
"Elo ngapain kesini.?!"
Suara bariton pria yang tengah berdiri bersedekap dada .ya ? Lelaki itu adalah oswold .ia menatap zavira dengan sorotanĀ tajam seolah ingin menerkam sebuah musuh di hadapan nya.
Zavira tak bergeming sama sekali ia lebih memilih membuang muka kearah lain.
"Oswold apa benar kamu telah melec*ehkan zavira .?"Sarkas Tira meminta kebeneran kepada putra nya .
"Bunda ! Itu tidak benar ?" oswold menampik ucapan sang bunda .
"Lalu , apa maksud anda tuan oswold ? membawa seorang gadis mabuk kesebuah hotel dan mencuri firts kiss nya dan mengre*p tubuh nya.?"Celetuk zavira menatap sinis kearah oswold .
"Apa benar yang zavira katakan oswold! Jawab bunda ! Iya atau tidak ?!"sentak Tira menahan kekecewaan dimata nya .
"Ah...emh..i-iya bun itu benar.?"
Plakk....!!
Suara tamparan keras mendarat di pipi oswold .
Tira mulai terisak ,tidak pernah terbayangkan putra kandung nya melakukan hal memalukan .
"Bunda ...Ak-" ucapan oswold terputus oleh tira yang mengangkat salah satu telapak tangan nya mencoba menghentikan penjelasan sang putra.
"CUKUP ! Bunda mau kamu nikahin segera zavira ! Bunda tidak mau kamu menolak.!
"Tapi...bun ?"
"tidak ada tapi-tapian OSWOLD ! "
Tira menatap tajam kearah oswold. menaikan satu oktaf untuk memperingat kan agar putra nya tak membatah ucapan sang bunda.
"Cih ! Lihat lah pa ,putra tiri mu sangat memalukan keluarga batama .dia memang tidak pantas berada di keluarga kita."Cerca adrian tersenyum sinis mengejek kearah adik tiri nya .
Bukan ia tidak mampu memukul cibiran pedas adrian? tetapi oswold berusaha menahannya demi kebahagian sang bunda.
"Kau benar adrian! Dia memalukan keluarga kita .liat lah tira putra mu menujukan kalau dia bukan lah darah daging ku ,kelakuan nya saja memalukan dan tak beretika.!!"
Fahri memojokan Istri nya.oswold kembali mengepal kan kedua tangan nya ,menahan emosi yang tersulut semakin memucak .mata nya menyalak, karna ucapan pria yang sudah di anggap nya sebagai seorang ayah.
Oswold paham betul fahri mau pun adrian .tidak penah mengangap oswold ada ,ia selama ini mengalah di perlakukan tidak adil dengan sang kakak .memang wajar kan, Kalau oswold tidak pernah di anggap toh ia bukan anak kandung papa fahri.
Zavira hanya menundukan kepala nya .ia benar-benar tidak merasa enak ,bagaimana pun keributan ini berasal dari nya.Tapi apa salah nya ? Ia ingin pria itu menikahi nya saja.
"KAU !!" Bentak oswold menunjuk kearah zavira yang menunduk takut dengan kemarahan pria itu.
"Oswold ..bunda tidak pernah mengajarkan mu menjadi pengecut nak!"Tira mendekati putra kandung nya memberi pengertian "meskipun kamu hanya mencium dan mengr*p saja itu sudah sifat melec"hkan seorang wanita ,coba saja zavi tidak menghentikan mu pasti kalian sudah lebih jauh lagi melakuakannya ."
"Tapi bun..Osw belum siap menikah ,apalagi menikah dengan orang yang tidak aku cintai."
Tira menganguk kecil mengerti ,tangan lentik nya mengelus surai putra nya mencoba memberi sedikit pengertian ."percaya lah nak,cinta datang karna terbiasa! nanti juga kamu akan mencintainya .seperti kamu mencintai dia."tira tersenyum tipis menatap manik oswold.
"Baik lah ...kalau itu mau bunda,Oswold akan menikahin wanita ini besok.?"
Deg...
Jantung zavira berdetak dengan cepat .ia mendongagak kan kepala nya menatap oswold .tetapi pria itu menatap nya dengan wajah datar dan dingin.
Zavira yang menyadari tatapan dingin oswold pun hanya tersenyum cangung ,menggaruk pelipis nya cangung .
"Hei oswold! Karna ini adalah masalah yang kau ciptakan sendiri ,jadi kau tangung sendiri saja .Dan ingat! Secepat nya nikahin wanita ini ,sayq hanya tidak mau masalah ini berimbas dengan nama baik keluarga Batama dan perusahan."
Kata Fahri mencoba memperingatkan anak tirinya .dan berlalu pergi meninggal mereka yang masih di ruangan tamu .adrian tersenyum tipis menatap oswold ."kasian banget nasib adik tiri gue! Dapet colon istri yang nggak jelas asal usul nya sama kayak elo.!!"
Adrian berlalu lergi mengikuti sang ayah yang sudah terlebih dulu keluar dari kedimannya.