Y.R.U

Y.R.U
. U .



*Unbelievable*


Keesokan Harinya...


Pagi yang cerah untuk hari libur ku yang indah.


Saat ini, aku sedang duduk dikursi santai yang kuletakan di balkon bagian ujung sudut sebelah kanan, tepat bersebelahan dengan tanaman Monstera yang telah tumbuh setinggi satu meter. Balkon ini adalah balkon kamar apartement yang memang sudah menjadi salah satu fasilitas bagi para penghuni setiap kamar disini. Tidak ada pembagian khusus mengenai fasilitas kamar di ' Le'Iffle ' , dan inilah salah satu alasan mengapa aku sangat setia menempati bangunan berukuran 32 M² ini. Terdapat dapur yang langsung tersambung dengan meja makan ,serta sofa berwarna abu abu yang kuletakan di depan TV. Tak lupa tentunya akan ada satu tempat tidur dan satu kamar mandi, dan juga satu meja dan kursi kerja yang kutambahkan di samping meja lampu tempat tidurku berhadapan langsung dengan jendela kaca luas agar menambah kesan santai saat aku bekerja sembari menikmati indahnya pemandangan kota Perancis diluar sana. Aku memberi warna krem untuk seluruh dinding di kamar ku serta lantai yang dilapisi dengan kayu parket ini memberi kesan elegan dan luas. Bersih dan juga nyaman, aku menyukai tipe kamar elegan dan bersih. Tidak perlu aksesoris mewah atau segala sesuatu yang biasa kulihat di sosial media, dimana kaum wanita saat ini menyukai hiasan hiasan yang mereka tempel tempel di dinding kamar sebagai hiasan. Aku bukannya mau menyebut mereka berlebihan atau bagaimana. Tapi aku hanya merasa aksesoris yang berlebihan akan menyusahkanku saat membersihkannya nanti.


" Hoamm." rasa kantuk tentu masih melekat,sudah keempat kalinya aku menguap sejak aku memutuskan untuk langsung bangkit dari singasana rebahan milikku, setelah aku membuka mata. Kosongnya ruang mimpi dalam tidurku membuatku yakin keputusan yang kuambil adalah benar, seandainya aku menemui mimpi indah saat terlelap, mungkin saat ini aku lebih memilih mengeratkan pelukan pada hangatnya selimut di pagi hari.


Segelas susu putih hangat di tanganku ini adalah rutinitas wajibku pada hari libur, sembari menikmati pemandangan pada pukul 6 pagi serta membiarkan sapuan angin lembut yang membawa butiran embun menyentuh permukaan kulitku.


Sejuk sekali.


Aku meraih ponsel yang kuletakan dimeja samping, mencoba membaca berita berita yang terupdate dari sebuah situs berita yang tengah populer belakangan ini. Tak ada yang menarik. Semua sedang membicarakan masalah politik yang bukan ranah kerja otakku. Aku meletakkan ponselku dan kembali menyesap susu hangat ditanganku, sembari memikirkan hal menyenangkan apa yang akan kulakukan hari ini.


Aku masuk kedalam kamar setelah meyesap habis susu di dalam gelas dan segera bergegas menuju kamar mandi.


Kuputar suhu hangat air shower, karena sejujurnya aku tidak terlalu suka mandi dengan air dingin kecuali saat aku memang sedang ingin menggunakannya. Tetesan deras air hangat itu membasuh tubuhku seketika, memberikan perasaan segar sekaligus nyaman. Kulakukan ritual ritual mandi seorang wanita pada umumnya hingga saat aku keluar, jam telah menunjukan waktu pukul 7 tepat.


" Oh hey.. boy with your hat back Imma kinda like that if you gonna walk ma way ...",


Kulangkahkan kaki sembari menyenandungkan potongan lirik lagu favoritku menuju ruang ganti kecil di samping kamar mandi.


Setelah beberapa menit bergelut dengan rangkainya baju didalam lemari ahirnya aku memutuskan menggunakan style kasual untuk hari liburku kali ini. Dress polkadot hitam putih selutut yang kupadankan dengan cepolan rambut serta sepatu flat shoes berwana hitam. Kali ini aku ingin mencari buku novel disalah satu toko buku populer di perancis.


 


• • •


 


Tidak sampai 30 menit kemudian, mobilku telah sampai diparkiran sebuah tempat berlambang buku dengan tulisan ' BuildingMind ' yang tertera jelas di bagian atas toko. BM adalah salah satu toko buku populer di perancis saat ini. Design gothic yang hampir menyerupai perpustakaan buku dalam film harry potter merupakan daya tarik yang menakjubkan untuk setiap orang yang bertempat tinggal di tanah kota mode ini.


Aroma Bibliosmia yang terpancar begitu memasuki ruangan adalah aroma yang dinikmati sejuta umat pecinta buku sepertiku. Sapaan ramah dari seorang wanita berseragam MC itu akan menjadi sambutan utama bagi siapapun yang memasuki toko buku ini. Aku masih begitu terkesima dengan toko yang kumasuki saat ini. Bukan pertama kali bagiku yang sudah dua tahun di Negara ini untuk tidak mengunjungi toko yang populer ini, tetapi instingku selalu melesat setiap kali aku memasuki bangunan gothic ini, menjadikan ku seseorang yang begitu norak dengan segala sesuatu yang disuguhkan.


Melihat deretan buku yang ditata rapi mengikuti abjad judul buku dan juga jenis genre buku ini. Memudahkanku menemukan buku apapun yang ingin kucari.


Seperti saat ini aku sedang menatap barisan buku abjad A di bagian yang bertuliskan "Adult Novel". Aku mengambil setiap judul yang menarik perhatianku sembari membaca sekilas cuplikan sinopsis yang tertera di sisi belakang buku.


'WHY ARE YOU'


Buku bersampul gambar seorang laki laki dan wanita yang sedang bertatapan dalam semburat background berwarna jingga ini memiliki sinopsis yang begitu menarik. Menceritakan kisah seorang gadis yang bertemu dengan kekasih lamanya.


Kuputuskan untuk ahirnya membawa buku itu dan kembali menuju meja kasir disamping pintu keluar.


" Saya menyukai cerita ini. Saya yakin anda akan menyukai ceritanya." ucap wanita penjaga meja kasir itu.


" Buku ini terlihat menarik , aku mungkin akan langsung membaca nya sepulang dari sini."


" Tentu,kita bisa sharing setelah anda selesai membacanya. Total semua 10 Euro. " ucapnya kembali sembari memberikan plastik berisikan buku yang kubeli.


"menggunakan kartu bisa ?"


" Tentu."


Aku memberikan kartu kredit ku kepada wanita itu yang disambutnya dengan senyuman ramah.


" Welcome to BuildingMind bookstore" wanita itu kembali melontarkan sapaan kepada seseorang yang baru saja terdengar membuka pintu toko tak lupa dengan simpul senyuman ramah dari bibirnya.


Sontak rasa ingin tahu ku membuatku spontan ikut menolehkan pandanganku kearah seseorang yang baru saja disapa olehnya.


Tubuh semapai, mata hitam kelabu berbalut kacamata dengan ibir tipis yang melekat di bawah pahatan hidung mancung yang semuanya terukir sempurna diwajah oval miliknya.


Rasanya seketika jantungku mulai lepas kendali ketika ahirnya pandangan kita saling bertemu. Ia terlihat begitu terkejut melihatku. Aku bersumpah jika aku dapat melihatnya menelan ludah yang terlihat melewati lengkungan jakun di lehernya.


"Nona.? Nona?"


Suara wanita kasir itu yang ahirnya terdengar jelas olehku.


" Ya?" jawabku kebingungan.


"Kartu anda" Ia menyerahkan kartu kredit miliku.


"Oh..i...iy..iya... terimakasih. "


" Terimakasih nona...sampai jumpa lagi ."


Aku tidak membalas ucapannya melainkan langsung melangkah kearah pintu keluar yang kemudian dihadang oleh dekapan tangan milik pria bermata hitam kelabu itu.


" Carla?!" ucapnya.


sekuat tenanga aku berusaha melepaskan diri dari dari dekapan tangan laki laki itu .


" Bukan! " kuraih ganggang pintu toko itu pada ahirnya sembari melesatkan kaki ku menjauh dari laki laki itu. Aku berlari kearah mobilku sekencang mungkin ketika laki laki itu terlihat mengejar dari belakang. Aku masuk kedalam mobilku menyalakan mesin dan bergeas pergi meninggalkan tempat itu. Tanganku yang memegang kendali mengendari mobil ini sudah begitu gemetaran.


" T..tidak mungkin " gumamku.