Y.R.U

Y.R.U
. Y .



*Yuck Fou*


Cahaya mentari menyusup disela sela jendela kamar, menampilkan sosok wanita berlingerie pink yang masih begitu lelapnya tertidur dalam balutan selimut pagi hari. Semalam ia benar benar kesulitan untuk tidur, ia mencoba mengecohnya dengan menonton dan mengotak atik sosial media demi melupakan segala kejadian yang dialami olehnya pada hari sebelumnya. Tidak tahu kapan ia ahirnya mulai dapat memejamkan mata, yang jelas rasa kantuk menyerangnya secara tiba tiba saat ia tengah membaca novel yang baru dibeli kemarin siang.


Suara detakan jarum jam yang berpadu dengan kicauan burung di luaran sana memenuhi seluruh ruangan kamar, namun gadis itu tetap tak bergeming. Ia bahkan mengeliat mengeratkan dekapannya pada sebuah bantal lebar disisi nya, seolah mengisyaratkan bahwa tidak ada yang dapat mengganggunya saat ini.


Suasana masih begitu tenangnya sebelum deringan ringtone ponsel miliknya menggema memecah keheningan suasana sebelumnya. Carla mulai terganggu karenanya, ia sontak menggerakkan tangan kanannya meraba raba asal ranjangnya demi menemukan sumber suara yang mengusik tidurnya. Dengan mata yang masih belum sepenuhnya terbuka, ia yang telah menghafal seluk beluk benda ditangannya itu secepat mungkin menggeser ikon telfon berwarna hijau di layar ponselnya.


"Hnnggg? siapa ?" suaranya masih terdengar begitu parau.


"Lalaaa...!!! kita sudah menunggu dari tadi di lobby apartement mu. Kau dimana???!!!" ucap suara seseorang dibalik telfon yang sontak membuat ruh carla yang tadinya masih diawang sepenuhnya kembali ketubuhnya. Ia tersigap begitu melihat jam weker di atas meja yang bersebalahan dengan lampu tidurnya.


"Ohh..shitt...jam setengah 1 siang " gumamnya sembari menjauhkan ponselnya sesaat. "Ngghhh... aku segera turun. Tunggu 15 menit." ucapnya sebelum ahirnya memutuskan sambungan telfon dan berlari bergegas menuju wastafel di kamar mandinya. Ia mencuci muka asal, menggosok gigi nya secepat kilat dan langsung merapikan rambutnya. Tidak ada waktu lagi baginya untuk menata style rambutnya kali ini. Sehingga ia biarkan rambutnya tergerai begitu saja. Sweater dress dan sneakers adalah fashion yang paling simple saat dipakai dalam situasi terburu buru seperti ini. Carla kini tampak santai dengan setelan sweater hijau army yang dipadankan dengan sneakers putih. Sesaat ia merapikan kembali rambutnya sembari memoleskan lipgloss merah muda di bibirnya. " Perfect!!" ujarnya puas dengan hasil pantulan dirinya di depan cermin.


Dengan cepat ia menyambar ponsel dan tas nya sebelum kemudian melesat keluar kamarnya.


Perjalanan carla dari kamarnya menuju lobby apartement tidak begitu jauh. Kamarnya yang berada di lantai 4 apartement tentu membuatnya lebih cepat sampai dengan hanya menekan tombol lantai dasar dalam lift. Lift yang kosong saat ini adalah keberuntungan bagi carla,sehingga ia tidak perlu mengantri bersama dengan orang lain yang juga ingin menggunakan lift untuk mengantar mereka kelantai yang mereka inginkan.


Ting!


Carla segera bergegas keluar begitu pintu lift telah terbuka. Ia mengedarkan pandangannya disekitar lobby, mencoba menemukan sahabatnya yang sudah dapat ditebak pasti akan sangat sebal dengannya. Ia sejujurnya sedikit lega karena apartementnya ini menyediakan lobby yang memudahkan penghuni agar bisa merasa nyaman dan aman saat menerima tamu.


Pandangan carla terhenti dan bergegas kearah dimana ia ahirnya berhasil menemukan sosok seorang wanita berkaos oversize yang dipadukan dengan skinny jeans sebagai penjelas lekuk tubuhnya dan juga seorang laki laki berambut pirang dengan setelan baju berwarna pink.


"Carrol...bobby!"


" Always late darling ." ujar bobby.


" Sorry banget deh. Semalam aku mendadak terserang insomnia." jawab carla.


" Yaudahlah langsung aja yuk bobs." ujar carroline.


" Yo girls." jawab bobby sembari menyambar kunci mobilnya dan berjalan keluar lobby menuju tempat dimana ia memarkir BMW 4 series convertible miliknya yang diikuti oleh carroline dan carla.


" Woah... it's been a long time dear. Berapa lama kau tidak mengajakku berkeliling dengan si 'BEBSI' milikmu ini. " ujar carla begitu memutuskan duduk dibangku depan tepat disebalah bobby.


" Got it,itu sebabnya gue sengaja nyupirin lu berdua hari ini." jawab bobby sembari menunjuk kearah carla dan carroline yang memilih duduk dibangku belakang.


"How sweet is that." sahut carroline yang diikuti gelakan tawa oleh carla.


" Are you ready to go?" Tanya bobby memberi ancang ancang sesaat sebelum mulai melajukan mobilnya.


" YEAH!!!" Sambut carla dan carroline serentak.


Bobby melajukan mobil nya begitu santai. Terpaan angin yang tenang menerbangkan setiap helai dari rambut mereka masing masing. Hal yang paling mereka sukai dari mobil berjenis Convertible seperti ini adalah kecanggihannya yang dapat membuka tutup atap kapan pun mereka ingin. Lantunan musik maroon 5 kesukaan bobby adalah hal yang sudah di hafal oleh carla maupun carroline. Saking hafalnya, carla dan carroline tidak segan lagi untuk ikut bernyanyi bersama bobby selama perjalanan.


 


• • •


 


Mall yang mereka kunjungi kali ini adalah Faubourg Saint-Honore. Mall ini merupakan salah satu pusat belanja di Eropa yang cukup terkenal. Hal pertama yang terlihat begitu tiba di tempat ini adalah sederetan toko brand fashion ternama. Merk seperti Hermes, Colette, Versace, dan Yves Saint Laurent akan dengan mudahnya ditemui di lokasi ini.


Hal seperti ini tentu cocok dengan tujuan bobby yang mengusulkan untuk berburu pakaian setelah mendengar rumor akan diadakanya selebrasi pesta penyambutan kerjasama dengan perusahaan MC.


" My paradise " seru bobby begitu antusias yang tampak langsung bergegas kearah toko brand favoritnya. Label Calvin Clein adalah salah satu brand fashion yang sudah tak asing lagi dengan kepopulerannya dikalangan para kaum adam pecinta fashion di hampir seluruh belahan dunia. Dua gadis itu lagi lagi hanya tampak lapang dada menjadi ekor sosok gemulai laki laki yang telah talak menjadi sahabat bagi mereka.


"Gue duluan yang nyari, ntar gue bantuin jadi juri buat fashion lu berdua " ucap bobby sebelum bergegas masuk kedalam fitting room untuk mencoba baju yang baru saja terlihat diselimpangan siku tangannya.


Carla dan carroline menghempaskan tubuh diatas sofa tunggu yang diletakkan tepat di depan fitting room.


" Mau cari baju kemana nih kita ?" Tanya carroline.


" Aku juga masih belum yakin sih..tapi tidak ada salahnya juga kan kita belanja baju untuk mungkin ada pesta dadakan." Sahut carroline.


" Iya juga sih,ga rugi juga kalo belanja sekarang."


" Mau coba cari ke Colette ga?"


" Boleh deh." jawab carla.


"How darling ?" ucap bobby yang tiba tiba muncul dengan setelan Hypebeast dibadannya.


"wow... gorgeous." Sahut carla.


"yaa...itu terlihat bagus untukmu..apalagi jika dipadukan dengan warna rambut pirangmu kali ini." lanjut carroline.


" Uhumm aku sependapat dengan carrol."


" Then just pay for this beuties ." sahut bobby antusias sembari melesat cepat kearah meja casir. Ia kemudian bergegas menyusul carroline dan carla yang telah terlihat menunggu di depan toko.


" Jadi lu berdua mau nyari kemana?" tanya bobby yang dijawab oleh lirikan mata carla kearah sebuah toko berlabel COLETTE .


Mereka berjalan memasuki toko sembari berpencar untuk memulai aksi pencarian pakaian yang cocok dibagian fashion. Bobby yang sudah mendapatkan pakaiannya juga turut ikut serta memonitoring dress dress yang dirasanya akan cocok digunakan oleh carla ataupun carroline.


"Guys.. aku mau coba beberapa dress ini dulu okay?" Teriakan lirih carroline membuatku dan bobby sontak menoleh kearahnya. Bobby berjalan kearah carroline melihat pakaian pakaian yang terpilih itu.


"La... biar bobby aja yang nemenin. Kamu fokus aja cari dulu." ujar carroline.


" Yups honey. Gue bakal fotoin hasilnya buat lu nanti ." sambung bobby yang dijawab acungan jempol oleh carla.


Setelah memastikan bobby dan carroline menjauh, carla melanjutkan kegiatannya melihat lihat dress yang terpajang di dalam toko itu. Hingga pada beberapa menit kemudian matanya terpikat oleh sebuah dress hitam panjang tanpa lengan yang memiliki belahan hingga ujung paha di bagian kaki sebelah kanan. Ia mendekat kearah manekin yang mengenakan dress tersebut, mengamati setiap bagian yang terdapat dalam dress itu. Dress itu begitu polos,namun kesan mewah terlihat dibalik keseluruhan warna hitam dengan jahitan potongan kain yang terlihat elegan. Ia memutuskan untuk memanggil salah satu pegawai toko agar membawakan baju itu untuknya tanpa ia coba terlebih dahulu.


Ia mengikuti pegawai itu menuju meja kasir untuk segera membayar.


Ia baru akan berjalan menuju fitting room menyusul sahabatnya itu ketika ternyata mereka telah berjalan kearahnya.


" Loh? udah dapet ?" tanya bobby.


"yupss."


"gadicoba dulu la ?" tanya carroline.


"gapapa, keburu laper. Size nya sesuai ukuran badanku kok. "


"Tunggu aku bayar ini dulu."


" Oke gue ama carla tunggu diluar." sahut bobby sembari menggandeng tangan carla berjalan keluar toko.


" Gimana bajunya carrol?" tanya carla


"Nih." kata bobby sambil menunjukan foto carla dalam balutan dress selutut berwarna keemasan.


" Gila ini sih perfect banget " ucap carla kagum masih memandangi foto carroline di layar ponsel milik bobby.


" Carla?"


Carla terkejut ketika ia mendengar namanya dipanggil. Raut wajah bobby berubah seketika saat kembali carla merasakan seseorang menepuk pundaknya dari belakang.


"Sir marvel." ucap bobby.


Carla menolehkan pandangannya kearah sosok laki laki yang ia kenal bernama Marvel. Sebelum sempat ia menunjukan rasa hormatnya pada bos perusahaannya itu, lidahnya mendadak kelu ketika menatap siluet sosok pria dibelakang Marvel. Ia baru saja melupakan kejadian di hari sebelumnya dan kini semuanya kembali terasa begitu abstrak baginya. Bahkan sapaan carroline yang baru datang pun tak mampu menyadarkan carla dari kekalutan yang ia rasakan saat ini.