
" Tunggu aku." Telapak tangan yang terasa dingin itu memegang kedua tanganku dengan begitu kuat. Sorot mata hitam kelabu itu mulai tak dapat dijelaskan. Perlahan sosok itu melesat pudar di balik kegelapan.
Aku mendapatkan gambaran itu dalam lelapku sebelum ahirnya berada ditengah lalu lalang orang orang yang keluar masuk Bandara. Menegakkan diri sendiri tanpa ditemani siapapun. Konyol sekali. Menangisi seseorang yang tengah pergi begitu saja tanpa memberi infomasi. Pesawat orang yang ku kejar telah Take off sejam yang lalu. Sia sia bagiku yang seketika bergegas keluar dari rumah berlari, mengejar Bus yang hampir pergi. Itu semua bahkan tidak akan kulakukan jika dia tidak mengirimiku pesan secara tiba tiba mengatakan bahwa dia akan pergi meninggalkan Negara dimana aku berada.
*From : Dar🖤Ling
For sure.. wait me.. Aku ada urusan di luar Negeri untuk waktu yang lumayan lama. Tunggu aku. Love you*
Begitulah. Dia bahkan dengan tidak tahu malunya memintaku untuk menunggunya. Aku kesal. Aku bahkan sudah tak tahu lagi apa yang harus kulakukan ketika air mataku menetes begitu saja dengan derasanya. Menangis dihadapan banyak orang yang disebabkan oleh sesosok makhluk Tuhan paling brengsek seperti itu. Aku sudah tak sanggup lagi.
Â
• • •
Â
' Dont' kill ma vibe.. promise don't kill ma vibe.....'
Aku keluar melangkahkan kaki ku tergesa keluar dari dalam kamar mandi kamarku ketika mendengar deringan ringtone hp ku. Terlihat nama seseorang yang sangat kuhormati di layar ponsel milikku.
" Yes sir? ohhh... baik! saya akan tiba dalam 30 menit."
Sial sekali. aku rasa aku ini benar benar bodoh...bagaimana aku lupa bahwa hari ini aku harus menemani presdir Marvel untuk bertemu investor perusahaan. Dengan tergesa gesa, aku mulai mengganti pakaian ku dengan setelan casual blouse berwarna biru dan printed skirt putih. kugunakan heels putih sebagai final, mengambil kunci mobil dan bergegas keluar menuju pintu kamar apartement.
Â
• • •
Â
Pukul 9:40. kulihat jam di tangan ku dan seketika kuhelakan nafas lega. Setidaknya ini masih bisa tepat waktu mengingat janji pertemunnya adalah pukul 10:20. Aku melangkahkan kaki keluar mobil setelah memarkirkannya di bagian parkir karyawan perusahaan. Sesaat aku merasa sangat bangga melihat mobil berlambang empat cincin yang ku miliki ini, itu hasil kerja kerasku. Aku menghabiskan waktuku selama dua tahun lebih untuk mencapai di titik saat ini. Aku bukan orang pintar tapi lebih bisa dibilang aku ini punya keberuntungan yang tinggi. Bermodal kemampuan bahasa yang aku miliki aku telah mendapatkan predikat sebagai sekertaris perusahaan ternama di prancis ini.
"huft" desahku ketika mencoba mengingat semua perjuanganku selama ini. Kumelangkah menuju lift yang terdapat di ujung kanan garasi karyawan ini. Aku menekan tombol lift dan menunggu nya terbuka ketika tiba tiba kudengar derap langkah kaki seseorang mendekat.
" LALAAAAA!!!! TUNGGU!"
BRAK!!
tumpukan map map berisi kertas itu berserakan bersama dengan ku dan seorang gadis yang tersungkur bersamaan.
" aduhhhh....sshhhh" ringisku saat kurasakan sedikit perih disekitar lengan kanan ku.
" Sorry sorry hehehe."
Aku mendongak melihat siapa gadis ceroboh yang menabrak ku pagi ini. Kualihkan pandanganku kearahnya dan itu ternyata adalah teman dekatku di kantor. Carolline.
"Astaga carrolll!! apa yang kau lakukan." kupukul pelan kaki nya kesal .
" Sorry aku udah telat juga ini. Bos tampan kita itu menyuruhku memberikan dokumen dokumen untuk persentasi dengan investor hari ini, dan aku telat. Seharusnya aku janji jam setengah sepuluh tadi." jelasnya sembari membereskan berkas berkas yg tercecer.
" Dasar. Kebiasaanmu itu benar benar sangat membahayakan. Coba kau bayangkan jika yang berdiri disini tadi adalah Mr.Marvel . Bisa habis masa jabatanmu disini." godaku terkekeh sembari membantunya berberes dan kemudian bangkit.
Melihat pintu lift telah terbuka aku dan carrol bergegas masuk .
" katamu ini file untuk persentasi dengan investor hari ini kan? " tanyaku.
"yups " ia mengangguk.
"kau beruntung. Karena hari ini aku juga menemani persentasi Mr.Marvel . kau bisa memberikannya padaku ,jadi kau tidak perlu bertemu Mr.marvel." Kataku
"Sungguh???! astagaa .ini hari keberuntunganku. Kau bisa katakan bahwa file ini aku telah memberikannya padamu kemarin kepada Mr.Marvel".
" Kau menyuruhku berbohong?"
" Kalo kau masih punya kasihan padaku .aku mohon yaaa. lakukanlah..please." mohonnya sembari membuat mimik wajah memelas padaku .
" ccihhh...baiklah tapi tentu saja tidak gratis."
" hahahaa....iya iyaaa .. aku akan bilang kau bisa tenang di ruanganmu hari ini."
TING!
Pintu lift terbuka.
"aku langsung keruanganku yaa." ucap carrol
"okee." balasku sembari berjalan menuju kearah ruangan Mr.Marvel. Direktur perusahaan Golden Hills . Sejujurnya Marvel adalah calon penerus perusahaan ini.. ia mengelola perusahaan ini selama 3 tahun ini dan telah mencapai profit terbesar yang di terima perusahaan selama ini.
Koridor yang luas yang kulewati saat ini adalah jalan menuju ruangan Marvel. Ruangannya persis berada di depan meja kerjaku. Itu memudahkannya memanggilku saat ada kepentingan mendesak dengan hanya memberi kode untuk masuk ke dalam ruangan melalui dinding kaca ruangannya.
Aku meletakkan tasku diatas kursi kerjaku sebelum masuk kedalam ruangan Marvel.
TOK TOK TOK
" X'cuse me sir."
" come in ." ucap suara dari dalam ruangan yang terdengar tegas namun lembut.
Aku melangkah masuk kedalam ruangan yang beraroma mint khas kesukaan presdir perusahaan ini. Nuansa alam ruangan yang dipenuhi banyak vas vas tanaman disekitar nya ini tentu memberikan kesan nyaman bagi siapapun yang memasukinya. Kulihat sosok lelaki berwajah tampan dengan setelan kemeja putih itu duduk menatap layar laptop di depannya.
" Sir. Ini dokumen persentasi nya ." ucapku sembari melangkah maju menuju meja kerja miliknya.
Ia mendongakkan kepalanya,menatapku sembari tersenyum.
" Kau sudah datang? kenapa dokumennya ada padamu? bukan kah itu aku suruh carolline membawanya ?" Tanyanya sembari mendekatkan kursi kerjanya dengan meja kerja di depannya.
" Yes sir. Dokumen itu carrol memberikannya pada saya kemarin karna dia tau bahwa saya akan menemani anda untuk pertemuan investor hari ini ."
Ia mengangguk dan membuka map berisi file file penting itu..
Ia mulai membaca cepat satu persatu. Presdir perusahaan yang diidolakan seluruh wanita satu kantor ini benar benar mengagumkan.
jika Kau tanya apa yang ada difikiranku tentang laki laki dihadapanku ini ? tentu saja aku mengagumi orang di depanku ini. Aku sangat menyukai lelaki pintar yang pekerja keras. Jadi tidak mungkin aku tidak menyukainya.
" Good! ini bisa akan sangat menarik untuk diajukan sebagai imbalan kepada investor kita hari ini." ucapnya menatapku kembali setelah selesai membaca dokumen tersebut.
" Saya berharap demikian sir. Belum pernah sejauh ini ada investor yang menolak tawaran kita"
" Kau benar, itu berkatmu yang handal berkomunikasi dengan mereka..kali ini kita akan mendapatkan investasi besar dari salah satu Perusahaan medis terbesar di eropa saat ini.Aku sungguh akan mengandalkanmu." ucapnya berharap.
Deg!
Aku sedikit mulai ragu dengan kemampuanku saat tau ini adalah perusahaan terbesar di eropa. Bagaimana jika aku melakukan kesalahan . Astaga aku berkata sombong dengan mengatakan tidak pernah ada penolakan para investor bukan berati ini akan lancar kan. Mereka semua hanya investor biasa .
"..nggg..Y. .yes...s."
" kau jangan cemas. Aku percaya kemampuanmu"
Aku terkejut ketika mendapati sepasang tangan besar itu menggenggam tanganku. Sejak kapan dia meninggalkan tempat duduknya dan berdiri dihadapanku begini.
"..nggg ha haa... yes sir." aku tertawa kikuk dan menarik tanganku perlahan dari genggaman tangannya.
" kau sudah makan?" tanyanya.
" Saya sudah makan." Bohong! tentu saja...
" baiklah mari kita pergi sekarang. Alangkah baiknya jika kita datang tepat waktu. Bawa berkasnya." ucapnya sembari berjalan duluan keluar ruangan.
"Huft" desahku.
yaa apalagi yang bisa kuperbuat. Mari menunjukan kemampuan ku ini. Semoga dewi keberuntungan juga mengikutiku kali ini. Aku bergegas mengambil berkas nya dan berlalu menyusulnya.