
Syasya bangun lebih dulu dari luki, syasya pergi kekamar mandi untuk ambil wudhu setelah itu membangunkan luki.
"Luki ayo bangun sholat subuh dulu" kata syasya
"Eeegghhh, iya" kata luki langsung bangun menuju ke kamar mandi untuk ambil wudhu.
Mereka sholat subuh berjamaah, selesai sholat syasya menuju ke dapur untuk masak sedangkan luki tidur kembali.
*Dapur*
"Enaknya masak apa ya" kata syasya melihat bahan-bahan dikulkas penuh dan lengkap.
"Masak ayam kecap sama telur goreng aja deh" kata syasya.
Syasya memasak dengan capet dan teliti supaya tidak ada bumbu yang ketinggalan.
"Akhirnya selesai juga, ke deh bangunin luki dulu" kata syasya sambil menaiki tangga menuju kekamar membangunkan luki yang sedang tidur pulas. Sesampainya didepan pintu kamar syasya langsung membuka pintu, dan nampak lah luki yang masih tidur dibalik selimutnya itu. Syasya mendekatkan diri disamping luki dan duduk didekat.
"Luki ayo bangun sarapan" kata syasya sambil menggoyangkan badan luki.
"Luki ayo bangun sarapannya sudah siap tuh" kata syasya.
"Iyaaa,,, ini aku bangun" kata luki yang masih tetep dengan posisinya dan matanya tertutup rapat.
"Kalau sudah bangun sana mandi dulu baru turun makan" kata syasya.
"Morning kiss dulu sayang" kata luki yang membalikkan badannya menghadap ke syasya.
"Udah sana mandi, sarapannya nanti dingin ya" kata syasya sambil menolak luki.
"Satu kali aja yang" kata luki yang memaksa syasya buat cium dirinya.
"Tutup mata dulu baru aku cium" kata syasya
"Oke, beneran loh ya jangan bercanda" kata luki yang sedikit curiga kepada syasya
"Yaudah kalau gak mau" kata syasya sambil berdiri berjalan menuju ke bawah dan ditahan oleh tangan luki.
"Iya deh iya" kata luki sambil menutup matanya.
Cup, syasya mencium pipi luki, luki langsung mencium bibir syasya dengan sedikit ******* dan ciuman itu sangat dalam, syasya mulai nafasnya habis sedikit memukul dada luki. Luki mengetahui itu kalau syasya mulai kehabisan nafas, luki melepaskan ciumannya.
"Sana mandi aku tunggu diruang makan" kata syasya, luki senyum senyum sendiri sambil menganggukkan kepalanya.
Luki bangun dari tidurnya dan menuju kekamar mandi, sedangkan syasya menuju keruang keluarga melihat TV sambil menunggu luki selesai mandi. Disaat syasya fokus melihat TV ada sebuah tangan yang melingkar di lehernya.
"Ayo sarapan" kata luki, luki mematikan tvnya menggunakan remot.
"Iya ayo" kata syasya, luki dan syasya menuju keruang makan.
"Mau pakek ikan apa luk" kata syasya
"Ayam kecap sama telur nya dikit aja" kata luki, syasya mengambilkan ikan yang dibilang oleh luki.
"Nanti kamu kuliah yang" kata luki
"Iya, emangnya luki gak mau kuliah tah" kata syasya
"Kuliah kok, tapi nanti pulang kuliah aku langsung kekantor papa, tapi sebelum kesana aku nganterin kamu pulang dulu" kata luki
"Ok" kata syasya, selesai makan syasya membersihkan meja makan dibantu oleh luki suaminya, selesai membersihkannya syasya menuju kekamarnya untuk mengganti bajunya dan langsung menuju keruang tamu.
"Ayo cepetan luki bentar lagi dah masuk nih" kata syasya sambil berteriak.
"Iya tunggu sebentar aku ambil kunci mobil dulu" kata luki
*Sesampainya dikampus*
"Ayo cepetan udah telat 5 menit nih" kata syasya" sedikit berlari menuju ke kelasnya.
"Iya ayo" kata luki, sesampainya dikelasnya dosen belum datang.
"Hay rani, hay nira" kata syasya melambaikan tangan nya.
"Hay sya hay luki" kata Rani nira bersamaan.
"Kenapa pak untung belum datang ra" kata syasya.
"Katanya sih pak untung diganti sama dosen baru sya" kata Rani.
"Emang siapa dosen barunya" kata syasya
"Bentar lagi datang kok tunggu saja" kata nira
"Oke deh" kata syasya, tak lama syasya berbincang bincang dosen baru pun datang.
"Assalamu'alaikum adek adek dan mas mas yang berada di kelas ini" kata tersebut.
"Saya berdiri disini sebagai dosen kalian dan perkenalkan nama saya Rendi ilham fadli" kata pak ilham.
"Ok ada yang mau ditanya kan" kata pak ilham
"Pak udah punya pacar apa belom" tanya temen kelas ku.
"Nomer line nya berapa pak" tanya temen kelas
"Kalau pacar saya gak punya, kalau line saya. itu pribadi" kata pak ilham.
"Baiklah, saya akan mengabsen kalian satu-satu" kata pak ilham yang langsung membuka buku jurnalis nya.
"Putri sari"
"Dewa faqri"
"Luki bramasta"
"Rani Juliani"
"Mutiara nira"
".... dll"
Selesai absen pak ilham melihat kearah syasya karna menurut dia seperti orang yang dia kenal, sedangkan yang diliatnya merasa tidak enak dan risih.
"Sya kamu mulai tadi diliat sama pak ilham tuh" kata Rani
"Iya sebel aku kalau diliatin kayak gitu" kata syasya, luki yang mendengarkan mulai merasa marah dan sedikit cemburu kata miliknya dilihat oleh orang lain.
Pelajaran pun telah selesai pak ilham meninggalkan kelas, matkul sekarang hanya satu jadi syasya diantar pulang oleh luki dan luki langsung menuju ke kantor papa nya.
"Aku brangkat dulu ya yang, jangan keluar rumah kalau gak izin ke aku" kata luki
"Iya sayang, oiya pulang jam berapa" kata syasya
"Mungkin jam 5 sore nanti" kata luki
"oke deh aku masuk dulu ya" kata syasya
"Iiiyyaa daaa" kata luki yang langsung melajukan mobilnya, syasya memasuki rumahnya.
Syasya menuju kamarnya untuk membersihkan badannya dan langsung merebahkan badanya diatas kasur tak lama dari itu syasya mulai menutup matanya.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Jangan lupa like sama komentar nya ya
ini ada foto suami ku, sayangnya hanya mimpi 😁😁😁