak adrian marah.


"Apa bang?memang benarkan .papa hanya mau bundaku bukan aku .dia mencintai bunda dan kau dan adek! Sementara gue dibuang ,bahkan tidak pernah kalian anggap ada?!"


Oswold menyilangkan kedua tanganya di dada .berusaha berbicara dengan nada biasa


"BUGH...!!"


Fahri naik pitam dan melayangkan satu bogem mentah kearah oswold .rahangnya mengeras kuat ,Tira terkejut mencoba menahan suaminya yang kembali ingin memukul putranya"CUKUP.!!"


Oswold dan fahri menoleh kearah tira ,menatap wanita paruh baya itu hadapan mereka dengan deraian airmata yang sudah jatuh di kedua pipi tira.


"Beraninya kau BANGS*T!"sentak adrian menaikan salah satu oktaf ucapannya."kau tidak ada terimakasihnya kepada papa yang sudah membiayai kau sekolah ,makan hingga masih hidup sampai sekarang.!"


"DEG....!!


Tira mengelus dadanya sakit .mendengar ucapan adrian.apa ia egois? membuat oswold hidup dengan seperti ini selama ini.tira fikir fahri belum siap menerima putra kandungnya. tapi teryata tira salah,fahri tidak berniat menerima oswold menjadi putranya ,tetapi fahri hanya ingin dengannya tira saja .


"Hiks...hiks.."tira menangis dengan kencang."sudah cukup!" sentak nya pelan .


"B-bunda ...jangan menangis maafkan oswold."ucapnya memeluk tira di dekapanya.


Fahri membuang nafasnya kasar "Maafkan aku tira ,aku bersalah ."ucapnya meminta maaf dan berlalu pergi.