
* Your majesty *
...
Jarum jam telah menunjukan pukul 10.15. Aku dan marvel telah berada di dalam ruangan yang di design begitu minimalis dengan hanya berisikan empat kursi otomatis yang dibuat berhadapan oleh meja berbentuk persegi panjang sebagai pembatasnya. Marvel sedang berbicara dengan seseorang melalui telfon di sampingku. Aku berasumsi itu adalah telefon dari salah satu klien yang akan datang hari ini. Aku tau alasan kenapa ia memilih privat meeting room ini sebagai tempat rapat kali ini, itu adalah karena pembicaraan mengenai investasi antar kedua belah pihak bukanlah hal yang pantas untuk dibicarakan dalam ruang rapart besar..ini cukup privasi. Aku berusaha menyibukkan diriku sendiri dengan apapun saat kurasakan atmosfir bersuhu 25 derajat yang seharusnya menenangkan ini malah membuatku menjadi canggung.
Shit!. Aku tidak mengerti entah otak ku yang mulai menjadi tak karuan karena gugup sebelum meeting atau memang benar jika aku mendapati Marvel terus memandang kearahku. Astaga. Apa yang salah denganku.Dasar bodoh!
" Kamu siap?"
Aku tersikap seketika mendengar suara berat seseorang yang mentapku dengan senyum yang lagi lagi dibuatnya sedemikian manis. Aku heran apakah senyum itu memang bawaan dari lahir atau senyum yang hanya dapat dilihat pada kondisi kondisi tertentu seperti layaknya musim yang sudah memiliki jadwalnya sendiri.
" Sedikit gugup. Tapi itu tidak masalah, aku sudah mempersiapkan diriku untuk hari ini." Ucapku menyakinkan.
" Baguslah. Tidak perlu cemas . yang melihatmu persentasi adalah seseorang yang berpangkat sama denganmu?"
" Yes..sir ?"
" Presdir Medindustria Company tidak bisa datang jadi hari ini sekertarisnya yang akan mengambil tugasnya."
" Ahh... begitu." Aku sangat lega mendengarnya. Setidaknya rasa gugupku tidak akan separah sebelumnya.
"... anyway sir.Aku sedikit ingin tau tentang investor kita hari ini. Anda bilang bahwa ini adalah perusahaan medis ternama . Lalu apakah ini ada hubungannya dengan proyek bisnis makanan bayi yang baru launching ini?"
" Ya kamu benar ini ada hubungannya dengan bisnis pangan kita saat ini. Akan menjadi sangat menguntungkan bagi kita jika dapat bekerjasama dengannya. Produk kita akan lebih berkualitas saat mendapatkan standart pengakuan gizi baik dari label medis ternama."
" Itu benar sir. Tapi bagaimana mungkin dari sebuah perusahaan medis terkenal bisa menjadi partner kita ? Apa yang kira kira dia ingin minta dari perusahaan kita ?"
" Hahaha. Dia adalah sahabatku."
"eh?"
" iya... aku dekat dengan nya selama 3 tahun ini. Dia sama denganmu . Orang Indonesia juga. Tapi sekarang dia menetap disini."
" ehh? maksut anda?"
" astaga." dia mengacak rambutku sebelum ahirnya melanjutkan. " Direktur MC Adalah sahabatku, dia melanjutkan perusahaan yang dirintis keluarganya hingga sebesar ini hanya dalam waktu 3 tahun. Aku sedikit iri dengan kerja kerasnya itu."
" Oh hahaha..sorry sir "
itulah kebodohan ku. Selalu datang disaat yang tidak tepat. Bagaimana bisa aku terlihat begitu bodoh dihadapan atasanku begini. Namun,entah kenapa aku merasakan perasaan familiar tiba tiba. Aneh.
" Dia orang yang sangat murung saat pertama kali aku mengenalnya tapi sekarang dia benar benar menjadi seseorang yang begitu tegas dan rumornya dia sangat suka bermain wanita. Haaahhh, sejujurnya aku sedikit lega saat tau dia tidak datang hari ini. "
" Kenapa sir?"
Jantungku hampir lepas dari tempatnya saat dia mendekatkan wajahnya kearahku. Ia memegang kedua lengan tenganku. Aku mulai memejamkan mataku berusaha menolak melihat kenyataan apa yang akan terjadi berikutnya ketika telinga sebelah kiriku merasakan hembusan nafas hangat miliknya.
" Dia akan membawamu pergi kencan saat tau aku memiliki wanita cantik disampingku ." Bisiknya seraya kembali ke posisi duduk sebelumnya.
Aku benar benar terkejut setelah ahirnya berani membuka mataku kembali dan tertawa kikuk di hadapannya.
" ha...ha...haa... anda sangat pandai bercanda... sa...sangat tidak mungkin kan.. direktur perusahaan ternama seperti dia akan menyukai wanita seperti saya... ha..ha." Aku benar benar mengutuki diriku saat ini. Pasti ini akibat aku tidak memasukan sedikitpun asupan karbohidrat untuk sumber tenaga ku saat ini. Aku benar benar bodoh dibuatnya.
" Apa yang tidak mungkin? Tentu saja darr........"
TOK TOK TOK
' X'cuse me '
ucapan Marvel sebelumnya terpotong ketika sepasang kaki ber heels hitam itu membuka pintu dan memasuki ruangan meeting bersama dengan lelaki berjas hitam dengan potongan rambut pirang ala Leonardo Dicaprio dalam drama Romeo and Juliet sangat manis untuk ukuran seorang laki laki.
Aku dan Marvel berdiri mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk, Menelfon salah satu office boy untuk menyediakan snack dan juga teh hangat khas perusahaan ini.
" Selamat datang Miss Mona." ucap marvel mengawali pembicaraan setelah semua teah duduk.
" Hahaha... Mr.Marvel...senang bertemu dengan anda. Mohon maaf sebelumnya jika kali ini Mr.Ren tidak dapat datang karena ia ada urusan dengan Nyonya dirumah."
" Haaaa tentu... aku tak masalah . Aunty Larissa pasti sangat memerlukannya saat ini. Jadi apakah kita akan langsung memulai pertemuan saat ini?"
" Yes sir. Edward,keluarkan berkasnya." Suruh wanita itu kepada lelaki berambut pirang tadi yang dengan cekatannya memberikan file file yang diminta. Wanita itu terlihat sangat cakap sebagai seorang sekertaris. Ia begitu saja dapat menghandle urusan perusahaan sendirian tanpa seorang atasan disampingnya. Wajar jika ia bisa berada di kursi jabatan sebuah perusahaan besar seperti itu.
" Carla, tunjukan persenan profit beserta tawaran yang kita berikan " ucap marvel.
"Yes sir." Baiklah kali ini aku tidak boleh kalah.
• • •
Meeting berjalan begitu mulus dalam satu jam. Aku menghela nafas lega ketika kedua belah pihak menyetujui kesepakatan masing masing.
" Thanks for coming ..see you ." ucap Marvel mengahiri meeting dengan jabatan tangan kepada wanita bernama Mona dihadapannya.
Aku membungkukan badan sebagai tanda penghormatan satu sama lain. Mereka keluar ruangan ditemani marvel sedangakan aku sibuk mengemasi dokumen dokumen diatas meja. Aku sudah begitu bahagia saat ini dengan memimpikan istirahatku setelah ini karena...
" Good job Carla... kamu sudah bekerja keras kali ini... aku akan memberimu libur 3 hari mulai besok."
Yeahh Thats it..!! itu yang aku tunggu.
aku tersenyum dan membungkuk hormat dihadapan Marvel.
" Thank you sir ."
" itu bukan apa apa,ini sudah jam 12 siang. Kau mau ikut makan bersamaku ? Aku akan keluar setelah ini?"
" ngghh... tidak perlu sir. aku ada janji dengan Bobby dan Carrol untuk makan siang bersama."
entah perasaan ku saja atau aku memang melihat raut wajah bahagia nya berubah seketika.
"baiklah. Kalau begitu bawakan file file ini langsung ke dalam ruang kerjaku. Aku akan langsung pergi sekarang. "
" tentu,saya akan langsung menaruh file nya ke ruangan anda."
Kembali ia lontarkan senyuman sebelum ahirnya melesat keluar ruang meeting meninggalkan ku sendiri.
" Aku tidak mengerti ahir ahir ini Mr.Marvel sedikit aneh menurutku." gumamku sembari membereskan file file diatas meja sebelum ahirnya aku keluar ruangan meeting dan menutup pintunya rapat rapat bergegas menuju ruangan Marvel.
• • •
Aku menekan deretan angka orang paling konyol dalam kontak ponsel milikku " Bob? dimana? "
"Honey. . buruan kesini,gatau kita udah garing nungguin dari tadi." celetuk suara dibalik telfon.
" Baru selesai meeting, dimana?"
" Art of the taste ! dimana lagi." nadanya terdengar begitu kesal hahaha.
" iyaaaa honeyyyy tunggu akuu." godaku saat mendengar nada kesalnya.
" Bye!" * Klik
hah? ia menutup telfon begitu sajaaa??? astaga si bobby inii.
aku mengambil tasku dan bergegas keluar menuju tempat dimana dua sejoli itu berada.