Will End Up Happy With You

Will End Up Happy With You
Bab 5



Sampailah mereka ditempat taman tersembunyi itu, Luki melirik ke arah dimana Syasya duduk, ternyata Syasya tertidur didalam mobil.


"Sya bangun udah sampai nih ... Sya bangun," ucap Luki.


"Kenapa kamu semakin hari semakin cantik sih Sya? kenapa hati ini selalu tertuju ke kamu? rasanya aku tidak ingin melepaskan mu, aku sangat sangat sangat mencintai mu Sya." batin Luki.


"Sya bangun, Sya bangun udah sampai nih." ucap Luki lagi.


"Eghhh udah sampai ya?" kata Syasya sambil menggusap matanya.


"Ayo turun ikut aku." ucap Luki.


"Iya, ini dimana sih? mau kerumah temen mu ya Ki? bukannya kamu gak pernah berteman ya? 🤔" ucap Syasya sambil merasa bingung, karna Luki selama ini gak pernah dekat sama orang lain kecuali aku.


"Sudah diam kamu ikuti aku saja, okey ... " ucap Luki.


"Ya ... ya ... ya ... baiklah," kata Syasya yang makin dibuat penasaran oleh Luki.


Luki melewati jalan yang sangat sempit tapi masih bisa dilewati oleh orang, kalau dilewati oleh motor gak bisa, karna jalan itu hanya khusus untuk orang berjalan kaki.


"Kamu tutup mata dulu ya," kata Luki.


"Kenapa harus pakek tutup mata segala sih Ki?" tanya Syasya.


"Kalau kamu gak tutup mata ini bukan suprise namanya Sya." ucap Luki sambil tersenyum.


"Tapi aku takut, nanti kamu tinggalin aku disini sendirian." ucap Syasya yang merasa ketakutan.


"Mana aku berani ninggalin kamu sendirian disini, aku gak tega liat kamu sendirian disini, kamu tau kan kalau aku selalu ada disamping kamu, tutup ya matanya sebentar aja nanti aku kasih tau kamu buat buka matanya, okey ... " ucap Luki yang dengan wajah seriusnya.


"Baiklah, tapi kamu harus pegang tangan aku," kata Syasya.


"Iyaa Syasya sayang," kata Luki sambil tersenyum lebar.


"Ihhh apaan sih pakek sayang sayang segala manggilnya," kata Syasya sambil tutup mata dengan tangannya.


"Kan bentar lagi kamu udah jadi istri aku," ucap Luki sambil tersenyum lebar.


"Iya iya iya terserah kamu deh Ki," kata Syasya.


Luki membawa Syasya dengan pelan, Syasya yang ditutup matanya dengan menggunakan tangannya dibuat makin penasaran oleh Luki.


Akhirnya mereka sampai dimana Luki ingin membawa Syasya ketempat sembunyiannya.


"Kamu boleh buka matanya," kata Luki.


Syasya membuka matanya secara perlahan tapi pasti, dan disaat Syasya membuka mata, dia terkejut dengan sekelilingnya karna tempat ini sangat indah dan bagus, dan juga bisa melihat kota dengan jelas dari sini.


"Waaah bagus banget Ki tempatnya, kok aku baru tau ya ada tempat kayak gini disini?" ucap Syasya.


"Aku tau tempat ini disaat aku patah hati, aku lari gak tau arah dan disaat aku menyadarinya kalau tempat ini sangat nyaman buat perasaan ku yang lagi hancur saat itu, dan tempat ini dimana aku merasa sedih ataupun merasa marah, aku selalu ketempat ini karna bagi ku tempat ini bisa bikin tenang dah hilang semua apa yang aku pikirkan." ucap Luki dengan serius.


"Ohhh jadi waktu kamu hilang kesini toh, kalau tau disini tempat persembunyian kamu kan aku bisa temuin kamu disini." ucap Syasya.


"Tempat ini yang tau hanya aku dan orang yang aku cintai," kata Luki dengan wajah seriusnya.


"Emang siapa yang kamu cintai itu, brati yang pernah datang kesini 3 orang dong?" ucap Syasya yang hatinya mulai gak karuan.


"Iiihhhsss brati yang kamu maksud itu aku," tanya Syasya yang hatinya mulai dag dig dug gak karuan itu.


"Iya Sya, boleh gak aku ngomong sesuatu ke kamu." tanya Luki.


"Wah wah wah jangan jangan Luki mau nembak aku nih, aaah jangan pd dulu deh ntar yang ada jatuh kebawah." ucap batin Syasya.


"Boleh kok mau ngomong apa kamu?" kata Syasya.


"Apakah kamu mau hidup sama aku sampai kita mati?" tanya Luki tanpa ada rasa gugup.


"What! beneran kan Luki nembak aku." ucap batin Syasya.


"Emmm... iya Ki, aku juga ingin hidup sampai mati bersama mu." jawab Syasya yang sedikit merasa malu.


"Yesss, terima kasih Sya kamu sudah mau hidup bersama ku sampai kita mati nanti." ucap Luki yang sudah mendekap Syasya dipelukannya.


"Iya aku makasih juga karna kamu sudah mau menerima aku," kata Syasya yang membalas pelukan Luki.


"Sya kamu janji ya gak boleh deket sama cowok lain selain Papi kamu dan aku," kata Luki.


"Iya aku janji," ucap Syasya.


Cup


Dan disaat itu juga Luki memberanikan diri buat mencium bibir Syasya, pertamanya Syasya tidak membalasnya dan akhirnya Syasya menyeimbangkan ciuman itu.


"Ehm," suara ciuman mereka. Lama mereka ciuman akhirnya Luki melepaskan ciuman itu karna Syasya tidak bisa bernafas.


"Maaf aku khilaf," kata Luki.


"Iya gak papa kok, kan bentar lagi kita dah nikah." ucap Syasya.


"Sya ayo kita pulang udah larut banget nih." ucap Luki yang mengajak Syasya untuk pulang karna sekarang sudah jam 12:30.


"Ooohhh iya sudah malam ternyata, yaudah ayo." ucap Syasya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing, sebelum Luki pulang, Luki mengantarkan Syasya sampai ke rumahnya.


"Yaudah aku masuk dulu ya Ki, makasih sudah mengantarkan aku pulang." ucap Syasya yang sambil tersenyum.


"Iya sama-sama," jawab Luki, Luki langsung mencium kening Syasya sedikit lama.


Cup


"Yaudah sana turun, jangan lupa mimpiin aku ya sayang," kata Luki sambil tersenyum melihat wajah Syasya yang merona.


"Eeehhh iya, oiya kamu jangan lupa hati-hati kalau nyetir jangan cepet-cepet, terus jangan lupa chat aku kalau sudah sampai dirumah." ucap Syasya yang sudah menutup gerbangnya itu.


"Baiklah Manis ku," kata Luki sambil senyum sendiri.


sudah tidak terlihat lagi mobil Luki, Syasya memutuskan masuk kerumahnya, dirumahnya sudah sepi Mommy Papinya sudah tidur terlebih dahulu. Syasya memutuskan langsung menuju ke kamarnya.


HAY GAES SORRY GA BARU UP


Jangan lupa Komen sama Like Plus Vote oke..🙏😊😊😊