Y.R.U

Y.R.U
. R .



* Rumble *


Art of the taste .


Sebuah bangunan klasik yang dibuat bernuansa alam ini adalah salah satu Cafe bergengsi di Paris. Halaman yang luas menjadikan Cafe ini sebagai incaran para orang orang borjuis dengan alasan area parkir yang luas serta pemandangan taman bunga yang indah di sekitarnya. Rumor mengatakan bahwa Cafe ini dirancang sedemikian rupa oleh arsitektur ternama di prancis. Tetapi yang lebih menakjubkan adalah bagian interior cafe yang yg dibuat menyerupai suasana hutan tropis ini,menambah suasana relax bagi seluruh pengunjungnya. Hal lain yang tak kalah menakjubkan adalah menu menu yang di suguhkan merupakan makanan khas beberapa negara Eropa dan Asia.


Hal pertama yang akan kalian dengar saat memasuki Cafe ini adalah suara lonceng diatas pintu masuk yang nyaring terdengar sehingga membuat pelayan yang ada sontak menyambut dengan ramahnya. Aku berjalan menuju tempat di bagian ujung sebelah kanan cafe,tepat disamping kolam ikan yang terdapat hampir disetiap sudut ruangan cafe.


" Hai Sist." sapaku sembari duduk dihadapan kedua sahabatku dan meletakkan tas ku diatas meja.


" Dia bukan sista La." ucap carrol sembari menunjuk kearah bobby disampingnya.


" owhh sayang sekali mataku terlalu minus untuk membedakan gender manusia dihadapanku ini. Ya kan Honey???" godaku sambil menatap sosok lelaki gemulai di hadapanku.


" You late ! " sindir bobby sinis.


Yupss . Bobby adalah sahabat lelaki sekaligus sahabat wanitaku yang aku kenal dari carroline. Dia seorang Gay. Penampilannya begitu mencolok. Dia sangat suka menggunakan pakaian dari brand ternama dengan model yang beragam dan warna yang menurutku...euhhh ... berwarna warni seperti pelangi? dipadu padankan dengan warna rambut yang diganti setiap sebulan sekali. So complicated .


tapi jika kau tanya apa alasan bobby menyukainya ? dia akan mengatakan bahwa ' Yolo darling... You only life once... kamu hanya hidup sekali...lantas kenapa kamu menghabiskan hidupmu dengan hanya menatap hitam dan putih nya kehidupan.'


Begitulah bobby, dia memiliki pandangannya sendiri. Dan aku, tentu tidak akan mengikuti urusannya. Selagi dia baik dan menyenangkan,kenapa kita harus menghakimi pemikiran orang lain bukan?


Hal itu berbeda dengan Carroline si budak cinta. Dia sahabat yang aku temukan saat pertama kali aku menjadi sekertaris di Golden Hills. Dia sangat ceroboh,tapi dia sangat loyal. Dan percaya atau tidak,sosok wanita dihadapanku ini adalah gadis terlugu dengan segala macam kesabarannya dalam menjalin hubungan dengan seorang pria. Tipe yang mudah patah hati tentunya .


Kita bertiga sudah bersama selama 2 tahun. Bekerja diperusahaan yang sama membuat tingkat keakraban kita semakin hari semakin bertambah.


" Ck,sudah kukatakan aku ini sedang ada meeting tadi." ucapku merespon sindiran bobby sebelumnya.


" Oh iya,jadi bagaimana meetingnya? lancar?" tanya carroline.


" Yups ,pihak MC setuju dengan jumlah profit yang kita berikan dari hasil pemasaran nanti."


" Kau meeting dengan investor lagi?" Tanya bobby.


" Yes Honey."


"Ugh,berdua diruangan bersama laki laki tampan semacam Marvel.Aku benar benar iri denganmu. " ungkapan bobby ini membuatku terkekeh seketika.


" Untuk ukuran seorang Bos perusahaan yang identik dengan perut buncit dan umur yang hampir uzur. Dia benar benar menawan,aku selalu berfikir bahwa Marvel adalah seorang Model.Mata coklat nya sangat mempesona aaahhh."


" Dia normal, pergi sana. hushh" celetuk carroline.


Aku sudah tak tahan untuk tidak tertawa begitu melihat tingkah konyol mereka berdua saat membicarakan Marvel.


" Baiklah tuan dan nyonya sekalian. Jadi apakah pertemuan kita kali ini hanya untuk membahas lelaki lajang berusia 26 tahun yang menjabat sebagai direktur perusahaan kita itu?"


" Hell!! siapa tuan disini?" sanggah bobby.


" Alright miss." ucapku dan carrol bersamaan disusul dengan tawa serentak dariku dan carrol.


" Nghh, oke gue ada info nih. Denger denger bakal ada party antar perusahaan seminggu lagi." ucap bobby.


" Oh ya? kenapa aku belum mendengar kabar seperti itu sebelumnya." tanyaku.


" Aku juga mendengar info itu baru baru ini sih." Tambah carroline. " Mungkin ini ada hubungannya dengan jalinan relasi kita yang baru saja kau dan Marvel lakukan... itu kan perusahaan besar."


" Bisa jadi juga sih. Gue juga mikir nya kaya gitu"


" Oh! bisa jadi sih. Tapi kenapa harus ada party ? aku dengar dari Marvel,bahwa direktur MC adalah sahabatnya. Bukankah dia sudah saling mengenal satu sama lain? apa lagi yang perlu di jalin?" tanyaku yang memang begitu penasaran.


" Katanya sih denger denger dari staff manajer personal, Mr.Marvel dan Direktur utama MC sudah 1 tahun tidak bertemu karena urusan Direktur MC di LA. Sehingga party mungkin diadakan untuk memperkenalkan beliau ke kita kita ini." jelas bobby.


Apa yang dikatakan bobby memang ada benarnya. Selama 2 tahun bekerja disini,aku bahkan tidak pernah mendengar Marvel membicarakan tentang Medindustria Company. Mengingat perusahaan besar adalah bagian dari strategi utama dalam menjadikan perusahaan kita semakin berkembang kan? dan aku malah baru mengetahui adanya MC company sejak Marvel mengatakan akan mengadakan meeting investor.


" Baguslah, party ini akan sangat menyenangkan bukan? aku lumayan penasaran dengan sosok direktur perusahaan sebesar MC." ucap carroline kemudian.


" Belanja baju dong kita sist." ucap bobby antusias.


" Besok?" tanyaku.


" sebagai manajer pemasaran gue besok sibuk sist. Lusa aja kay? gue tau lu pasti dapat jatah libur setelah berhasil mendapatkan satu proyek besar." balas bobby.


" Aku juga la. Bos ingin aku memberikan dokumen hasil keuangan perusahaan bulan ini. Jadi aku akan mengerjakannya mulai besok."


" Baiklah..kita pergi lusa "


" ngghh... laparr nih. .mau pesan Omme..."


PRANG!!!


Ucapanku terpotong seketika mendengar suara nyaring yang berpusat dibagian ruangan yang bertulisakan lambang VIP diujung sudut bagian kanan cafe.


Terlihat jelas seorang wanita berparas cantik dengan gaun merah hati selutut, tengah berdiri dihadapan seorang pria yang tampak santai menyilangkan kaki sembari meneguk minuman berwarna ungu di tangannya.Aku tidak bisa melihat wajah pria itu karena posisinya yang membelakangi pandangan ku tetapi kepingan kaca akibat gelas yang pecah disamping heels merah hati milik wanita itu cukup membuktikan bahwa ada sebuah permasalahan diantara keduanya.


" Ugh...permasalahan orang kaya." gumam bobby.


" Kita lanjut pesan saja. Kau mau apa la? " tanya Carroline.


" Ommelete seperti biasa dan segelas cappucino."


Tangan carroline telah siap menekan bel pemesanan yang terletak di ujung sudut meja bagian kanan, seorang wanita berbusana kemeja putih dan rompi berwarna coklat datang dengan sebuah Tablet ditangannya.


" Silahkan." ucap wanita itu dengan sopannya.


Aku hampir melupakan masalah yang baru saja kulihat ketika heels merah hati yang kulihat tadi berjalan sembari menghentakan kakinya kesal melewati deretan meja pengunjung lain yang juga nampak aneh canggung melihatnya.Dan lagi lagi pria itu masih tetap setia duduk dengan posisi yang sama.


" Orang aneh." kataku kemudian.


" Orang kaya memang memiliki selera bertengkar yang aneh. kau baru tahu?" ungkap carroline.


" Right sist" sambung bobby.


Benar, aku memang tidak mengerti dimana letak malu orang orang itu saat berani memamerkan adegan percekcokan mereka di tempat umum seperti ini.


Ewh,Bodo amat deh. Bukan urusan ku.