Y.R.U

Y.R.U
. U .



* Ugh.. Shit *


Suasana di dalam ruangan privat itu tampak tegang saat tatapan intens Marvel, menyorot arah pintu masuk ketika melihat Darren kembali memasuki ruangan yang tak lama kemudian diikuti oleh Carla yang tampak mendengus menatap Darren dengan pandangan sebal.


“ Kau baik baik saja Carla ?" Tanya Marvel.


“ Kau lama sekali." sambung Carroline.


“ Maaf, seseorang mengajakku berbincang tadi.”


“ Siapa ?" Tanya bobby.


“ Aku." Jawab Darren cepat yang langsung disambut oleh tatapan empat pasang mata. Tatapan Carla tampak begitu tajam menatap Darren yang balas tersenyum berjalan mendekat kearahnya.


Tiga orang lainnya tampak begitu ingin tahu dengan situasi yang mereka lihat saat ini. Carla mulai melangkah mundur menjauh. Ia begitu cemas dengan apa yang akan Darren lakukan padanya kali ini.


Ia baru saja berbuat tak senonoh padanya beberapa menit yang lalu dan sekarang ia bahkan dengan tidak tahu malunya melangkah mendekat kearahnya.


“ Anda .. sedang apa ?" ucap Carla gugup.


Darren masih tampak dengan santainya memajukan langkah. Saat melihat badan Carla tak sengaja menabrak salah satu kursi, ia baru menghentikan langkahnya.


“ Kau takut padaku ?" Tanya Darren.


“ Eh? A..aku.”


“ REN." Panggil Marvel.“ Dia gadis baik baik. Kau tidak boleh mengganggunya begitu. Aku akan memberimu gadis lain jika kau mau, tapi jangan sekertarisku.”


Darren terkekeh dan kembali mendudukkan badan dikursinya.


“ Maaf, aku hanya ingin menggodanya. Kau bilang dia sekertarismu yang sudah membantumu menaikkan reputasi perusahaan mu bukan?. Aku sangat kagum padanya.”


Carla masih tertegun di tempatnya. Dahinya berkeringat. Ia menatap kearah kedua sahabatnya yang sedari tadi tampak begitu kebingungan.Bertanya Tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Bibirnya bergerak gerak memberikan kode kepada kedua sahabatnya itu untuk segera mengajaknya keluar dari ruangan dingin yang terasa begitu pengap baginya ini.


“ Carla ? kau tidak duduk ?"


Pertanyaan Marvel itu mengagetkan Carla.


“ Tenanglah Darren hanya bercanda tadi.Ayo duduk kembali. Kita makanan bersama .”


Carla mengangguk pasrah untuk menuruti perintah Marvel agar kembali duduk.


“ Ngg..Sir.. maaf sebelumnya. Jika tidak keberatan, saya ingin menanyakan sesuatu kepada anda." Begitu pintarnya bobby dalam mencairkan suasana.


“ Ya?"


“ Apa benar akan diadakan party?"


“ Kalian sudah tau ?"


“ Jadi itu benar sir ?"timpal carroline memastikan.


“ Ya. Kita sepakat mengadakannya minggu hari minggu ini. Aku harap kalian bertiga tidak melewatkannya.”


“ Of course sir. Ini kabar baik. Tentu saja kita akan datang.” Sahut bobby antusias.


“ Yes sir. Kita bahkan telah membeli dress untuk pertunjukan pestanya.” Tambah Carroline.


“ Wah.. kalian terlihat begitu antusias.” Ucap Darren.


“ Yes sir. Kita senang sekali bisa menjalin relasi dengan perusahaan anda.” Balas bobby.


“ Jangan panggil aku sir. Panggil ren saja.”


“ Owh gosh.” gumam bobby sembari menggigit bibir bawahnya.


Carla merasa tenggorokannya begitu kering sehingga ia tak dapat mengatakan sepatah katapun.Ia berusaha menyibukkan diri dengan menyumpit potongan daging di depannya.


“ Ambillah bagianku jika kau masih merasa lapar.” Marvel menawarkan.


Carla langsung menggeleng cepat menolak tawaran Marvel.


“ Tidak perlu sir. Ini sudah cukup mengenyangkan.” Darren kembali memberinya pandangan tak suka.


Bobby dan Carroline yang merasakan adanya sesuatu pada keduaa orang dihadapanya itu saling menyenggol pundak satu sama lain.


.........


“ Thank you sir. Kita jadi merasa merepotkan buat anda.” Ucap Carla santun.


“ Tidak perlu. Aku yang mengajak kalian. Jadi jangan merasa sungkan.”


membungkukan badannya memberi hormat yang kemudian diikuti bobby dan Carla .


Marvel kembali memberikan ucapan terimakasih sebelum ahirnya memeberikan izin mereka pergi.


“ Mr. Ren..Thank you.” Bobby benar benar tipe seorang penggoda. Mau tidak mau Carla ahirnya ikut mengucapkan terimakasih setelah Carroline tampak ikut mengulang ucapan Bobby.


“ I want to see you soon.” Senyuman palsu itu tampak begitu natural dibuat oleh Darren yang sorot matanya diarahkan kepada Carla.Hal yang tidak disadari oleh Marvel,Bobby,maupun Carroline.


 


• • •


 


Carla masih membisu dalam langkahnya mengikuti bobby dan carroline menuju area parkir mobil. Bobby dan Carroline saling berpandangan. Sepintas keraguan menyelimuti keingin tahuan mereka tentang apa yang sudah terjadi antara Carla dengan Direktur utama perusahaan MC itu. Tentu saja tidak sebodoh itu untuk mengetahui adanya kegelisahan yang ditunjukan Carla sejak pertama kali Marvel menepuk pundaknya. Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk sekedar mengetahui kondisi perasaan satu sama lain.


“ La? Kau baik baik saja ? “ Tanya Carroline ahirnya.


“ Gue ambil mobil duluan deh. Lu berdua tunggu sini.”


Carroline mengiyakan. Carla menatap kearah Carroline. Sudah ia duga, kedua sahabtanya itu pasti telah menyadari sesuatu.


“ Iam ok." Carla menjawab santai.


“ Seriusan la? Dari tadi kau diam. Kau kenal dengan direktur MC ya? “ Tepat sasaran. Carroline dan Bobby adalah orang yang memiliki insting baik. Berbohong akan menjadi hal sia sia yang kalian lakukan jika sudah berani memandang kearah kedua wajah itu. Carla mengangguk.


“ SHIT! YOU GOT IT LA? Seriously? “ Tangan Carla sontak membungkam mulut gadis dihadapanya itu.


“ sssstttt, mau bikin pengumuman apa kau di tempat ramai begini? “ Carroline mengangguk sebelum Carla ahirnya melepaskan bungkamannya.


“ So? Apa yang terjadi ? dia siapa?"


“ Introgasi macam apa yang langsung menanyakan dua pertanyaan sekaligus.” Protes Carla.


“ Ups, sorry. Oke . First question, dia siapa? “


“ Mantanku.”


“WHATTTT!!”


Carla kembali membungkam mulut sahabtnya. Meminta agar ia dapat merendahkan suaranya.


“ SSSTTT!”


“ La. Serously. Rasanya aku udah kehabisan oksigen. Please… ini beneran gak ada di fikiranku la.”


Tiinn Tinnnn..


Klakson mobil menghentikan perdebatan Carla dan Carroline.


“ Girls..diharap segera masuk. Lebih baik untuk melanjutkan Live talk nya di dalam mobil.”


Carla dan Carroline bergegas masuk dan Bobby mulai melajukan mobilnya.


“ Mr. Ren is Carla’s ex.”


“ WHAT!! “mobil itu kehilangan kendali sesaat.


“ Gosh. Fokus nyetir please. Aku masih ingin pulang kampong halaman dengan keadaan sehat.”


“ You shut up! Darling, gue gabakal sekaget itu kalau Carroline bilang Darren mantan bos lu di Indonesia atau lu mantan pegawai di perusahaan Darren. Tapi ini? Mantan!” protes bobby.


“ Cih.”


“ La. Bobby benar. Aku dan bobby memang sudah menduga ada sesuatu antara kau dan Darren . Waktu kita menyetujui ajakan Marvel makan bersama , kau sendiri yang malah berusaha menolak. Bahkan di dalam ruangan kau terlihat begitu canggung. Kita sudah hampir mengira mungkin kau sedikit gugup berada di dekat Direktur perusahaan besar. Tapi semua itu kembali mencurigakan saat kau kembali dengan Darren.” Jelas Carroline.


“ Please Carrol. Gue bersukur milih buat ambil mobil gue duluan tadi.Karena kalo ga, gue udah mau banget balik nyari Darren buat klarifikasi abis denger yang kaya gini.”


“ Gila lo.” Tegur Carla.


“La. Please ceritain semua ke kita.” Pinta Carroline.


“ Beib. Lu gaperlu malu buat cerita. We will keep it as a secret.”


“ Secret yang bakal minta klarifikasi ke Darren? “ sindir Carla.


“ I swear to God.” Bobby mengacungkan kedua jarinya membentuk tanda V.


Sesaat Carla terdiam menatap kearah Carroline dibelakangnya dan bobby yang tampak memandang kearahnya melalui kaca spion mobil. Ia menghela nafas sebelum ahirnya memutuskan untuk memulai cerita.