
Dua sejoli ini masih tetap pada tidurnya, mereka tidak terusik dari terangnya matahari. akhirnya syasya bangun dari tidurnya karna merasa berat diperutnya, syasya melihatnya ternyata tangan luki yang melingkar diperutnya. syasya langsung memindah tangan luki dari atas perut dan langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. syasya keluar dari kamar mandi dan langsung mengeringkan rambutnya dan mensisirnya, setelah itu syasya menghampiri luki untuk membangunkan luki.
"luki bangun ini sudah pagi, sana mandi gih" ucap syasya sambil menggoyabg kan badan luki.
"eegghh iya bentar lagi aku bangun" ucap luki yang masih setiap dengan mata tertutupnya.
"yasudah aku kebawah dulu ya mau masak sarapan" ucap syasya sambil berjalan kebawah.
syasya melakukan aktivitasnya untuk memasak makanan buat sarapan ditengah-tengah aktivitas syasya diganggu sebuah tangan yang melingkar di perutnya, dan itu membuat terkejut syasya.
"eehhh kok kamu ganggu aku sih kan aku masih masak" ucap syasya yang merasa terganggu dengan tangan luki yang melingkar diperutnya.
"aku pengen meluk kamu sya" ucap luki sambil meletakan wajahnya dileher syasya.
"iihhh udah deh kamu duduk aja dimeja makan bentar lagi matang kok" ucap syasya
"nggk aku masih pengen meluk kamu" ucap luki yang masih tetap dengan posisinya.
"yasudah deh terserah kamu" ucap syasya yang pasrah dengan sikap luki yang sedikit manja.
setelah masakan syasya matang mereka sarapan bersama, setelah sarapan syasya membersihkan piring kotornya dan langsung dicuci oleh syasya, sedangkan luki langsung menuju ke ruang keluar untuk melihat TV. Setelah syasya selesai mencuci piring Syasya langsung bergabung dengan luki untuk melihat TV bersama.
*Satu bulan kemudian*
Syasya sudah memakai pakaiannya dan sudah memakai riasan diwajahnya, syasya memakai riasan tidak tebal karna syasya tidak suka memakai make up terlalu tebal. syasya dikamarnya ditemani oleh para sahabatnya yaitu Rani sama nira.
"Sya apakah kamu siap" ucap Rani
"Iya aku siap ran tapi sedikit gugup" ucap syasya yang sedikit gugup.
"udah tenang aja bentar lagi dimulai kok" ucap nira.
"iya sya kamu tenang aja oke" ucap Rani
"hay anak mommy, anak mommy cantik banget deh, bentar lagi status mu menjadi nyonya bramasta sayang" ucap mommy yang sedikit senyum.
"iiihh mommy apaan sih kan syasya jadi pengen nangis nih" ucap syasya yang matanya mulai berkaca-kaca.
"udah jangan sampai nangis ntar tuh make up nya hilang" ucap mommy.
"kamu disini dulu ya mommy mau ke depan dulu, nanti mommy jemput kamu kalau acara dimulai oke" ucap mommy sambil tersenyum.
"iya mom" ucap syasya, dan mommy keluar dari kamar syasya menuju kedepan untuk melihat apa acaranya akan di mulai.
*dilain tempat*
Kenap nih jantung gak mau diem sih kok malah semakin dag dig dug, kan jadi gak tenang nih apa lagi syasya akan turun, jadi gak sabar deh ingin liat wajahnya. batin luki
Acara akan dimulai dan syasya telah dijemput oleh mommynya itu tak lama dari itu syasya turun dan berjalan di iringi oleh empat perempuan disampingnya. Syasya duduk disamping ku dan jantung ku makin tidak karuan karna syasya sangat cantik menggunakan kebaya itu.
"apakah kamu siap" kata sih penghulu.
"iya kami siap" ucap kami bersamaan. papi syasya duduk didepan aku sambil memegang mic.
"Saya nikahkan dan kawinkan syasya cahya stevan bin luki bramasta dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap papi syasya.
"saya Terima kawinnya syasya cahya stevan binti brendhi djonhi stevan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap luki tanpa terjeda sedikit pun.
"Sah" kata penghulu
"Sah"
"alhamdulillah" ucap luki dan syasya barengan.
"silahkan tukar cincin nikahnya setelah itu salim pemelai perempuan kepada pemelai laki-laki" ucap penghulu.
Setelah melakukan akad nikah syasya dan luki langsung masuk kekamar untuk istirahat sebentar karna nanti malam adalah acara resepsinya.
"Kamu dulu atau aku dulu yang mandi" ucap luki.
"Kamu duluan aja deh aku mau tiduran sebentar" ucap syasya yang langsung membaringkan badannya. luki berjalan menuju ke kamar mandi.
Setelah luki selesai mandi, luki berjalan menghampiri syasya yang tertidur pulas untuk membangunkan syasya supaya mandi.
"Sya bangun gih, mandi dulu biar seger" ucap luki sedikit menggoyangkan badan syasya. Syasya langsung bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. setelah syasya selesai mandi syasya langsung membaring kan lagi badannya.
"Syasya jangan langsung tidur, keringkan dulu rambut mu itu" ucap luki
"ntar kering sendiri kok, kan nanti kita ke depan lagi buat nemuai para tamu" ucap syasya sambil menutup matanya.
"yasudah kalau gitu" ucap luki yang ingin berdebat karna merasa capek.
Setelah mereka cukup istirahatnya mama luki langsung membangunkan kedua pasangan suami istri tersebut.
"luki syasya ayo bangun waktunya kalian ke depan" ucap mama luki sambil mengetuk pintu kamar syasya.
"iya ma kita bentar lagi keluar" ucap syasya yang sudah siap dengan gaunnya, dan kini syasya menunggu luki keluar dari kamar mandi.
"ayo cepetan mama tadi sudah jemput" ucap syasya.
Saat ini kedua pasangan suami istri tersebut sedang menyalami para tamu undangan. Rani sahabat syasya datang dengan seorang laki-laki dan begitu juga dengan nira menggandeng laki-laki juga.
"Selamat atas pernikahan mu ya luki syasya, dan jangan lupa kasih kami ponakan yang lucu-lucu oke" ucap Rani sambil memberikan kadonya.
"iya makasih, gomongΒ² kenapa kamu datang sama dika" ucap syasya yang merasa bingung dengan sahabat satu ini karna datangnya sama dika. dika itu temen kampus kami dan dia sekelas dengan kami.
"ng,, nggak ada dika cuma nemenin aku doang kok sya" ucap Rani yang sedikit gugup.
"do'ain aja sya semoga aku jadian sama Rani soalnya Rani susah ditembak" ucap dika sambil tersenyum.
"yaaa moga aja kamu cepet nyusul kita" ucap luki.
"Pasti itu" ucap dika dan rani wajahnya sudah memerah, aku yang melihatnya ketawa sedikit.
"Amin cepet kamu Terima dika yaaa ran biar gak ngejomblo terus hehehe" ucap syasya yang sedikit ketawa.
Dan setelah para tamu mulai berkurang kami berpamitan ke papi, mommy dan mama papa luki untuk istirahat karna aku sudah capek berdiri berjam-jam.
"mom, pi, ma, pa kami istirahat dulu ya soalnya syasya sudah mulai capek tuh" ucap luki
"yasudah gih kalian istirahat" ucap mommy.
"kami keatas dulu ya mom pi ma pa" ucap syasya. Kami berjalan menuju kamar aku, dan kamar ini akan menjadi kamar luki juga karna luki sudah sah jadi suami aku.
"agak berbeda deh suasananya" batin syasya
"sya kamu mandi dulu apa aku" ucap luki
"Aku dulu aja deh biar cepet terbangnya" ucap syasya sambil berjalan menuju kamar mandi.
"mau terbang kemana sya" ucap luki yang sedikit teriak.
"mau terbang ke alam mimpi luk" ucap syasya sambil teriak, luki langsung senyum dengan perkataan syasya karna syasya selalu bikin luki ketawa dan bikin luki tersenyum.
Syasya sudah selesai mandi dan syasya menuju ke tempat riasnya karna mau mengeringkan rambut basahnya itu.
"sana ki kamu mandi dulu baru setelah itu tidur" ucap syasya, luki sedikit terganggu dari aktivitas nya yang lagi memainkan hpnya.
" hemm" gumam luki.
Setelah mengeringkan rambut aku menuju ke kasur dan membaringkan badan ku yang hmpir remuk semua karna sehari berdiri dan duduk saja. Tak lama dari itu syasya sudah tertidur pulas.
"hemm kamu pasti capek" ucap luki sambil mencium dahi syasya. luki membaringkan badannya dan mengikuti syasya ke dalam bawah sadar.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Maaf ya baru aku up....
Akan ada yang seru nih nanti jadi jangan bosen-bosen ya membacanya π
JANGAN LUPA KOMEN SAMA LIKE YA πππ